Suara.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyinggung kasus Kopda Muslimin yang berusaha membunuh sang istri karena ada wanita idaman lain (WIL). Ia mengaku tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan Kopda Muslimin tersebut.
"Kekerasan seksual, anak dimatiin sendiri, perselingkuhan, kemarin itu ada peristiwa apa ya, saya suka nonton TV ya. Suami nembak istrinya. Karena mau lari sama pacarnya," kata Megawati saat berpidato pada acara Kick Off Kolaborasi Penurunan Stunting, Jakarta, Senin (8/8/2022).
Megawati juga sempat melontarkan kebingungannya melihat keputusan Kopda Muslimin yang malah berencana ingin membunuh istrinya. Menurutnya, jalur penceraian menjadi jalan yang paling masuk akal ketimbang menghilangkan nyawa apalagi istri sendiri.
"Saya jadi ironis buanget. Lha ngopo dicerai saja lak istrine wes ngono, haih. Kadang saya tuh mikir, yang salah tuh bapak-bapak apa ibu-ibu, ya," ucapnya.
Atas kasus tersebut, Megawati lantas meminta kaum perempuan di Indonesia untuk tidak lemah.
"Lha kalau kena KDRT, ya laporlah. Ibu-ibunya punya dong harga diri," tuturnya.
"Kaum perempuan kita ini kalau dibandingkan di masa kita berjuang, itu menurut saya hebat ibu-ibu kita. Apa yang mengakibatkan mereka tidak punya sikap perjuangan kembali."
Diketahui, kepolisian mengungkap kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang beberapa waktu lalu. Terungkap bahwa, otak di balik kasus itu adalah suami korban sendiri yakni Kopda Muslimin.
Hal itu terkuak saat salah satu pelaku yang sudah tertangkap yaknsi Agus Santoso alias Gondrong memberikan kesaksiannya.
Kepada para pelaku, Kopda Muslimin disebut mengeluhkan merasa terkekang oleh istrinya, hingga meminta bantuan pembunuh bayaran untuk mengeksekusi istrinya.
Agus Santoso menuturkan saat itu Sugiyono alias babi (pelaku lain) mendatanginya di Magetan Jawa Timur.
Babi menyampaikan order Kopda Muslimin yang ingin mencelakakan istrinya.
Kasus penembakan istri Kopda Muslimin terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada 18 Juli 2022 ketika korban pulang bersama anaknya mengendarai motor.
Di depan rumah korban di Jalan Cemara 3, Banyumanik, Kota Semarang, korban ditembak dua kali. Pelaku langsung kabur.
Korban terluka di bagian perut, kemudian dibawa ke rumah sakit. Beruntung, putrinya tidak terluka dan saat ini dalam pendampingan oleh berbagai pihak. Pendampingan dilakukan terhadap tiga anak korban dan juga istri Kopda Muslimin.
Kopda Muslimin kemudian disebut sebagai dalang penembakan tersebut. Kopda Muslimin disebut membayar pembunuh bayaran untuk menembak istrinya. Ia memerintahkan komplotan untuk membuntuti dan melakukan eksekusi penembakan.
Bunuh Diri
Melansir dari Antara, Kopda Muslimin dipastikan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kelurahan Trompo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). Diketahui sosoknya sempat menjadi buronan karena diduga menjadi otak pelaku penembakan istrinya, Rina Wulandari.
Kematian Kopda Muslimin itu sendiri telah dikonfirmasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Ia langsung memberikan perintah untuk melakukan autopsi, demi mengetahui penyebab kematian.
"Akan dilaksanakan autopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Jenderal Dudung saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (28/7/2022).
Jenderal Dudung mengatakan, proses autopsi dan visum jenazah Kopda Muslimin akan melibatkan jajaran TNI AD.
"Sudah pasti (dilibatkan) personel TNI AD," ujar Jenderal Dudung.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi telah datang langsung ke lokasi kejadian tempat Kopda Muslimin meninggal dunia. Ia juga membenarkan jika Kopda Muslimin telah meninggal.
Berdasarkan keterangan Ahmad Luthfi, kronologi berawal saat Kopda Muslimin pulang ke rumah orang tuanya pada pagi hari. Dalam momen itu, Kopda Muslimin sempat meminta maaf kepada orang tuanya karena melakukan hal salah.
"Tadi pagi pulang ke rumah orang tuanya," ungkap Luthfi.
Sesaat kemudian, Kopda Muslimin masuk ke dalam kamar dan mendadak muntah-muntah. Kopda Muslimin kemudian sudah ditemukan tidak bernyawa oleh sang ayah yang bernama Mustaqim.
Kopda Muslimin dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Kini, petugas TNI dan Polri berjaga di sekitar rumah orang tua Kopda Muslimin.
Petugas Inafis Polres Kendal masih berada di lokasi untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara jenazah Kopda Muslimin sendiri dibawa ke RS Bhayangkara Semarang.