Desa di India Matikan TV Satu Jam Tiap Hari Agar Warga Bisa Ngobrol

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2022 | 01:00 WIB
Desa di India Matikan TV Satu Jam Tiap Hari Agar Warga Bisa Ngobrol
BBC

Suara.com - Sebuah desa di Negara Bagian Maharashtra, India, mendeklarasikan "kemerdekaan" dari dua kecanduan modern televisi dan internet setidaknya selama beberapa jam setiap hari.

Sirene yang berbunyi setiap pukul 19:00 di Desa Vadgaon, Distrik Sangli, merupakan pertanda bagi semua warga untuk mematikan televisi dan ponsel mereka.

Dua instrumen "kecanduan" tersebut boleh dinyalakan kembali ketika dewan desa membunyikan sirene lagi pada pukul 20:30.

"Kami memutuskan pada pertemuan desa tanggal 14 Agustus - menjelang Hari Kemerdekaan India - bahwa kami perlu menghentikan kecanduan ini," kata Vijay Mohite, ketua dewan desa, kepada BBC Hindi.

"Mulai hari berikutnya, semua televisi dan ponsel dimatikan ketika sirene berbunyi."

Baca juga:

Vadgaon memiliki populasi sekitar 3.000 orang, sebagian besar terdiri dari petani dan pekerja pabrik gula.

Mohite mengatakan anak-anak menjadi tergantung pada televisi dan ponsel lantaran kelas online selama pandemi Covid-19.

Setelah semua institusi pendidikan dibuka kembali pada tahun ini, anak-anak kembali menghadiri kelas reguler di sekolah dan perguruan tinggi.

"Tetapi mereka kembali [dari kelas] lalu bermain di ponsel atau duduk dan menonton televisi," ujarnya.

Ia menambahkan, banyak orang dewasa juga menghabiskan terlalu banyak waktu di gawai mereka alih-alih berbicara satu sama lain.

Vandana Mohite (bukan kerabat Vijay Mohite) mengatakan ia merasa kesulitan mengawasi kedua anaknya "karena mereka akan fokus sepenuhnya bermain dengan telepon atau menonton TV".

"Sejak norma baru ini dimulai, jauh lebih mudah bagi suami saya untuk membantu mereka belajar sepulang kerja dan saya bisa dengan damai melakukan pekerjaan saya di dapur," imbuh perempuan itu.

Namun, meyakinkan semua warga desa untuk setuju dengan gagasan detoks digital ini tidaklah mudah.

Vijay Mohite mengatakan pada awalnya, ketika dewan membahas masalah ini dan mengajukan proposal kepada penduduk desa, warga laki-laki mencemooh gagasan itu.

Dewan kemudian mengumpulkan warga perempuan, yang cukup terbuka untuk mengakui bahwa mereka bisa jadi keasyikan menonton banyak serial TV dan setuju bahwa seluruh desa perlu mematikan televisi dan ponsel selama beberapa jam.

Dewan pun kembali mengadakan pertemuan, dan memutuskan bahwa sebuah sirene akan dipasang di atas kuil desa.

Keputusan itu awalnya tidak mudah untuk diterapkan. Saat sirene berbunyi, staf dewan dan kelompok penduduk desa berkeliling, meminta warga untuk mematikan TV dan ponsel mereka.

"[Sekarang], keputusan itu akhirnya diterapkan sepenuhnya di seluruh desa," kata Mohite.

Tapi, apakah mematikan TV dan telepon Anda sebentar dapat membantu?

Bisa, kata Dr Manoj Kumar Sharma, profesor psikologi klinis di National Institute of Mental Health and Neurosciences (Nimhans).

"Covid telah meningkatkan preferensi untuk aktivitas online atau waktu yang dihabiskan untuk aktivitas online," katanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Sharma dan rekan-rekannya di antara 682 orang dewasa (495 perempuan dan 187 laki-laki) antara Juli dan Desember 2020, menunjukkan bahwa "penggunaan internet yang bermasalah" adalah fenomena yang muncul dengan cepat di kalangan remaja dan dewasa muda.

Ini salah satu tantangan paling kritis yang muncul akibat meningkatnya penggunaan internet.

"Risiko penggunaan bermasalah meningkat dengan penggunaan internet yang tidak produktif secara berlebihan, yang dapat menyebabkan stres psikologis," menurut temuan studi tersebut. "Ini berpotensi membahayakan banyak aspek kehidupan remaja."

Remaja yang punya kecenderungan mengalami stres psikologis atau mereka yang mengalami stres, cenderung menggunakan internet dalam berbagai bentuknya (media sosial, gim online, dan sebagainya) untuk melarikan diri sejenak dari keadaan emosi yang tidak menyenangkan, imbuhnya.

Akibatnya, mereka dapat melewatkan interaksi sosial secara langsung, kumpul-kumpul sosial, interaksi keluarga, dan acara ekstrakurikuler sehingga perlahan-lahan menjadi terisolasi.

Puasa digital yang dilakukan secara sadar sebagai satu keluarga untuk terlibat dalam aktivitas yang berkualitas adalah landasan untuk mengurangi ketergantungan pada aktivitas online, kata Dr Sharma.

"Anda perlu berbicara dengan anak-anak dan memastikan mereka punya kegiatan rekreasi fisik atau offline serta tidur dan asupan makanan yang cukup," katanya.

Dilip Mohite, seorang petani tebu yang memiliki tiga putra usia sekolah, berkata ia dapat melihat perbedaan yang telah dibuat oleh keputusan tersebut.

"Sebelumnya, anak-anak tidak berkonsentrasi pada studi mereka," katanya. "Sekarang, ada percakapan normal [di rumah, bahkan] di antara orang dewasa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:49 WIB

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 21:36 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Ungkap Hasil Lawatan Prabowo: Rp575 Triliun Komitmen Bisnis

Seskab Teddy Ungkap Hasil Lawatan Prabowo: Rp575 Triliun Komitmen Bisnis

Video | Senin, 06 April 2026 | 21:15 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Terkini

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!

News | Senin, 06 April 2026 | 21:02 WIB

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang

News | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:48 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!

News | Senin, 06 April 2026 | 20:22 WIB

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi

News | Senin, 06 April 2026 | 20:20 WIB

Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu

Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu

News | Senin, 06 April 2026 | 20:07 WIB

Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap

Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap

News | Senin, 06 April 2026 | 20:01 WIB

Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah

Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah

News | Senin, 06 April 2026 | 19:55 WIB

Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia

Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia

News | Senin, 06 April 2026 | 19:41 WIB