- Seorang pilot jet tempur F-15E Amerika Serikat berhasil diselamatkan setelah terjebak selama 48 jam di wilayah Iran.
- Pesawat tersebut ditembak jatuh di Iran selatan pada Jumat pagi dalam konflik yang terus memanas hingga kini.
- Operasi penyelamatan berlangsung dramatis melalui pertempuran sengit sebelum akhirnya korban dievakuasi dalam kondisi luka menuju lokasi aman.
Suara.com - Seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat akhirnya berhasil diselamatkan setelah terjebak selama 48 jam di wilayah Iran.
Korban merupakan awak kedua dari jet tempur F-15E yang ditembak jatuh di tengah perang AS-Iran yang terus memanas.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. “Ini adalah salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah AS,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Pesawat F-15E yang membawa dua awak dilaporkan ditembak jatuh di Iran selatan pada Jumat pagi.
“Ini pertama kalinya sejak 2003 sebuah pesawat AS ditembak jatuh dalam konflik,” demikian laporan yang dikutip dari Al Jazeera.
![Ilustrasi penyelamatan pilot AS [@MENA_Puls]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/43754-ilustrasi-penyelamatan-pilot-as.jpg)
Satu pilot berhasil dievakuasi beberapa jam setelah insiden.
Namun, awak kedua yang merupakan perwira sistem persenjataan sempat hilang dan menjadi target pencarian intensif selama dua hari.
“Iran bahkan menyerukan warga untuk menangkap tentara AS tersebut,” tulis laporan itu.
Imbalan disebut ditawarkan, memicu perburuan besar-besaran di wilayah pegunungan.
Situasi ini dinilai sangat krusial bagi Washington. “Militer AS tidak ingin meninggalkan satu pun personelnya di wilayah musuh,” kata analis keamanan Amin Saikal.
Operasi penyelamatan berlangsung dramatis dan diwarnai baku tembak sengit.
“Kami mendengar itu adalah pertempuran berat saat tim AS mendekat,” ujar jurnalis Al Jazeera John Hendren.
Puluhan pesawat tempur, helikopter Black Hawk, dan drone dikerahkan untuk menjemput korban.
Misi yang awalnya dirancang cepat berubah menjadi operasi panjang akibat perlawanan dari pihak Iran.
Trump mengungkapkan bahwa pilot tersebut berhasil bertahan meski terluka.