Untuk Apa Polisi China Membuka Kantor-Kantor Polisi di Luar Negaranya?

SiswantoABC Suara.Com
Senin, 17 Oktober 2022 | 03:00 WIB
Untuk Apa Polisi China Membuka Kantor-Kantor Polisi di Luar Negaranya?
Dokumentasi: Petugas polisi China pada hari pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) setelah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Beijing, China, Jumat (22/5/2020). ANTARA/REUTERS/Thomas Peter/aa.

Suara.com - Pemerintah China mengembangkan operasi kepolisiannya di lebih dari 80 kota di seluruh dunia, termasuk satu di Australia, sebagai bagian dari misi keamanan global di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan atau 'Belt and Road Initiative' (BRI) dari Presiden Xi Jinping.

Sebuah laporan dari kelompok hak asasi manusia internasional Safeguard Defenders yang dirilis awal bulan ini mengungkapkan polisi China telah mendirikan kantor polisi di luar negeri termasuk di Amerika Serikat, Jepang, Spanyol dan Prancis, tetapi tidak ada di Indonesia.

Kantor polisi China di luar negeri dikenal dengan sebutan "110 Overseas"  yang diambil nomor hotline darurat 110 di China.

Kantor-kantor polisi tersebut berafiliasi dan dijalankan oleh pemerintah lokal atau kotamadya di China, yang warga dari daerah tersebut banyak tinggal di luar negeri.

Misalnya, kota tenggara Fuzhou, yang diperkirakan 3 juta penduduknya tinggal di luar negeri, memiliki stasiun polisi luar negeri di Prato, Italia, dan di Barcelona, Spanyol.

Pihak berwenang China mengatakan kantor polisi tersebut, yang kadang-kadang disebut "contact points" atau "titik kontak", memberikan layanan kepada warga China di luar negeri, seperti untuk memperbarui kartu identitas nasional, paspor dan surat mengemudi, dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Tetapi kelompok hak asasi manusia khawatir kantor polisi di luar negeri juga dapat digunakan untuk menargetkan para pembangkang di luar negeri atau memaksa orang untuk kembali ke China, dengan risiko menghadapi persidangan yang berpotensi dipolitisasi.

'Titik kontak' di Sydney

Menyusul rilis laporan tersebut, ABC menemukan "titik kontak" resmi yang telah didirikan di Sydney oleh Departemen Keamanan Publik di kota Wenzhou, China, pada 2018.

Pihak berwenang China belum menanggapi pertanyaan soal kegiatan apa yang dilakukan kantor polisi tersebut di Australia.

Baca Juga: Pabrik TSMC Bakal Dihancurkan Jika China Invasi Taiwan

ABC belum melihat bukti apa pun terkait dugaan aktivitas yang dilakukan oleh kantor polisi di luar China, seperti yang disebutkan oleh lembaga Safeguard Defenders.

Operasi yang dilakukan di Sydney diumumkan dalam upacara resmi pada tahun 2019 di Wenzhou, tetapi tidak terdeteksi oleh pers Australia dan internasional.

Pada upacara tersebut, kepala polisi Wenzhou, Luo Jie, mengatakan titik kontak di luar negeri yang terhubung ke kotanya adalah "respons positif" terhadap kerangka kerja BRI dan mengatakan akan memberikan kemudahan bagi diaspora Wenzhou.

Australia tidak memiliki perjanjian BRI dengan China.

ABC menghubungi Polisi Federal Australia (AFP) untuk menanyakan keabsahan operasi polisi China di Australia.

"AFP tidak punya komentar," kata seorang juru bicara AFP kepada ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI