Resmi! Syahbandar Hentikan Pelayaran Antarpulau Galala Ambon - Namlea karena Cuaca Buruk

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:09 WIB
Resmi! Syahbandar Hentikan Pelayaran Antarpulau Galala Ambon - Namlea karena Cuaca Buruk
Pelayaran antarpulau Galala Ambon - Namlea resmi dihentikan sementara. (Antara)

Suara.com - Pelayaran antarpulau Galala Ambon - Namlea resmi dihentikan sementara. Sebab kawasan perairan Ambon lagi dilanda cuaca buruk.

Penghentian itu dikeluarkan Syahbandar Pembantu Pelabuhan Penyeberangan Galala.

Penghentian sementara pelayaran antarpulau ini menindaklanjuti surat dari prakiraan cuaca wilayah pelayaran dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Maritim Ambon, tertanggal 5 Juli 2022 pukul 09.00 WIT hingga 6 Juli, karena adanya peringatan dini akibat gelombang tinggi 2.50 - 4.0 meter.

“Pelayaran ditunda sambil nunggu informasi lebih lanjut dari kantor kesyahbandaran,” kata General Manager (GM) PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ambon, Anton Murdianto, kepada ANTARA, di Ambon, Maluku, Selasa.

Anton menyampaikan, gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan Buru, perairan Ambon Lease, perairan Selatan Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kei, perairan Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru.

“Ini hanya untuk Pelabuhan Galala dan Namlea saja. Kalau untuk di Hunimua Ambon dan Waipirit Seram Bagian Barat (SBB), masih terbilang aman,” ucapnya.

Keberangkatan kapal dengan tujuan Namlea dari Pelabuhan Galala akan diinformasikan lebih lanjut sambil menunggu keadaan gelombang laut membaik.

“Sekali lagi, kami imbau, keselamatan bersama lebih penting, jadi mohon untuk bersabar. Apabila gelombang sudah membaik, maka kapal akan kembali beroperasi,” pungkas Anton.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter, yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Maluku.

baca juga

Potensi gelombang tinggi ini diakibatkan adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan selatan P. Jawa hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, dan Laut Arafuru.

Potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter terjadi pada tujuh titik, yakni Perairan Pulau Buru, Pulau Ambon dan Lease, perairan selatan Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru dan Laut Arafuru.

Gelombang setinggi 1,25 -2,50 meter (sedang) juga berpeluang terjadi di Laut Seram, perairan Kepulauan Sermata - Leti, dan perairan Kepulauan Babar.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memerhatikan risiko tinggi keselamatan pelayaran. Risiko tinggi untuk perahu nelayan, jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Sementara risiko tinggi untuk kapal feri kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, dan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau kapal pesiar, risiko tinggi jika menghadapi kecepatan angin di atas 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Pihaknya mengimbau pihak operator kapal penumpang, kapal kargo, maupun kapal nelayan agar mewaspadai ancaman gelombang tinggi tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangkai KM Virgo Transport 8 Ganggu Jalur Pelayaran, Pemilik Diminta Percepat Salvage

Bangkai KM Virgo Transport 8 Ganggu Jalur Pelayaran, Pemilik Diminta Percepat Salvage

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:01 WIB

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Sorotan, Ini Tanggung Jawab Kapten Menurut UU Pelayaran

News | Jum'at, 25 September 2026 | 06:45 WIB

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Houthi Serang Arab Saudi, Selat Bab el-Mandeb Terancam, Pakar: Bahaya bagi Jalur Dagang Asia-Eropa

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

Kerja Sama BKI-ABUPI Sasar Kebutuhan Industri Pelabuhan

Kerja Sama BKI-ABUPI Sasar Kebutuhan Industri Pelabuhan

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 16:00 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

Belajar dari Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, IABI Ingatkan Risiko Arus dan Cuaca di Laut

News | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

Kontribusi Keselamatan Maritim, BKI Raih Penghargaan

Kontribusi Keselamatan Maritim, BKI Raih Penghargaan

Foto | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Layanan Klasifikasi Kapal BKI Dipamerkan di INAMARINE 2026

Layanan Klasifikasi Kapal BKI Dipamerkan di INAMARINE 2026

Foto | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Terusan Panama Terancam Kering Akibat El Nino, Batasi Pelayaran Mulai September 2026

Terusan Panama Terancam Kering Akibat El Nino, Batasi Pelayaran Mulai September 2026

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh Parah, Iran Tolak Buka Jalur Pelayaran

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh Parah, Iran Tolak Buka Jalur Pelayaran

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Terkini

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

×