facebook

5 Fakta Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Siaga, Warga Dilarang Mendekat!

Ruth Meliana Dwi Indriani
5 Fakta Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Siaga, Warga Dilarang Mendekat!
Tangkapan layar erupsi Gunung anak krakatau. [Magma Indonesia]

Belum lama ini, beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan bahwa Gunung Anak Krakatau kembali meletus hebat.

Baru-baru ini, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Jumat (1/7/2022), pagi hari. Semburan abu vulkanik mengarah ke timur laut Gunung Anak Krakatau.

Diketahui, erupsi Gunung Anak Krakatau ini sudah terjadi sejak Rabu (29/6/2022) lalu. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang membahayakan membuat warga dilarang keras mendekat dalam radius 5 kilometer.

Berikut fakta-fakta erupsi Gunung Anak Krakatau.

1. Tercatat pos pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi, Ketinggian Kolam Abu Tertinggi Capai 2 Kilometer

Diketahui, erupsi ini tercatat melalui pos pengamatan gunung api Anak Krakatau di Pasauran, Serang, Banten.

Pengamat gunung api, Deny Mardiono melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 06.50 WIB dengan semburan abu vulkanik mencapai 500 meter di atas puncak.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa letusan Gunung Anak Krakatau tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo 42 mm dengan durasi 77 detik.

2. Terjadi sejak Rabu dini hari

Erupsi Gunung Anak Krakatau sudah terjadi sejak hari Rabu, 29 Juni 2022 lalu. Pada hari tersebut, Gunung Anak Krakatau sudah mengalami erupsi sebanyak tiga kali. 

Baca Juga: Waspada, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Sore Tadi, PVMBG: Kolom Abu 2 KM di Atas Puncak

Letusan terus terjadi hingga terakhir pada hari Jumat, 1 Juli 2022.

3. Rentetan letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau meletus pertama kali pada Rabu (29/6/2022) pukul 02.09 WIB. Namun, pada letusan ini visual letusan tidak teramati.

Letusan kedua terjadi pada hari Rabu dini hari sekitar pukul 04.36 WIB. Letusan tersebut terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 m di atas puncak, kurang lebih 1157 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 77 detik.

Sementara, erupsi Gunung Anak Krakatau ketiga terjadi pada siang menjelang sore atau sekitar pukul 14.51 WIB. Letusan tersebut terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2000 m di atas puncak, atau kurang lebih 2157 m di atas permukaan laut. 

4. Erupsi kembali terjadi pada hari Jumat

Erupsi kembali terjadi pada hari Jumat (1/7/2022) pukul 06.50 WIB dengan tinggi abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak, atau sekitar kurang lebih 657 di atas permukaan laut.

5. Status gunung level siaga

Saat ini, status gunung api yang terletak di Selat Sunda tersebut masih berada pada level III atau siaga. Oleh karenanya, masyarakat dilarang mendekati gunung dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Komentar