facebook

Bunuh Wanita Paruh Baya Gegara Tak Diberi Pinjaman Uang, Pria di Bandung Kini Dibekuk Polisi

Agatha Vidya Nariswari
Bunuh Wanita Paruh Baya Gegara Tak Diberi Pinjaman Uang, Pria di Bandung Kini Dibekuk Polisi
Kepala Satreskrim Polresta Bandung, AKP Oliestha A Wicaksana, berbincang dengan DS di Kantor Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (4/6/2022). ANTARA/Bagus A Rizaldi

Pelaku menyambangi korban untuk meminjam sejumlah uang karena utang judi online

Suara.com - Pria berinisial DS (34) membunuh seorang ibu paruh baya berusia 51 tahun karena utang judi online. Pria tersebut kini dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung.

Kepala Satreskim Polresta Bandung, AKP Oliestha A Wicaksana melaporkan bahwa peristiwa pembunuhan itu bermula dari penemuan masyarakat terkait korban yang tergeletak tak bernyawa di rumahnya, di Desa Cinunuk, Kabupaten Bandung.

"Korban terakhir dapat dihubungi itu Sabtu sore, sekitar pukul 18.00 WIB, dan pada hari Seninnya baru ditemukan petugas keamanan dan warga, bahwa korban sudah meninggal dunia, kurang lebih dua hari," kata dia di Kantor Polresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin.

Warga menemukan jenazah korban bernisial GEJ itu pada Senin (27/6/2022) lalu. Warga terpaksa mendobrak rumah korban yang terkunci.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sadis Anak Bunuh Ibu; Kelaparan Saat Bangun Tidur

Penemuan itu menjadi awal penyelidikan polisi untuk mengungkap pelaku dan akhirnya pelaku ditangkap di Banjar, Jawa Barat setelah berpindah-pindah karena melarikan diri.

Menurut keterangan polisi, pelaku menghabisi nyawa korban karena masalah ekonomi. DS menyambangi korban untuk meminjam sejumlah uang.

Namun GEJ menolak permintaan DS itu hingga pelaku naik pitam. Sehingga, kata dia, DS berupaya menusuk leher korban memakai pisau pemotong alias cutter. 

"Kemudian korban berteriak dan pelaku berusaha menusukkan cutter ke leher korban, namun gagal dan cutternya patah," kata dia.

Tak usai di situ, DS membekap mulut GEJ hingga tak berdaya dan membenturkan kepalanya hingga akhirnya tewas.

Baca Juga: Lini Depan Persib Jadi Perhatian Robert Alberts Jelang Musim Baru Liga 1

"Antara korban dan pelaku saling mengenal, jadi korban dan pelaku sebelumnya pernah bekerjasama, saling meminjamkan modal, terkait usaha pelaku berjualan kerupuk dan lain sebagainya," katanya.

Setelah GEJ tak bernyawa, DS kabur dengan membawa sejumlah barang milik korban, mulai dari kendaraan, laptop, hingga ponsel.

Sementara itu, DS mengaku nekat berlaku begitu karena terlilit utang. Selain itu, ia pun mengaku sering membawa pisau cutter tersebut kemanapun ia pergi. "Uang yang saya mau pinjam itu untuk bayar utang, utang judi online," kata DS. (ANTARA)

Komentar