Bikin Darah Mendidih! Video Oknum TNI-Polri Tega Aniaya Suporter Arema FC Sebelum Banjir Gas Air Mata

Reza Gunadha | Elvariza Opita | Suara.com

Senin, 03 Oktober 2022 | 13:40 WIB
Bikin Darah Mendidih! Video Oknum TNI-Polri Tega Aniaya Suporter Arema FC Sebelum Banjir Gas Air Mata
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]

Suara.com - Kericuhan besar terjadi pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Publik pun memperdebatkan tragedi yang menyebabkan ratusan nyawa melayang ini. Meski sebagian besar pihak menuding SOP penanganan yang kurang tepat dari aparat pengamanan penyebab utamanya.

Misalnya saja ada aparat yang tertangkap kamera melakukan tindak represif kepada penonton pertandingan.

Hal ini seperti yang dilihat Suara.com di akun Instagram @video_iwan__fals. Terlihat aparat dan pendukung Arema FC yang saling berkejaran di lapangan Stadion Kanjuruhan.

Beberapa pendukung juga tampak melempar benda-benda kepada aparat, yang tidak disangka, dibalas dengan tak kalah represif. Sebab ada aparat yang kemudian tega memukul hingga menendang aparat.

Terlihat jelas di video ada oknum aparat TNI yang mengancam akan memukul seorang suporter Arema FC yang jatuh di lapangan.

Namun di sisi lapangan lain, terlihat seorang suporter yang dipukuli oknum polisi dengan membabi buta dengan memakai tongkat.

Adegan lain juga memperlihatkan oknum TNI yang menendang seorang suporter sampai terjatuh. Bahkan menurut akun Twitter @IbnoeAhmad4, Aremania yang ditendang oleh oknum TNI tersebut berakhir meninggal dunia.

"Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh TNI-AD bare hijau,,, akhirnya harus meregang nyawa tanpa ada belas kasihan dari sang penjaga NKRI itu!" cuitnya, dikutip pada Senin (3/10/2022).

Namun puncaknya tentu saja ketika aparat menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Tembakan gas air mata ini pula yang disinyalir menyebabkan suporter panik dan berusaha untuk keluar dari stadion secara bersamaan.

Kepanikan massal yang terjadi menyebabkan para suporter berdesak-desakan di pintu keluar ketika stadion berselimut gas air mata. Padahal FIFA telah melarang pemakaian gas air mata selama pertandingan sepak bola.

Tanggapan Warganet

Video prajurit TNI tendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang (tangkapan layar/ist)
Video prajurit TNI tendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang (tangkapan layar/ist)

Video yang memperlihatkan tindak represif sejumlah oknum aparat TNI/Polri ini mendapat banyak komentar miring warganet.

Banyak yang menyayangkan SOP pengamanan pertandingan yang kurang humanis. Meski tidak sedikit pula yang menilai kerusuhan bermula dari sikap penonton yang kurang legawa menerima kekalahan Arema FC.

"Maen tendang maen pukul," komentar warganet.

"Udah jatuh kena gas air mata masih di pukulin juga, ga kebayang sesek perih dan sakitnya," kata warganet.

"Andai Terima Kekalahan Tanpa Masuk Lapangan Dan Membahayakan Para Pemain. Mungkin Tragedi Berdarah Tak Terjadi.." tulis warganet.

"Yang katanya mengayomi... Padahal supoter belom tentu juga nyerang aparat," timpal yang lainnya.

Presiden Arema FC Meminta Maaf Soal Tragedi Kanjuruhan

Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana (kanan) bersama Manajer Arema FC Ali Rifki pada saat melakukan jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/4/2022). [ANTARA/Vicki Febrianto]
Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana (kanan) bersama Manajer Arema FC Ali Rifki pada saat melakukan jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (27/4/2022). [ANTARA/Vicki Febrianto]

Gilang Widya Permana selaku Presiden Arema FC mengaku sangat menyayangkan kerusuhan yang terjadi. Pria yang juga dikenal sebagai Juragan 99 itu mengaku siap bertanggung jawab penuh atas insiden yang terjadi.

"Saya siap bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada korban, masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa keluarga besar Aremania pada 1 Oktober 2022," tutur Gilang di Kantor Manajemen Arema di Malang, Senin (3/10/2022).

"Saya siap memberikan bantuan, santunan, meskipun itu tidak akan bisa mengembalikan nyawa korban," sambungnya. Ia juga menyebut peristiwa ini sangat di luar prediksi, apalagi karena tidak ada pendukung Persebaya Surabaya yang hadir di sana.

Respons Panglima TNI

Oknum Prajurit TNI yang terbukti melakukan kekerasan di luar kewenangannya dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pascapertandingan Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) bakal disanksi pidana.

Hal itu ditegaskan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa usai mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022).

"Kami tidak akan mengarah pada disiplin, tidak, tetapi pidana karena memang itu sudah sangat berlebihan. Itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau (yang lain) misalnya. Itu bagi saya masuk ke tindak pidana," ujar Jenderal Andika Perkasa.

Ia pun menyampaikan tim TNI telah mulai melakukan investigasi mengenai kemungkinan keterlibatan beberapa oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan pada beberapa suporter di area lapangan Kanjuruhan, sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang beredar di tengah masyarakat.

"Ya, kami sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kami lanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan (prajurit TNI)," ujar Andika.

Meskipun begitu, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan identitas oknum TNI tersebut. Ia lalu berjanji akan menyampaikan identitas oknum TNI itu maksimal pada besok sore.

"Kami di satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kami janji," ujar Andika.

Selanjutnya, dia juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat membantu pengusutan kasus ini. Andika mengatakan, bagi masyarakat yang mengetahui adanya oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan di lapangan Stadion Kanjuruhan, mereka bisa mengirim bukti berupa video kepada Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

"Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami. Siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum. (Video dikirim) Ke Puspen boleh, ke saya boleh," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Jenderal Andika Perkasa Pastikan Oknum TNI yang Terbukti Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan Disanksi Pidana

Tegas! Jenderal Andika Perkasa Pastikan Oknum TNI yang Terbukti Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan Disanksi Pidana

Jabar | Senin, 03 Oktober 2022 | 13:31 WIB

Presiden Arema Nyatakan Siap Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Mohon Maaf kepada Korban dan Masyarakat Indonesia

Presiden Arema Nyatakan Siap Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Mohon Maaf kepada Korban dan Masyarakat Indonesia

Bola | Senin, 03 Oktober 2022 | 13:17 WIB

Presiden FIFA Sebut Tragedi Kanjuruhan sebagai Hari Kelam bagi Sepak Bola

Presiden FIFA Sebut Tragedi Kanjuruhan sebagai Hari Kelam bagi Sepak Bola

Your Say | Senin, 03 Oktober 2022 | 13:16 WIB

Berkabung! Wali Kota Malang Ajak Warganya Kibarkan Bendera Setengah Tiang Mulai Hari Ini

Berkabung! Wali Kota Malang Ajak Warganya Kibarkan Bendera Setengah Tiang Mulai Hari Ini

Malang | Senin, 03 Oktober 2022 | 13:15 WIB

Gercep! Kru Najwa Shihab Bikin Investigasi Tragedi Kanjuruhan Malang

Gercep! Kru Najwa Shihab Bikin Investigasi Tragedi Kanjuruhan Malang

| Senin, 03 Oktober 2022 | 13:06 WIB

Terkini

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB