Coast Guard Yunani Tembaki Kapal Kargo Turki yang "Mencurigakan" di Laut Aegea

Diana Mariska | Suara.com

Senin, 12 September 2022 | 13:07 WIB
Coast Guard Yunani Tembaki Kapal Kargo Turki yang "Mencurigakan" di Laut Aegea
Kapal coast guard Turki di Laut Aegea. (JOHN MACDOUGALL / POOL / AFP)

Suara.com - Coast guard atau penjaga pantai Yunani dilaporkan menembaki kapal kargo asal Turki yang tengah berlayar di perairan Laut Aegea akibat dianggap mencurigakan.

Berdasarkan keterangan coast guard Turki, penembakan tersebut terjadi di 11 mil laut (20 km) barat daya Pulau Bozcaada di Turki pada Sabtu (10/9). Badan tersebut juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Al Jazeera memberitakan bahwa setelah adanya “tembakan gangguan” dari dua kapal Yunani, kapal coast guard Turki mendatangi wilayah itu, dan kedua kapal Yunani itu meninggalkan area.

Video yang dirilis coast guard Turki disebut memperlihatkan kapal coast guard Yunani dan kapal kargo Turki. Suara tembakan juga terdengar dalam video, beserta seorang kru kapal yang mengatakan bahwa kapalnya ditembaki unit penjaga pantai Yunani.

Rekaman itu juga menunjukkan lubang yang tampak seperti lubang peluru di jendela dan langit-langit anjungan kapal.

Coast guard Yunani membenarkan bahwa pihaknya mengeluarkan tembakan peringatan pada satu kapal yang dianggap bergerak secara mencurigakan di dekat Pulau Lesbos yang merupakan teritori Yunani.

Kapten kapal kargo tersebut kabarnya tidak mengizinkan inspeksi kapal dan akhirnya dikawal menuju perairan Turki terdekat. Pihak Yunani juga menyebut bahwa mereka menginformasikan kejadian itu kepada otoritas maritim Turki.

Wilayah laut tersebut diketahui sering menjadi jalur kapal yang mengangkut imigran asal Turki menuju negara-negara Uni Eropa, seperti Yunani dan Italia.

Badan itu juga mengatakan mereka secara rutin melakukan pengecekan pada kapal-kapal mencurigakan di Laut Aegea.

Perselisihan antara dua negara bertetangga ini meningkat dalam beberapa minggu terakhir di mana masing-masing pihak menuduh pihak lain atas adanya pelanggaran wilayah udara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengeluarkan peringatan agar Yunani berhenti mengganggu jet tempur negaranya di atas Laut Aegea.

Sementara itu, otoritas Yunani mengatakan mereka perlu menjaga dan mempertahankan pulau-pulai di sebelah timur dari ancaman negara tetangganya tersebut.

Akan tetapi, Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan ia tetap terbuka untuk membuka diskusi dengan Presiden Erdogan untuk menyelesaikan isu ini.

“Saya menganggap pernyataan Presiden Turki baru-baru ini tidak dapat diterima. Namun, kami terus mencoba untuk membuka komunikasi,” kata Mitsotakis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Erdogan Siap Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Ajak Kedua Pemimpin Bernegosiasi di Turki

Presiden Erdogan Siap Akhiri Perang Rusia-Ukraina, Ajak Kedua Pemimpin Bernegosiasi di Turki

Jatim | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 07:15 WIB

Nilai Tukar Mata Uang Lira Anjlok, Harga Barang Branded di Turki Jadi Murah Meriah

Nilai Tukar Mata Uang Lira Anjlok, Harga Barang Branded di Turki Jadi Murah Meriah

Bisnis | Kamis, 09 Juni 2022 | 14:50 WIB

Diresmikan PBB, Ini 4 Fakta di Balik Pergantian Nama Negara Turki Jadi Turkiye

Diresmikan PBB, Ini 4 Fakta di Balik Pergantian Nama Negara Turki Jadi Turkiye

News | Sabtu, 04 Juni 2022 | 14:44 WIB

Resmi, Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengubah Nama Negara Turki Jadi Turkiye

Resmi, Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengubah Nama Negara Turki Jadi Turkiye

News | Jum'at, 03 Juni 2022 | 20:01 WIB

Harapkan Tindakan Nyata Melawan Teror, Erdogan Minta Keseriusan Swedia

Harapkan Tindakan Nyata Melawan Teror, Erdogan Minta Keseriusan Swedia

Jogja | Minggu, 22 Mei 2022 | 16:55 WIB

Terkini

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB