Mikrotrans Terhubung JakLingko Semakin Mudahkan Warga Bermobilitas

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:25 WIB
Mikrotrans Terhubung JakLingko Semakin Mudahkan Warga Bermobilitas
Penumpang saat tengah menaiki Mikrotrans. (Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Naik angkutan umum di DKI Jakarta sekarang lebih mudah, aman, dan nyaman. Jadwal keberangkatan, rute, jenis angkutan, hingga tarif bisa diketahui melalui aplikasi JakLingko. JakLingko adalah sebuah sistem transportasi publik terintegrasi yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta. Dalam pembangunan dan penataan sistem transportasi ini, Pemprov DKI berorientasi pada transit (Transit Oriented Development/TOD).

Dengan begitu, masyarakat tak perlu lagi kesulitan untuk bermobilitas dari satu tempat ke tempat lain. Hampir semua transportasi umum di Jakarta kini sudah saling tersambung, dari Transjakarta, MRT, LRT, angkot/feeder Mikrotrans, hingga KRL Commuter Line. Saat ini, sudah ada 6 lokasi integrasi MRT dan Transjakarta, 13 lokasi integrasi KRL dan Transjakarta, 2 lokasi integrasi LRT dan Transjakarta, serta 3 lokasi integrasi multimoda.

Kehadiran transportasi terintegrasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga dalam bermobilitas. Bukan hanya warga Jakarta, transportasi terintegrasi ini pun dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar Jakarta. Salah satunya Heydi Ruth Larashandy (22), seorang warga Pondok Gede, Bekasi. Heydi adalah seorang guru yang mengajar di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Setiap berangkat mengajar, dia selalu naik transportasi umum, yakni bus Transjakarta dan Mikrotrans JAK112 Terminal Tanah Merah-Pulo Gadung. Heydi mengaku, telah menggunakan Mikrotrans sejak diluncurkan sekitar dua tahun lalu, sebelum pandemi Covid-19. Menurut dia, naik Mikrotrans membuatnya bisa menghemat biaya transportasi.

Sewaktu belum ada Mikrotrans, ongkos transportasi yang harus dikeluarkannya mencapai Rp23.000-47.000 setiap hari. Biaya ini dikeluarkan untuk membayar bus Transjakarta PP Rp7.000, kemudian naik angkot PP yang berbayar Rp16.000, atau naik ojek PP bertarif Rp40.000 dari Pulogadung ke sekolah ataupun sebaliknya.

"Semenjak ada Mikrotrans, saya dari rumah di Pondok Gede, Bekasi, berangkat kerja untuk mengajar ke sekolah di Kelapa Gading, hanya mengeluarkan ongkos Rp7.000. Ongkos itu pun untuk naik Transjakarta pulang-pergi (PP), karena naik Mikrotrans-nya itu gratis," tuturnya.

Heydi mengaku puas dengan pelayanan Mikrotrans sejauh ini. Pasalnya, meski sama seperti angkot, Mikrotrans lebih bersih, nyaman, dan aman. Menurutnya, naik Mikrotrans lebih aman dibandingkan naik angkot biasa. Hal ini lantaran Mikrotrans dilengkapi dengan fasilitas CCTV. Selama naik Mikrotrans, dia belum pernah melihat insiden pencopetan.

Sopir Mikrotrans Tak Pusing Kejar Setoran

Program transportasi terintegrasi yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta ternyata bukan hanya memudahkan warga dalam bermobilitas, melainkan juga berkah bagi pengemudi. Mayoritas pengemudi mengaku senang dengan sistem baru ini. Pasalnya, mereka tak perlu stres mencari penumpang untuk mengejar setoran yang sudah dipatok oleh pemilik kendaraan.

baca juga

"Sekarang enaknya enggak usah mikirin setoran, enggak mikirin bensin juga. Kalau sekarang itu dibayarnya per kilometer. Jadi sebulan itu biasanya bisa dapat duit sekitar Rp4,1 juta," ujar Egi, salah seorang pengemudi Mikrotrans.

Dengan layanan angkot yang dibayar berdasarkan kilometer tempuh tersebut, angkot tidak perlu ngetem menanti penumpang. Ngetem merupakan keluhan terbesar pengguna angkot selama ini, yang membuat angkot semakin kurang diminati. Terlebih setelah merebak ojek online (ojol), karena masyarakat memilih menggunakan ojol yang lebih pasti waktunya daripada naik angkot.

Nah, Mikrotrans yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti AC hingga CCTV, jadwal keberangkatannya jelas, tidak ngetem, serta sopirnya disiplin berkendara karena dilarang saling menyalip. Inilah daya tarik bagi penumpang Mikrotrans di Jakarta.

Saling Terhubung dengan Moda Transportasi Publik

Mikrotrans juga terhubung dengan berbagai moda transportasi publik lainnya, seperti bus Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL. Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Mochammad Yana Aditya mengatakan, hingga saat ini, jumlah armada Mikrotrans sudah mencapai 2.092 unit yang beroperasi di 72 rute bus kecil. Sedangkan total armada bus Transjakarta sudah mencapai 3.620 unit yang beroperasi di 173 rute.

Adit mengungkapkan, seluruh Mikrotrans yang terintegrasi dengan Transjakarta wajib ber-AC. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 113 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Layanan Angkutan Umum Transjakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Siapkan Pendaftaran MyPertamina Kendaraan Dinas dan Angkutan Umum

Pertamina Siapkan Pendaftaran MyPertamina Kendaraan Dinas dan Angkutan Umum

Riau | Kamis, 28 Juli 2022 | 07:48 WIB

Antisipasi Keberadaan Parkir Liar, Polisi dan Dishub DKI Imbau Pengunjung CFW Gunakan Angkutan Umum

Antisipasi Keberadaan Parkir Liar, Polisi dan Dishub DKI Imbau Pengunjung CFW Gunakan Angkutan Umum

Depok | Selasa, 26 Juli 2022 | 17:46 WIB

Banyak Parkir Sembarangan, Dishub DKI Minta Pengunjung CFW Gunakan Angkutan Umum

Banyak Parkir Sembarangan, Dishub DKI Minta Pengunjung CFW Gunakan Angkutan Umum

News | Selasa, 26 Juli 2022 | 12:29 WIB

Pengamat Usul Pertalite Hanya untuk Motor dan Angkutan Umum: Tanpa MyPertamina

Pengamat Usul Pertalite Hanya untuk Motor dan Angkutan Umum: Tanpa MyPertamina

Riau | Senin, 11 Juli 2022 | 13:32 WIB

Pengamat: Tarif Integrasi Transportasi Jakarta Dibutuhkan Untuk Transisi Pandemi ke Endemi

Pengamat: Tarif Integrasi Transportasi Jakarta Dibutuhkan Untuk Transisi Pandemi ke Endemi

Jakarta | Rabu, 18 Mei 2022 | 18:55 WIB

Jaklingko Ikut Bangun Metaverse, Gandeng WIR Group

Jaklingko Ikut Bangun Metaverse, Gandeng WIR Group

Tekno | Selasa, 17 Mei 2022 | 23:14 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×