6 Fakta 53 WNI Disekap di Kamboja, Bekerja Belasan Jam Sehari Tanpa Gaji

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:44 WIB
6 Fakta 53 WNI Disekap di Kamboja, Bekerja Belasan Jam Sehari Tanpa Gaji
Ilustrasi TKI disekap. (Shutterstock)

Suara.com - Sekitar 53 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kamboja dikabarkan disekap oleh salah satu perusahaan. KBRI Phnom Penh sendiri telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk membantu membebaskan mereka.

Informasi tersebut akan diteruskan kepada pihak Bareskrim Polri untuk diselidiki lebih dalam guna penindakan terhadap para perekrut yang menipu dan menyekap para WNI.

Lantas, untuk mengetahui kebenaran dari berita tersebut, simak sejumlah faktanya berikut ini.

1. Salah Satu Korban Menghubungi Ganjar Pranowo

Dari 53 orang, satu di antaranya merupakan warga Jakarta kelahiran Solo, Jawa Tengah. WNI bernisial ME itu kemudian menghubungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk meminta tolong. Permintaan tolong itu langsung ditanggapi oleh Disnaker Jateng.

Ganjar Pranowo melalui utas yang dibuak di akun Twitter resminya, @ganjarpranowo menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI telah menangani masalah tersebut.

"Sekarang KBRI Kamboja sedang menangani dan dilakukan pendalaman kasus bekerjasama dengan otoritas setempat. KBRI Kamboja dan kepolisian bekerjasama untuk membantu pembebasannya," tulis Ganjar dalam akun Twitternya, Jumat (29/7/2022).

2. Korban Tertipu Modus Diberi Gaji Besar

Menelusuri bagaimana para WNI ini bisa tergiur dan bekerja di Kamboja, Ganjar menjelaskan bahwa ada penawaran kerja sebelumnya yang menarik orang-orang tersebut.

baca juga

Gaji tinggi menjadi modus sebuah perusahaan yang ternyata tidak terdaftar resmi ini yang berhasil menarik WNI ke Kamboja. Pemberangkatannya bahkan disebut tidak sesuai prosedur, yakni dengan agensi perseorangan bukan perusahaan yang merekrut itu.

3. Lokasi dan Daftar Pekerjaan Tidak Jelas

Ganjar melanjutkan bahwa para WNI itu juga merasa tertipu lantaran lokasi penempatan yang tidak sesuai kesepakatan. Mereka bahkan tidak diberitahu rincian pekerjaan apa yang harus dilakukan. 

Setahu mereka hanya ada gaji tinggi yang siap dibayarkan oleh perusahaan. Namun, setelah sampai disana, mereka baru tahu jika pekerjaannya adalah sebagai operator telepon.

4. Korban Disuruh Tawarkan Investasi Bodong

Lebih lanjut, kata Ganjar, mereka disuruh menawarkan investasi bodong ke orang-orang Indonesia. Nah, karena tak mau melakukannya, mereka menerima perlakuan tidak manusiawi, seperti kekerasan fisik. Mereka juga dipaksa bekerja dari jam 10.00-23.00 waktu Kamboja.

5. Tidak Digaji dan Sulit Meninggalkan Kamboja

Berdasarkan informasi ME, dirinya mengaku tak digaji selama bekerja belasan jam sehari tersebut. Meski ingin meninggalkan perusahaan dan Kamboja, mereka mengaku tidak bisa. Pasalnya, dokumen dan paspor ditahan oleh perusahaan.

6. Ada Kemungkinan Jumlah Korban Bertambah

Dari 54 orang tersebut, disebutkan baru satu divisi yang bersama ME. Ada kemungkinan WNI lain yang jumlahnya bisa seratusan yang sudah bekerja 2-3 bulan. Sementara itu, sosok ME, kata Ganjar, baru bekerja selama 3 pekan.

Dugaan jumlah WNI yang lebih banyak dari informasi yang diterima ME ini kemungkinan benar. Ganjar mengatakan dari hasil komunikasi Disnaker dan Dubes RI di Kamboja, Sudirman Haseng menerima informasi bahwa tahun 2022 ini saja ada sekitar 260 WNI yang mengadu tertipu.

Adapun pada tahun 2021, KBRI Phnom Penh diketahui telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI dengan kasus serupa, yakni tertipu untuk bekerja menawarkan investasi bodong.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi TKI di Kamboja, Ganjar Pranowo: Saya Video Call, Ada Satu yang Sakit

Kondisi TKI di Kamboja, Ganjar Pranowo: Saya Video Call, Ada Satu yang Sakit

Jawa Tengah | Jum'at, 29 Juli 2022 | 13:20 WIB

Miris! Tergiur Tawaran Kerja Di Kamboja, 53 WNI Jadi Korban Perusahaan Investasi Palsu

Miris! Tergiur Tawaran Kerja Di Kamboja, 53 WNI Jadi Korban Perusahaan Investasi Palsu

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 11:28 WIB

Waspadai Investasi Bodong, Medsos Masih Jadi Senjata: Banyak Akun-akun Fake

Waspadai Investasi Bodong, Medsos Masih Jadi Senjata: Banyak Akun-akun Fake

Kaltim | Jum'at, 29 Juli 2022 | 11:19 WIB

Sebanyak 54 WNI Disekap di Kamboja, Berawal dari Tawaran Kerja Bergaji Tinggi yang Ternyata Tak Sesuai Ekspektasi

Sebanyak 54 WNI Disekap di Kamboja, Berawal dari Tawaran Kerja Bergaji Tinggi yang Ternyata Tak Sesuai Ekspektasi

Jogja | Jum'at, 29 Juli 2022 | 09:34 WIB

Gaji Cleaning Service RSUD Taman Husada Menunggak, Kerja 2 Bulan Cuma Dibayar Sebulan

Gaji Cleaning Service RSUD Taman Husada Menunggak, Kerja 2 Bulan Cuma Dibayar Sebulan

Kaltim | Jum'at, 29 Juli 2022 | 10:30 WIB

KBRI Minta Kepolisian Kamboja Bantu Bebaskan WNI yang Disekap

KBRI Minta Kepolisian Kamboja Bantu Bebaskan WNI yang Disekap

Jogja | Kamis, 28 Juli 2022 | 20:18 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×