Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:12 WIB
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
Manajemen Garuda Indonesia memandang hasil pemeringkatan tersebut sebagai refleksi sekaligus momentum untuk memperkuat fondasi perusahaan. Foto ist.
baca 10 detik
  • Garuda Indonesia fokus akselerasi transformasi fundamental dan operasional pada tahun 2026.
  • Perusahaan merespons rating Bintang 4 Skytrax sebagai momentum perbaikan layanan berkelanjutan.
  • Strategi "5 Senses" diperkuat untuk tingkatkan kenyamanan penumpang dan kinerja keuangan GIAA.

Suara.com - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi transformasi di seluruh lini operasional dan layanan pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons strategis perusahaan setelah menerima pembaruan klasifikasi rating bintang 4 dari lembaga pemeringkatan maskapai internasional, Skytrax.

Manajemen Garuda Indonesia memandang hasil pemeringkatan tersebut sebagai refleksi sekaligus momentum untuk memperkuat fondasi perusahaan. Fokus utama di tahun 2026 adalah menyelaraskan perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan dengan penguatan kinerja keuangan yang menjadi prioritas transformasi.

"Tahun 2026 akan menjadi momentum percepatan transformasi landasan fundamen lini usaha dan operasional. Hal ini seiring dengan langkah perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan penumpang," tulis manajemen Garuda dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia memang tengah berjibaku pada aspek penyehatan fundamental kinerja, khususnya pada pos keuangan dan keberlanjutan usaha. Proses konsolidasi ini dilakukan secara bertahap untuk membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, adaptif, dan kompetitif di kancah global.

Kini, memasuki fase baru, perusahaan mulai menyusun roadmap peningkatan layanan menyeluruh yang mencakup penyegaran di berbagai touch points perjalanan penumpang. Mulai dari peningkatan kualitas layanan kabin, ground service di bandara, hingga lounge revamp.

Tidak hanya sekadar aspek teknis, emiten berkode saham GIAA ini juga akan mengoptimalkan layanan digital dan inflight service. Seluruh pengembangan tersebut tetap mengusung pendekatan unik khas Garuda Indonesia, yakni 5 senses experience yang meliputi aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.

"Kami menyadari transformasi layanan ini memerlukan waktu serta implementasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Namun, kami optimis setiap fase akan menghadirkan progres nyata bagi peningkatan kualitas layanan perusahaan," tambah manajemen.

Melalui disiplin transformasi ini, Garuda Indonesia membidik posisi yang lebih kuat sebagai national flag carrier yang tidak hanya unggul dalam layanan, tetapi juga tangguh secara finansial di tengah dinamika industri penerbangan dunia yang kian menantang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4

Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:17 WIB

Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun

Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:48 WIB

Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha

Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×