Berkat PLN, Petani Buah Naga di Sinjai Ini Kini Bisa Raih Untung 4 Kali Lipat

Fabiola Febrinastri

Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:33 WIB
Berkat PLN, Petani Buah Naga di Sinjai Ini Kini Bisa Raih Untung 4 Kali Lipat
Ilustrasi kebun buah naga di Sulsel. (Dok: PLN)

Suara.com - Nyala ratusan bohlam menerangi kebun buah naga di Bumi Panrita Kitta, Sulawesi Selatan. Siapa sangka, terang bohlam mendatangkan cuan berlipat bagi pemilik kebun.

Buah naga menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat Indonesia. Tidak hanya karena memiliki tekstur lembut dan rasa manis, tapi juga kandungan nutrisi buah naga yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil buah naga. Ada banyak wilayah berpotensi untuk dijadikan sebagai lokasi untuk berkebun buah naga. Salah satunya Kabupaten Sinjai, Sulsel.

Di Sinjai, buah naga tumbuh subur pada September hingga April, sehingga menjadi peluang meraup rupiah bagi masyarakat.

Lukman, salah seorang pemilik kebun buah naga, mengaku fokus mengelola kebun seluas 1 hektare ini untuk menghidupi keluarga. Pria berusia 53 tahun itu, mengaku dalam musim panen yang berlangsung pada Oktober sampai April, biasanya memanen hingga 5 ton buah naga setiap bulan.

Padahal, harga buah naga mencapai Rp 10 ribuan per kilogram. Hasil panen buah naga dari kebunnya, lanjut Lukman, tidak hanya dikirim ke Makassar, tetapi juga ada yang diekspor hingga Malaysia.

"Musim panen raya itu mulai Oktober sampai April. Saat panen setiap bulan bisa dapat 5 ton. Saya antar sendiri ke Makassar," ujarnya.

Hanya saja, cerita manis tersebut terjadi pada periode tertentu, sementara setelah musim panen usai kebun buah naga milik Lukman tidak produktif. Digambarkan, total Lukman hanya dapat menghasilkan panen buah naga sebanyak 200 kikogram, di luar musim puncak dengan pendapatan maksimal Rp4 jutaan.

Melihat situasi ini, PLN Unit Induk Wilayah Sulsel, Tenggara dan Barat (UIW Sulselrabar) menginisiasi program bertajuk "Cahaya untuk Sang Naga", yang merupakan wujud komitmen untuk terus mendorong Electrifying Agriculture.

baca juga

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan dalam bentuk 500 bohlam kepada petani guna meningkatkan produktivitas buah naga di Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Cahaya lampu yang dipasang membantu buah naga berbunga dan berbuah di luar musimnya.

Program ini pun langsung dinikmati oleh Lukman. Saat ini, Lukman menerangi kebun buah naga miliknya sekitar 8 hingga 9 jam per hari selama 20 hari setiap bulan. Adapun, selama periode tersebut, Lukman biasanya membayar biaya listrik senilai Rp12 juta.

Jika dikalkulasi, maka biaya operasional untuk menerangi kebun buah naga tidak seberapa. Mengingat, dengan bantuan ratusan bohlam yang diberikan PLN, Lukman bisa panen buah naga hingga empat kali di luar musim.

“Per kilo harga buah naga lebih mahal di luar musim karena produksi kurang. Hanya saya saja yang bisa panen karena pakai bohlam. Harganya bisa sampai Rp20 ribu ke atas. Sedangkan kalau saat musim hanya Rp10 ribuan saja,” jelasnya.

Berkat terang bohlam dari PLN, Lukman bisa panen di luar musim. Satu kali panen, kebun buah naga milik Lukman dapat menghasilkan 500 kilogram hingga 700 kilogram dengan pendapatan sekitar Rp10 juta hingga Rp14 juta.

Dengan begitu, Lukman mampu memperoleh total cuan Rp40 juta hingga Rp56 juta di luar musim karena mampu melakukan panen hingga empat kali berkat bohlam. Dari peningkatan produktivitas kebun buah naga, Lukman pun berhasil membiayai anak pertamanya hingga lulus S2 di Kota Makassar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Layanan bagi Pulau Muna, PLN Percepat Pembangunan Jaringan SUTT Raha-Baubau

Tingkatkan Layanan bagi Pulau Muna, PLN Percepat Pembangunan Jaringan SUTT Raha-Baubau

Sulsel | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:37 WIB

PLN Bangun Transmisi Antar Pulau Pertama di Sulawesi untuk Tingkatkan Keandalan Listrik

PLN Bangun Transmisi Antar Pulau Pertama di Sulawesi untuk Tingkatkan Keandalan Listrik

Bisnis | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:31 WIB

Perkuat Kemitraan, USAID Dukung PLN Percepat Transisi Energi Bersih di Indonesia

Perkuat Kemitraan, USAID Dukung PLN Percepat Transisi Energi Bersih di Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:11 WIB

PLN Siapkan Pasokan Listrik Berlapis untuk Sukseskan ASEAN Para Games XI di Solo

PLN Siapkan Pasokan Listrik Berlapis untuk Sukseskan ASEAN Para Games XI di Solo

Jawa Tengah | Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:20 WIB

Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip, Dirut PLN Cek Langsung Kesiapan ASEAN Para Games XI

Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip, Dirut PLN Cek Langsung Kesiapan ASEAN Para Games XI

News | Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:06 WIB

Moeldoko  Jatuh Cinta dengan Kopi Pengalengan Milik UMKM Binaan PLN di PEVS 2022

Moeldoko Jatuh Cinta dengan Kopi Pengalengan Milik UMKM Binaan PLN di PEVS 2022

News | Sabtu, 23 Juli 2022 | 18:33 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×