Deretan Fakta Bansos Jokowi Dikubur: Klarifikasi JNE Hingga Temuan Kemensos

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 20:33 WIB
Deretan Fakta Bansos Jokowi Dikubur: Klarifikasi JNE Hingga Temuan Kemensos
fakta bansos Jokowi dikubur - Warga melihat penemuan barang bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Temuan kuburan ratusan paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), di sebuah lahan di Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya menggegerkan warga Depok, Jawa Barat pada akhir pekan kemarin. Kini kasus tersebut telah  ditangani oleh Polda Metro Jaya. Simak sejumlah fakta bansos Jokowi dikubur

Diketahui, bansos Presiden Jokowi tersebut seharusnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Bansos tersebut memang diberikan oleh Jokowi kepada seluruh masyarakat termasuk warga Jawa Barat. 

Belakangan terungkap, jika pihak yang mengubur sembako bantuan Presiden di lokasi itu adalah perusahaan logistik JNE. Dikatakan, sejak 2020 di Wilayah Depok, JNE merupakan pihak pemegang hak distribusi beras Bansos dari pemerintah kepada beberapa masyarakat yang berhak menerimanya. 

Kasus penimbunan sembako bansos dari Presiden Jokowi itu bermula saat warga bernama Rudi Samin mendapatkan informasi yang menyebut adanya sembako satu kontainer yang telah dikubur di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok. 

Fakta Bansos Jokowi 

Berikut ini sejumlah fakta bansos Jokowi dikubur

1. Sembako berupa berasa yang ditemukan seberat 3,5 ton 

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi penimbunan bansos tersebut terkejut dengan banyaknya beras yang dikubur. Karena polisi telah menerima laporan dari JNE jika timbunan beras itu mencapai berat hingga 3,4 ton. 

"Hasil sementara yang kami dapat dari keterangan JNE, itu 3,4 ton," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis saat melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, pada Rabu (3/8/2022). 

2. Pihak JNE membantah jika beras tersebut merupakan bansos 

Perusahaan jasa kirim barang, JNE selaku menjadi distributor sembako bansos tersebut akhirnya buka suara. Melalui kuasa hukum JNE, Anthony Djono mengungkapkan bahwa beras itu adalah milik JNE yang sengaja ditimbun karena sudah rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi.  

"Beras yang hari ini saudara semua lihat dikubur, itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE. Kenapa dikubur? Karena beras itu sudah rusak," kata Anthony di lokasi kuburan bansos, pada Rabu (3/8/2022) . 

Anthony mengungkapkan jika pihak JNE mengambil beras itu dari gudang Bulog. Sayabgnya, beras itu rusak dalam perjalanan menuju lokasi usai kehujanan dan akhirnya pihak JNE terpaksa menimbunnya. 

Terkait dengan pernyataan itu, Anthony menyebut akan menunjukkan beberapa bukti berupa dokumen resmi pada konfrensi pers yang rencanya akan berlangsung pada esok hari, Kamis (4/8/2022) di kawasan Pluit, Jakarta Utara. 

"Kami tim kuasa hukum dari JNE, besok kami akan adakan konferensi pers jam 2 di Pantai Mutiara, Pluit. Jadi mohon kehadirannya, kami akan menyampaikan secara detail teknisnya. Kami punya semua dokumen bukti. Jadi pagi ini kita hanya sampaikan inti pokoknya saja. Teknis besok kami akan jelaskan," katanya. 

3. JNE mengklaim jika mereka telah mengganti beras yang rusak 

Anthony juga mengaku jika pihak JNE telah mengganti beras-beras rusak yang hendak diberikan kepada masyarakat. Bahkan, ia menyebut bahwa hingga hari ini belum ada komplain dari penerima manfaat terkait dengan beras tersebut. 

"Transporter kami bertanggung jawab, kami ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kami sudah ganti semua. Jadi tidak ada kerugian sedikitpun," ungkap Anthony. 

4. Pihak RT tidak mengetahui penimbunan beras itu 

Pihak RT di darrah tersebut, mengakui jika tidak mengetahui adanya "proyek" untuk mengubur bansos Jokowi. 

Hal ini dikatakan oleh  Sugeng selaku ketua RT. 10 RW. 03. Ia mengaku pihaknya sama sekali tidak tahu mengenai paket bansos yang ditimbun di wilayahnya.  Sugeng mengaku baru tahu ada kejadian tersebut setelah ia melihat berita. 

"Kalau kami sendiri di lingkungan Tirtajaya, kami tidak tahu. Saya tahu dari Youtube," ungkap Sugeng. 

5. Lokasi penimbunan digunakan sebagai lahan parkir dan gudang 

Dari ketua RT, lokasi tempat penimbunan beras diketahui merupakan lokasi gudang sekaligus tempat parkir kendaraan karyawan JNE. Oleh karena itulah, tidak ada yang membuat warga atau pengurus lingkungan sekitar merasa curiga jika akhirnya ditemukan kuburan bansos membusuk di dalam tanah. 

"Di sini mobil penuh, jadi warga tidak tahu. Ketua lingkungan jadi tidak tahu kalau di sini ada aktivitas mencurigakan. Ini tempat parkir JNE, jadi kami tidak tahu. Bukan kami tidak memperhatikan lingkungan, kami cukup waspada jadi kami tidak tahu persis," ungkap Sugeng. 

6. Kemensos menemukan barang lain selain beras 

Setelah dilakukan pengecekan dilokasi yang disebut-sebut sebagai kuburan bansos tersebut, pihak Kemensos menemukan barang lain selain beras. Melalui temuan mereka, terdapat barang lain yang turut tertimbun di antara kantong-kantong beras. 

Kemensos mengaku usai mencium bau busuk, mereka menemukan barang lain yaitu tepung dan telur. 

“Jadi kalau dilihat dari kondisi yang ada, ini sebenarnya bukan bantuan beras saja, tapi ada tepung ada telur,” ungkap Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar di Kantor Kemensos, Selasa (2/8/2022). 

Dadang juga mengklaim jika pada bungkusan beras yang tertimbun, tidak tertempel stiker yang bertuliskan “Bantuan presiden melalui Kemensos” umumnya ditemukan di paket bansos. 

Itulah tadi deretan fakta bansos Jokowi dikubur di Depok Jawa Barat. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Bansos Dikubur JNE di Depok, Menko PMK: Negara Tidak Rugi

Beras Bansos Dikubur JNE di Depok, Menko PMK: Negara Tidak Rugi

| Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:58 WIB

Kubur Bansos Tanpa Izin di Lahan Miliknya, Rudi Samin Sebut JNE Dibekingi Oknum TNI

Kubur Bansos Tanpa Izin di Lahan Miliknya, Rudi Samin Sebut JNE Dibekingi Oknum TNI

News | Rabu, 03 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Heboh, Beras Terkubur di Depok, Kuasa Hukum JNE: Kita Sudah Ganti Semua Beras Yang Rusak

Heboh, Beras Terkubur di Depok, Kuasa Hukum JNE: Kita Sudah Ganti Semua Beras Yang Rusak

Jabar | Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:52 WIB

Terkini

Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan

Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan

News | Senin, 06 April 2026 | 07:05 WIB

Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru

Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru

News | Senin, 06 April 2026 | 07:03 WIB

Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel

Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 06:35 WIB

Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara

Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara

News | Senin, 06 April 2026 | 06:26 WIB

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

News | Senin, 06 April 2026 | 06:13 WIB

Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump

Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump

News | Senin, 06 April 2026 | 06:05 WIB

Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran

Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 05:57 WIB

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:51 WIB

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:35 WIB

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB