Anggota DPR Sebut Hasil Autopsi Ulang Perkuat Motif Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Tak Bisa Mengelak Lagi

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:08 WIB
Anggota DPR Sebut Hasil Autopsi Ulang Perkuat Motif Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Tak Bisa Mengelak Lagi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa. [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan hasil autopsi ulang Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang sudah diumumkan akan memperkuat motif pembunuhan dengan cara ditembak.

Seperti diketahui pembunuhan terhadap Yosua sudah direncanakan oleh Irjen Ferdy Sambo beserta istrinya, Putri Candrawathi, Bripka RR, Bharada E dan Kuat Maruf.

"Dalam proses hukum sebenarnya itu (autopsi) memperkuat saja tentang niat, tentang motif pembunuhan. Tapi dalam pasal-pasal sudah memenuhi unsur menghilangkan nyawa seseorang," kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Desmond berujar, pada akhirnya hasil autopsi akan menjadi data tambahan dalam proses di peradilan, di mana pada proses tersebut pengadilan akan membongkar keseluruhan penyebab tewasnya Yosua.

"Kan ini intinya si A melakukan pembunuhan dengan sadis dan macam-macam. Tapi pasal yang dikenakan itu sudah sesuai dengan itu," ujar Desmond.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta semua pihak mengambil pelajaran dari hasil autopsi terakhir terhadap jenazah Brigadir J yang ternyata tidak ditemukan penganiayaan.

Habiburokhman meminta publik bisa lebih belajar lagi untuk tidak banyak berspekulasi terlalu dalam. Mengingat sebelumnya banyak spekulasi bahwa Yosua turut mengalami penyiksaan sebelum tewas ditembak, mulai dari kuku dicabut, jari dipotong dan sebagainya.

"Saya pikir ini menjadi pembelajaran juga buat kita semua, kalau kemarin kan banyak spekulasi-spekulasi yang beredar disiksa, dicabut kukunya, dipotong jarinya, segala macem," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

Tetapi semua spekulasi yang mengaitkan adanya penyiksaan justru terbantahkan dengan keluarnya hasil autopsi terakhir.

Karena itu, Habiburokhman menekankan pentingnya berbicara tentang kebenaran, namun sekaligus juga jangan sampai kelewat batas yang ujungnya justru bisa menyimpang.

"Jadi kita katakan yang benar, benar, yang salah katakan salah. Bahwa terjadi pembunuhan, pembunuhan harus dihukum ya tentu. Tapi bumbu-bumbunya itu jangan menyimpang," tutur dia.

Diketahui, terkait adanya kabar tentang jari Brigadir J putus akibat penyiksaan terbantahkan dengan adanya pengumuman hasil autopsi ulang yang dilakukan oleh tim dokter forensik independen.

Dokter Forensik Ade Firmansyah yang juga merupakan ketua tim autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J mengatakan bahwa berdasarkan hasil autopsi jari Brigadir J putus yang disebut akibat penyiksaan tidak benar, tapi luka tersebut akibat tersambar peluru tembakan.

"Itu adalah arah alur lintasan anak peluru, jelas sekali peluru keluar mengenai jarinya. Jadi itu memang alur lintasan, kalau bahasa awamnya mungkin tersambar ya seperti itu," kata Ade kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/8).

Lebih lanjut Ade mengatakan, luka tersebut berada di jari kelingking dan jari manis tangan kiri. Namun demikian, kata Ade, dirinya tidak dapat menjelaskan apakah luka di jari itu akibat Brigadir J berusaha melindungi kepalanya saat akan ditembak

"Kalau melindungi diri atau enggak, saya enggak tahu. Tapi memang sesuai analisa kami terkait anak lintasan anak peluru itu juga memang sesuai dengan arahan lintasannya ketika keluar dari tubuh tersebut," katanya.

Atas hasil tersebut, lanjut Ade, sekaligus mematahkan kabar yang menyebut kuku Brigadir J dicopot, termasuk temuan luka lebam di tubuhnya. "Enggak. Enggak (ada) kuku dicabut, enggak sama sekali," katanya.

Selain itu, Kata Ade, pihaknya pun memastikan bahwa seluruh luka yang ditemukan di tubuh Brigadir J akibat luka tembak.

"Hasil pemeriksaan kami pada saat kami lakukan autopsi, mau pun dengan pemeriksaan penunjang dengan pencahayaan dan hasil pemeriksaan mikroskopik, tidak ada luka-luka pada tubuhnya, selain luka-luka akibat kekerasan senjata api," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayah Ungkap Keinginan Brigadir J yang Belum Tercapai: Menikah Tahun Depan-Jadi Perwira

Ayah Ungkap Keinginan Brigadir J yang Belum Tercapai: Menikah Tahun Depan-Jadi Perwira

Jakarta | Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:02 WIB

Wakili Mendiang Anaknya Wisuda di UT, Samuel Hutabarat Enggan Komentari Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

Wakili Mendiang Anaknya Wisuda di UT, Samuel Hutabarat Enggan Komentari Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

News | Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:01 WIB

Nasib Ferdy Sambo di Polri Segera Diputuskan

Nasib Ferdy Sambo di Polri Segera Diputuskan

Selebtek | Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Viral Foto Brigadir J Menyetrika Seragam Sekolah Milik Anak Ferdy Sambo, Netizen Dibuat Geram: Itu Ajudan atau ART?

Viral Foto Brigadir J Menyetrika Seragam Sekolah Milik Anak Ferdy Sambo, Netizen Dibuat Geram: Itu Ajudan atau ART?

Blitz | Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:54 WIB

Ayah Brigadir J: Mendiang Yosua Bercita-cita Kuliah S2 dan Jadi Perwira Polri

Ayah Brigadir J: Mendiang Yosua Bercita-cita Kuliah S2 dan Jadi Perwira Polri

News | Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:52 WIB

Ayah Brigadir J Menangis Wakili Prosesi Wisuda Anaknya di Universitas Terbuka

Ayah Brigadir J Menangis Wakili Prosesi Wisuda Anaknya di Universitas Terbuka

Jakarta | Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:45 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×