ASEAN Serukan Penghentian Pertempuran di Myanmar

Diana Mariska

Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:27 WIB
ASEAN Serukan Penghentian Pertempuran di Myanmar
Logo ASEAN

Suara.com - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyampaikan keprihatinan dan kekhawatiran terkait meningkatnya kekerasan di Myanmar serta menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan segera menghentikan pertempuran.

Kamboja, yang tengah menjabat sebagai ketua ASEAN tahun ini, menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas kondisi di Myanmar yang telah dilanda kekerasan sejak kelompok militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.

Junta militer Myanmar menahan Suu Kyi dan ribuan aktivis serta melancarkan tindakan keras brutal yang memicu perlawanan bersenjata di negara itu.

Dalam beberapa minggu terakhir, Myanmar juga telah diwarnai sejumlah insiden paling berdarah yang menewaskan puluhan orang.

Dalam pernyataannya, Kamboja menyebutkan peristiwa pengeboman di penjara terbesar Myanmar, konflik di negara bagian Karen, dan serangan udara di negara bagian Kachin pada Minggu, yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 50 orang.

"Kami sangat sedih dengan meningkatnya jumlah korban dan penderitaan besar yang dialami warga biasa di Myanmar," sebut Kamboja.

Konflik itu tidak hanya memperburuk situasi kemanusiaan di Myanmar tetapi juga merusak upaya untuk menerapkan "konsensus" perdamaian yang disepakati antara ASEAN dan junta pada 2021, kata pernyataan itu.

"Oleh karena itu, kami sangat mendesak penghentian sepenuhnya dan segera atas segala tindak kekerasan.”

ASEAN memimpin upaya diplomatik untuk membangun perdamaian di Myanmar, tetapi pihak junta tidak berbuat banyak untuk menerapkan "konsensus" ASEAN yang berisi komitmen untuk segera menghentikan kekerasan dan memulai dialog menuju kesepakatan damai.

Para menteri luar negeri ASEAN akan bertemu pada Kamis (27/10) untuk membahas krisis di Myanmar, kata Kamboja pada Minggu (23/10).

Melalui surat terbuka, sebanyak 457 organisasi masyarakat sipil Myanmar juga telah menyerukan kepada para pemimpin ASEAN untuk membatalkan rencana perdamaian yang disepakati dengan junta militer, dan sebagai gantinya, bekerja sama dengan para pemimpin sipil dan pemerintah bayangan Myanmar. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASEAN Promosikan Transisi Pekerjaan Informal Menuju Pekerjaan Formal

ASEAN Promosikan Transisi Pekerjaan Informal Menuju Pekerjaan Formal

Metro | Rabu, 26 Oktober 2022 | 12:09 WIB

Indonesia dan ASEAN Siapkan Dokumen Panduan Ketenagakerjaan Pasca Pandemi

Indonesia dan ASEAN Siapkan Dokumen Panduan Ketenagakerjaan Pasca Pandemi

Metro | Rabu, 26 Oktober 2022 | 00:03 WIB

Rupiah Ambrol ke Posisi Rp15.575 per Dolar AS

Rupiah Ambrol ke Posisi Rp15.575 per Dolar AS

Foto | Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:47 WIB

Daftar 3 Negara ASEAN Lolos ke Piala Asia U-20 2023, Thailand yang Paling Merana

Daftar 3 Negara ASEAN Lolos ke Piala Asia U-20 2023, Thailand yang Paling Merana

Bola | Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Dua Mobil Raih Penghargaan untuk Urusan Keselamatan versi ASEAN NCAP

Dua Mobil Raih Penghargaan untuk Urusan Keselamatan versi ASEAN NCAP

Otomotif | Senin, 17 Oktober 2022 | 14:44 WIB

Studi: 77% Organisasi di ASEAN Fokus Pada Keberlanjutan

Studi: 77% Organisasi di ASEAN Fokus Pada Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 12:51 WIB

Terkini

Fahri Hamzah Kritik Usulan Threshold 5 Persen: Itu Sikap 'Banci' Partai Besar!

Fahri Hamzah Kritik Usulan Threshold 5 Persen: Itu Sikap 'Banci' Partai Besar!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Daftar 166 Pejabat Ring Utama Presiden Prabowo Subianto, Terbesar Sejak Era Soekarno

Daftar 166 Pejabat Ring Utama Presiden Prabowo Subianto, Terbesar Sejak Era Soekarno

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:06 WIB

7 Kesalahan Urutan Skincare yang Malah Bikin Wajah Makin Kusam dan Berminyak

7 Kesalahan Urutan Skincare yang Malah Bikin Wajah Makin Kusam dan Berminyak

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Drama Tikungan Terakhir Motegi! Badly Sukses Kunci Podium Perdana Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026

Drama Tikungan Terakhir Motegi! Badly Sukses Kunci Podium Perdana Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026

Sport | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Urutan Pemakaian Retinol, Niacinamide, dan Moisturizer agar Tidak Iritasi

Urutan Pemakaian Retinol, Niacinamide, dan Moisturizer agar Tidak Iritasi

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Anthony Hudson Akui Kekuatan Timnas Indonesia, Thailand Harus Kerja Keras di Final FIFA ASEAN Cup

Anthony Hudson Akui Kekuatan Timnas Indonesia, Thailand Harus Kerja Keras di Final FIFA ASEAN Cup

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Tokoh Kritis Jadi Wantimpres: Strategi 'Soft Cooptation' Prabowo yang Berisiko Jadi Bom Waktu

Tokoh Kritis Jadi Wantimpres: Strategi 'Soft Cooptation' Prabowo yang Berisiko Jadi Bom Waktu

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!

Begini Kualitas Udara Kota Makassar Senin 5 Oktober, Gubernur: Pakai Masker!

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2: Ketika Masa Lalu Kembali Mengusik

Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2: Ketika Masa Lalu Kembali Mengusik

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kasus Bullying Sekolah Internasional Tangsel Damai, Menteri PPPA: Anak Berhak Mendapatkan Rasa Aman

Kasus Bullying Sekolah Internasional Tangsel Damai, Menteri PPPA: Anak Berhak Mendapatkan Rasa Aman

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:54 WIB

×