facebook

Jakpro Targetkan Minimal Pendapatan Jakarta International Stadium Rp220 Miliar, Jika Tidak Dapat Rapor Merah

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Jakpro Targetkan Minimal Pendapatan Jakarta International Stadium Rp220 Miliar, Jika Tidak Dapat Rapor Merah
Jakpro Targetkan Minimal Pendapatan Jakarta International Stadium Rp220 Miliar. (instagram/@jakarta_stadium)

Angka minimal ini merupakan akumulasi dari biaya operasional dan target pendapatan Jakpro dalam satu tahun.

Suara.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan pendapatan tahunan dari pengoperasian Jakarta International Stadium (JIS) adalah sebesar Rp220 miliar. Jika tidak, laporan keuangan Jakpro untuk JIS akan mendapatkan rapor merah.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Aset Jakpro Gunung Kartiko saat rapat bersama dengan DPRD DKI Jakarta. Pendapatan itu didapat dari operasinal Jakpro ketika dipakai untuk pertandingan sepak bola dan acara lain.

"Setidaknya mesti cari Rp220 miliar per tahun, sekitar itu," ujar Widi di gedung DPRD DKI, Selasa (28/6/2022).

Angka minimal ini merupakan akumulasi dari biaya operasional dan target pendapatan Jakpro dalam satu tahun. Untuk biaya pemeliharaan operasional, keamanan, mekanikal elektrikal, hingga asuransi bangunan saja, Jakpro membutuhkan biaya antara Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.

Baca Juga: Terkendala Biaya, Persija Hanya Akan Bertanding di JIS Saat Big Match

Lalu, ada juga biaya depresiasi atau akumulasi biaya yang dialokasikan untuk aset tetap yang akan menyusut selama 30 tahun periode Jakpro mengelola JIS.

Jakarta International Stadium (Antara)
Jakarta International Stadium (Antara)

Gunung menyebut biaya depresiasi stadion kandang klub sepak bola Persija Jakarta itu mencapai Rp150 miliar per tahun.

"Untuk JIS yang nilainya Rp4,5 triliun dibagi 30 tahun maka kita akan terkena (depresiasi) Rp150 miliar per tahun. Depresiasi ini dibukukan atau pencatatan saja," jelas Widi.

Di luar biaya operasional dan depresiasi, Gunung menyebut Jakpro memerlukan Rp30 miliar per tahun. Dengan demikian, untuk menutup semua perkiraan dana yang diperlukan, minimal pendapatan JIS adalah sebesar Rp220 miliar per tahun.

Untuk mendapatkan target pendapatan itu, Gunung menyebut pihaknya tak bisa hanya mengandalkan menggelar pertandingan sepak bola saja. Karena itu, pihaknya juga menyewakan JIS untuk keperluan lainnya seperti kegiatan hiburan seperti konser, acara politik, hingga MICE (meetings, incentive, convention, and exhibition).

Baca Juga: Mimpi Anies Baswedan Segera Terwujud, Jakpro Pastikan JIS Bakal Jadi Kandang Persija di Liga 1 Musim Depan

"Jadi memang dari awal konsep dibikin stadion ini memang untuk sepak bola dan entertain. Seperti sound system, kemudian smart stadium itu didesain untuk kualitas sportainment (sport and entertainment) juga," ucapnya.

"Memang, dari kajian awal, kalau hanya bola, enggak nutupin (kebutuhan biaya pengeluaran). Sampai kapan pun tidak bakal tutup," tambahnya memungkasi.

Komentar