Fenomena Pasar Kaget di Sektor 3 Makkah, Jemaah Tumpah Ruah

Chyntia Sami Bhayangkara, Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 12 Juli 2022 | 20:46 WIB
Fenomena Pasar Kaget di Sektor 3 Makkah, Jemaah Tumpah Ruah
pasar kaget di sektor 3 makkah (Dok. MCH 2022)

Suara.com - Fenomena pasar kaget semakin marak di Kota Makkah, Arab Saudi, saat musim ibadah haji. Biasanya, para pedagang berkerumun menggelar lapak jajaan di depan tempat pemondokan para jemaah haji.

Seperti yang terjadi di Sektor 3, tempat pemondokan jemaah haji di Safwat Al Sharooq. Para pedagang berjejal di pelataran hotel. Gayung bersambut, jemaah pun datang menjemput. Mereka keluar untuk membeli, atau sekadar melihat-lihat.

Aneka dagangan dijual di sana. Sebut saja, makanan atau jajanan khas Indonesia, pakaian, aksesori ibadah, boneka dan lainnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari 5 riyal untuk makanan sampai 20 riyal untuk pakaian.

"Kalau di Raudhah sini, sering ada pasar kaget saat musim haji, banyak yang beli. Biasanya buka pukul 04.00 sampai seselesainya, biasanya jam 08.00," tutur salah seorang sopir yang kerap mengantarkan jemaah haji wira wiri.

pasar kaget di sektor 3 makkah (Dok. MCH 2022)
pasar kaget di sektor 3 makkah (Dok. MCH 2022)

Mereka menggelar lapak di pelataran hotel. Jemaah pun tampak tumpah ruah. Para pedagang pun bersahutan memanggil jemaah haji untuk membeli.

Pedagangnya pun kebanyakan orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi. Eny, misalnya. Perempuan paruh baya asal Sampang, Madura, tersebut menjual beraneka jajanan pasar, seperti kue cucur, bakwan, onde-onde, dan ubi rebus.

Perempuan yang sudah bekerja selama 24 tahun sebagai TKI di Makkah itu menjual jajanan pasar dengan harga rata-rata 5 riyal. Untuk 3 bakwan atau ubi, misalnya, dijual 5 riyal.

"Saya selama 24 tahun tinggal di Arab Saudi. Empat tahun sekali pulang. Kalau tidak berdagang, biasanya saya sehari-hari bekerja di orang Arab," ujar Eny.

pasar kaget di sektor 3 makkah (Dok. MCH 2022)
pasar kaget di sektor 3 makkah (Dok. MCH 2022)

Tadinya, imbuh Eny, dia berjualan di Hotel Al Kiswah Jarwal. Namun, sejak ada katering di hotel tersebut, Eny pun tak lagi berjualan di sana. "Sudah 4 kali dagangan diambil dan dibuang," kata Eny.

Dia memilih untuk menggelar lapak jualannya di pelataran Safwat Al Sharooq. Dalam sehari berdagang di sana, Eny mengaku bisa meraup pundi-pundi hingga sebanyak 200 riyal atau setara dengan Rp 799.971

"Saya senang kalau datang musim haji, karena bisa mendapatkan uang banyak untuk dibawa pulang kampung ke Sampang," terang Eny.

Ketika tim Media Center Haji datang ke lokasi, tetiba-tiba ada sirine mobil polisi di dekat pelataran. Mendengar bunyi sirine tersebut, pedagang pun langsung tunggang langgang. Tak lupa mereka membawa pergi lapaknya, khawatir dibuang.

Meski ilegal, pasar kaget ini juga memudahkan jemaah dalam membeli makanan dan juga cinderamata. Hal tersebut diutarakan Sophia Nasution asal Medan, Sumatera Utara. Dia membeli kerudung seharga 20 riyal atau sekitar Rp 80 ribu.

"Lumayan bawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah," kata Sophia.

Sophia merupakan satu dari sekian jemaah yang sudah menghabiskan uang untuk membeli cinderamata. Dia mengaku sudah membeli jilbab, makanan hingga kacang untuk tetangga.

"Jokowi, Jokowi"

Para pedagang di sektor 3 tersebut saling bersahutan menjual barang jajaannya. Uniknya, mereka selipkan nama Jokowi berulang kali. Ternyata ada makna unik di balik nama Jokowi ini.

Nama Presiden RI Joko Widodo ini disebut sebagai afirmasi untuk mata uang rupiah. Ketika menjual barang, mereka menambahkan kata 'Jokowi' di belakang nominal rupiahnya.

"Bakwan tiga, 5 riyal. Bakwan tiga, 20.000 Jokowi, halal," ujar salah satu pedagang.

Salah seorang pedagang mengatakan, kata 'Jokowi' itu untuk memudahkan pembeli mengidentifikasi bahwa mata uang yang dimaksud adalah rupiah.

"Jokowi itu maksudnya rupiah, mas," ujar pedagang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat! Jadwal dan Kloter Kepulangan Pertama Jemaah Haji Indonesia 15-16 Juli

Catat! Jadwal dan Kloter Kepulangan Pertama Jemaah Haji Indonesia 15-16 Juli

News | Selasa, 12 Juli 2022 | 17:54 WIB

Amirul Hajj Gelar Rapat Evaluasi, Menag: Siapkan Haji 1444 H Sejak Awal

Amirul Hajj Gelar Rapat Evaluasi, Menag: Siapkan Haji 1444 H Sejak Awal

News | Selasa, 12 Juli 2022 | 17:21 WIB

Satu Lagi Jemaah Haji Asal Kalsel Wafat di Arab Saudi, Total Jadi 3 Orang

Satu Lagi Jemaah Haji Asal Kalsel Wafat di Arab Saudi, Total Jadi 3 Orang

News | Selasa, 12 Juli 2022 | 14:20 WIB

Jadwal Kegiatan dan Kapan Jemaah Haji Pulang ke Indonesia

Jadwal Kegiatan dan Kapan Jemaah Haji Pulang ke Indonesia

News | Senin, 11 Juli 2022 | 12:11 WIB

Seorang Jemaah Haji Asal Pidie Jaya Meninggal Akibat Gagal Ginjal

Seorang Jemaah Haji Asal Pidie Jaya Meninggal Akibat Gagal Ginjal

Sumut | Senin, 11 Juli 2022 | 06:35 WIB

Menag Yaqut: Fasilitas Jemaah Cukup Baik, Tapi Belum Sesuai Ekspektasi

Menag Yaqut: Fasilitas Jemaah Cukup Baik, Tapi Belum Sesuai Ekspektasi

News | Minggu, 10 Juli 2022 | 18:42 WIB

Terkini

Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antar Daerah Harus Tuntas Pekan Depan Demi Percepatan Pemulihan

Kasatgas PRR Tegaskan Hibah Antar Daerah Harus Tuntas Pekan Depan Demi Percepatan Pemulihan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:33 WIB

Kasatgas Tito Ingatkan Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

Kasatgas Tito Ingatkan Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:30 WIB

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!

Respons Ultimatum Mahasiswa, Wapres Gibran Janji Sikat Korupsi di Program MBG!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:55 WIB

ACSET Divonis Denda Rp 350 Juta dalam Kasus MBZ

ACSET Divonis Denda Rp 350 Juta dalam Kasus MBZ

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:41 WIB

Jakarta Darurat Kuburan: Lahan Habis, Anggaran Dicoret

Jakarta Darurat Kuburan: Lahan Habis, Anggaran Dicoret

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit

Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:34 WIB

Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK

Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:15 WIB

Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu

Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:08 WIB

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan

Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:58 WIB

KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi

KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:45 WIB