Megawati Ungkap Cerita Dirinya Mulai Berpikir untuk Mundur Sebagai Ketum PDIP, Tapi Dilarang Anak Buah

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:45 WIB
Megawati Ungkap Cerita Dirinya Mulai Berpikir untuk Mundur Sebagai Ketum PDIP, Tapi Dilarang Anak Buah
Megawati Soekarnoputri berbicara dalam Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di geladak KRI Dewaruci, Jakarta, Kamis (11/8/2022). [Tangkapan layar YouTube]

Suara.com - Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputeri mengungkapkan, jika dirinya sudah mulai berpikir untuk tidak lagi menjadi ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun ia mengaku dilarang anak buah untuk menyudahi jabatannya tersebut.

Hal tersebut disampaikannya saat berbicara dalam agenda 'Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara' yang digelar TNI Angkatan Laut di Geladak KRI Dewaruci, Jakarta pada Kamis (11/8/2022).

Awalnya, Megawati mengaku bingung ketika menjelaskan soal daftar riwayat hidup atau CV-nya. Menurutnya, semua pasti sudah mengetahui, jika ia pernah menjabat sebagai presiden, hingga menjadi ketum parpol selama 29 tahun.

"Tentu sudah pada tahu, saya anak Presiden pertama RI Ir Soekarno. Lalu saya pernah jadi anggota DPR tiga kali dipotong dua tahun menjadi wapres, lalu menjadi presiden, menjadi ketum partai selama kurang lebih 29 tahun tidak boleh turun-turun," kata Megawati.

Sampai kemudian, Megawati menyampaikan, bahwa dirinya suka bernegosiasi dengan anak buahnya soal jabatan ketua umum yang diemban selama 29 tahun.

Megawati merasa sudah cukup menjadi ketum partai politik. Namun, anak buahnya tegas meminta agar Megawati tetap menjadi ketum.

"Sampai hari ini, saya suka sekarang mulai bernegosiasi denhan anak buah saya, 'mbok saya sudah cukup jadi ketum partai'. Baru ngomong kaya gitu, ndak, langsung semua bilang ndak. Saya diam saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan, sampai sekarang dirinya masih dipercaya menduduki sejumlah jabatan dari mulai BPIP hingga BRIN.

"Sekarang ditugaskan sebagai Presiden RI jadi kepala pembinaan BPIP dan dewan pengarah BRIN. Untuk itu ada penugasan menyosilisasikan dua badan dan untuk menyemangati," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diundang ke Rusia, Megawati Telepon Putin: Saya Enggak Datang kalau Enggak Bawa Peralatan Perang

Diundang ke Rusia, Megawati Telepon Putin: Saya Enggak Datang kalau Enggak Bawa Peralatan Perang

Jogja | Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:42 WIB

Megawati Ajak Kaum Perempuan Sadar Hak yang Sama dengan Kaum Laki-Laki

Megawati Ajak Kaum Perempuan Sadar Hak yang Sama dengan Kaum Laki-Laki

Deli | Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:33 WIB

Megawati Ternyata Pernah Minta Peralatan Perang ke Presiden Rusia

Megawati Ternyata Pernah Minta Peralatan Perang ke Presiden Rusia

Poptren | Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:20 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB