Saksi Mata Ceritakan Serangan Mantan Polisi ke Penitipan Anak di Thailand

Siswanto, BBC

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 03:00 WIB
Saksi Mata Ceritakan Serangan Mantan Polisi ke Penitipan Anak di Thailand
BBC

Suara.com - Para saksi mata pembantaian di sebuah pusat penitipan anak di Thailand menceritakan momen mengerikan ketika seorang mantan petugas polisi menerobos masuk dan menyerang staf dan anak-anak.

Nanticha Panchum, kepala guru di tempat penitipan anak itu, mengatakan bahwa setelah mengatur anak-anak untuk tidur siang, ia hendak membuat makan siang tatkala mendengar lima suara tembakan.

Ia berkata kepada BBC biasanya ada 92 anak-anak di pusat itu, tetapi karena bus bersama sedang mogok dan cuaca hujan, hanya ada 24 anak di lokasi pada saat serangan.

Hanya satu anak yang selamat, kata Nanticha.

"Ini sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan ... Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Saya benar-benar tidak bisa memikirkan apa pun saat ini," katanya.

Baca juga:

Salah satu guru lain mengenali si penyerang sebagai orang tua dari seorang anak di PAUD itu, katanya - meskipun anak tersebut sudah tidak bersekolah selama sebulan.

Nanticha mengatakan pria tersebut tidak pernah kelihatan tidak sehat, dan menambahkan ia selalu berlaku sopan ketika mengantar putranya dan kadang-kadang hampir terlalu banyak bicara.

Tetapi pada hari Kamis (06/10), Nanticha menceritakan seorang kolega berkata kepadanya bahwa mata pria itu juling dan ia tidak banyak bicara.

baca juga

Para guru berusaha mengunci pintu, tetapi pria itu mendobrak masuk dan pergi ke kamar tempat anak-anak tidur, katanya.

Nanticha mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa anggota staf sedang makan di luar ketika si penyerang memarkir mobilnya dan menembak mati empat orang dari mereka.

Ia kemudian "mendobrak pintu dengan kakinya dan kemudian masuk ke dalam" dan mulai menyerang anak-anak, katanya.

Seorang guru PAUD yang kelimpungan menceritakan bagaimana ia mengunci pintu dan berusaha mencari pertolongan sebelum si pembunuh, bersenjatakan pistol dan pisau, menembak masuk dan menyerang anak-anak yang sedang tidur.

Badannya gemetaran ketika menceritakan kepada Thairath TV Thailand bagaimana ia mendengar suara "mirip dengan petasan" dan menyaksikan dua koleganya terbaring di lantai sebelum melihat si penyerang berjalan ke arahnya.

Ia mengatakan ia menyuruh rekan-rekan lain untuk masuk ke sebuah ruangan dan mengunci pintu sebelum memanjat keluar dari dinding untuk mencari pertolongan.

Guru itu menangis sambil mengatakan ia tidak berhasil mendapatkannya tepat waktu.

Anak-anak berusia paling muda dua tahun termasuk di antara korban serangan di PAUD yang terletak di Provinsi Nong Bua Lamphu.

Jumlah anak-anak di sekolah lebih sedikit dari biasanya ketika si penyerang tiba karena hujan lebat membuat banyak orang tidak berangkat, menurut pejabat distrik Jidapa Boonsom, yang bekerja di sebuah kantor di dekatnya.

"Penembak datang sekitar waktu makan siang dan mula-mula menembak empat atau lima petugas di pusat penitipan anak," kata Jidapa kepada kantor berita Reuters.

Si penyerang kemudian mendobrak masuk ke ruang terkunci tempat anak-anak sedang tidur dan menyerang mereka, kata pejabat itu.

Awalnya orang mengira tembakan itu kembang api, katanya.

"Ini sungguh mengejutkan. Kami sangat takut dan berlari untuk bersembunyi begitu kami tahu itu penembakan. Begitu banyak anak yang terbunuh, saya belum pernah melihat yang seperti itu."

Seorang guru yang berhasil melarikan diri menyebut pisau yang dibawa penyerang "seperti pisau untuk memotong rumput - bentuknya melengkung".

Paweena Purichan, 31 tahun, mengatakan kepada kantor berita AFP ia sedang mengendarai sepeda motornya ke toko ketika bertemu dengan si penyerang yang mencoba menabrak pengemudi lain saat ia melarikan diri dari tempat kejadian menggunakan truk.

"Ia berniat menabrak orang lain di jalan," katanya.

"Si penyerang menabrak sebuah sepeda motor dan dua orang terluka. Saya pun ngebut untuk menjauh darinya.

"Ada darah di mana-mana," katanya.

Polisi menyebut nama penyerang itu Panya Kamrab, seorang letnan kolonel polisi yang telah diberhentikan dari kepolisian karena menggunakan narkoba.

Mereka mengatakan ia tampak gelisah sebelum serangan itu dan melepaskan tembakan setelah tidak dapat menemukan anaknya di pusat itu, menurut mediaThaiPBS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

Automechanika Jakarta 2026: Bukti Indonesia Siap Jadi Pusat Komponen Otomotif ASEAN

Automechanika Jakarta 2026: Bukti Indonesia Siap Jadi Pusat Komponen Otomotif ASEAN

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:30 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×