Seberapa Bahaya Subvarian Terbaru Omicron BA.4 dan BA.5?

Siswanto, BBC

Minggu, 03 Juli 2022 | 05:48 WIB
Seberapa Bahaya Subvarian Terbaru Omicron BA.4 dan BA.5?
BBC

Suara.com - Dua subvarian baru Omicron yang menyebar cepat dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan lonjakan kasus baru Covid-19 di seluruh dunia.

BA.4 dan BA.5 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan akan segera mendominasi kasus positif Covid di Eropa dan AS, menurut sejumlah pakar kesehatan.

Apa sebenarnya BA.4 dan BA.5 itu?

Sejak pertama kali muncul, virus corona telah bermutasi atau berubah bentuk. Versi genetik baru yang terus-menerus bermunculan disebut varian.

Sudah ada beberapa varian utama, seperti alfa dan delta, yang telah menyebabkan gelombang besar infeksi.

Subvarian terbaru yang dikhawatirkan para ahli, yaitu BA.4 dan BA.5, sangat berkaitan dengan varian Omicron.

Subvarian ini telah dimasukkan ke daftar pemantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret lalu. BA.4 dan BA.5 juga telah ditetapkan sebagai jenis yang harus diawasi di Eropa.

Baca juga:

Di mana keduanya menyebar?

BA.4 dan BA.5 terpantau beredar di Afrika Selatan pada awal tahun 2022. Sekarang dua subvarian ini tampaknya telah menyebar jauh lebih cepat daripada varian lainnya.

Kasus positif yang muncul di sebagian besar negara Eropa kini terbukti berkaitan dengan dua subvarian ini. Keduanya diprediksi akan segera melampaui varian Covid lainnya.

baca juga

Di Portugal, misalnya, subvarian BA.5 telah mendominaasi kasus positif yang muncul.

Di Amerika Serikat, para pejabat tinggi di bidang kesehatan menyebut telah melihat peningkatan jumlah infeksi yang disebabkan oleh dua subvarian baru ini.

Jumlah kasus positif Covid di Inggris juga meningkat, didorong oleh subvarian BA.4 dan BA.5.

Australia sejauh ini juga telah melaporkan situasi yang serupa.

Apakah dua subvarian ini berbahaya?

Para ahli tidak yakin seberapa buruk dampak yang akan ditimbulkan dua subvarian ini.

BA.4 dan BA.5 Omicron dianggap tidak lebih mematikan daripada varian Covid lainnya.

Banyak orang telah memiliki kekebalan dari infeksi setelah menerima vaksin. Para pakar yakin bahwa vaksin mengurangi risiko Covid secara keseluruhan.

Namun dua subvarian baru ini tampaknya lebih mudah menyebar. Alasannya, kekebalan sebagian kalangan mungkin telah berkurang. Mutasi virus juga diyakini faktor pemicunya.

Banyak negara juga telah mencabut pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona. Artinya, orang-orang lebih sering berkontak dan memberi lebih banyak peluang kepada dua subvarian virus itu untuk menyebar.

BA.4 dan BA.5 tampaknya dapat menginfeksi orang bahkan jika mereka baru saja sembuh dari infeksi subvarian Omicron lainnya.

Gelombang infeksi baru dapat menyebabkan lebih banyak rawat inap di rumah sakit, sekaligus angka kematian.

Bagaimana kita bisa melindungi dari BA.4 dan BA.5?

Seperti varian Covid lainnya, risiko tertinggi tetap dimiliki orang berusia lanjut atau mereka yang kondisi kesehatannya bermasalah.

Meskipun vaksin saat ini tidak cocok untuk menangkal subvarian ini, vaksin masih merupakan garis pertahanan terbaik.

Vaksin telah mengurangi risiko penyakit parah terhadap varian Covid utama lainnya, seperti Delta, Alpha, Beta, dan Gamma.

Komunitas dokter menyatakan sangat penting untuk mendapatkan jumlah dosis yang disarankan demi membangun perlindungan maksimal terhadap varian yang ada dan yang muncul di kemudian hari.

Seberapa cepat kita bisa mendapatkan vaksin untuk menangkal subvarian baru?

Versi terbaru untuk melawan varian Covid sudah dirancang dan diuji.

Para produsen vaksin juga dapat meningkatkan produksi dengan cepat. Regulator obat juga telah mulai membahas cara mempercepat proses persetujuan.

Mengapa subvarian bisa muncul?

Virus membuat salinan karbon dari dirinya mereka sendiri untuk bereproduksi. Namun mereka tidak sempurna dalam hal itu.

Kesalahan merayap dalam mengubah cetak biru genetik, menghasilkan versi baru dari virus.

Jika ini memberi virus keuntungan bertahan hidup, subvarian baru akan berkembang.

Semakin banyak peluang yang dimiliki virus corona untuk membuat salinan dirinya di dalam diri kita—inangnya—semakin banyak peluang terjadinya mutasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

×