Elektabilitas PDIP Jeblok Bikin Ketar-ketir, NasDem Kipas-kipas Berkat Anies

Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:17 WIB
Elektabilitas PDIP Jeblok Bikin Ketar-ketir, NasDem Kipas-kipas Berkat Anies
Logo PDI Perjuangan. [dok]

Suara.com - Elektabilitas Partai NasDem mengalami angin segar berkat mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden atau capres 2024. Nasib berbeda dialami PDIP, di mana elektabilitasnya mengkhawatirkan.

Mengutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, survei nasional lembaga Populi Center telah merilis hasil elektabilitas terhadap partai politik yang akan dipilih publik jika pemilihan legislatif dilaksanakan hari ini.

Hasilnya, sebanyak tujuh partai berhasil mendapatkan elektabilitas di atas empat persen per Oktober 2022, di mana angka itu merupakan ambang batas untuk mengajukan capres.

Partai dengan elektabilitas tertinggi masih dipegang oleh PDIP dengan 15,7 persen. Posisi kedua ditempati Partai Gerindra dengan elektabilitas 12,6 persen, lalu disusul Partai Golkar di posisi ketiga dengan 10,3 persen.

Selanjutnya PKB berhasil mendapatkan elektabilitas 7,8 persen dan Partai Nasdem dengan 7,3 persen. Kemudian PKS mendapatkan 6,4 persen, dan Partai Demokrat sebesar 6,3 persen.

Walau PDIP menempati urutan pertama, namun nyatanya elektabilitas partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan Juli 2022, yang berhasil meraih 21,2 persen.

Penurunan juga dialami oleh sejumlah partai lainnya, yakni Partai Gerindra, Golkar, dan PKB dibandingkan Juli lalu. Gerindra sebelumnya meraih 13 persen, Golkar 12,2 persen dan PKB 8,3 persen.

Kondisi berbeda dialami oleh Partai NasDem yang justru mengalami peningkatan elektabilitas berkat mengusung Anies Baswedan. Partai yang diketuai Surya Paloh ini meraih kenaikan 1 persen dibandingkan Juli lalu yang sebesar 6,3 persen.

Sementara itu, Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono stagnan, atau tidak mengalami kenaikan atapun penurunan dengan tetap di angka 6,3 persen. Sedangkan PKS naik sebesar 4 persen di bandingkan Juli lalu.

baca juga

Hasil ini dipaparkan Peneliti Senior Populi Center, Usep S. Ahyar dalam rilis Survei Nasional bertajuk Evaluasi Tiga Tahun Kinerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Dinamika Politik Menjelang Pemilu Tahun 2024.

"Dalam konteks partai itu, di beberapa partai walaupun tidak terlalu mencolok, NasDem alami kenaikan kalau dilihat walaupun hanya 1-2 persen kalau dibandingkan Juli dan Maret," kata Usep secara virtual, Rabu (26/10/2022).

Usep mengatakan, kenaikan elektabilitas Nasdem berhubungan positif dengan pencalonan Anies Baswedan yang juga mempunyai elektabilitas tinggi di Pilpres 2024.

Dalam survei Populi, Anies berhasil meraih elektabilitas 29,2 persen atau posisi kedua setelah Ganjar Pranowo dengan 29,7 persen, disusul Prabowo Subianto 27,6 persen.

Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi efek ekor jas atau coattail effect. Ini berkaca pada gelaran Pilpres di tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dilihat pengalaman-pengalaman Pilpres lalu, memang tokoh ini mempunyai coattail effect atau efek ekor jas yang dapat membawa partai yang mendukung itu memiliki potensi untuk menaikkan elektabilitas," jelasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mau Tergesa-gesa Deklarasikan Koalisi, PKS Ingin Fokus PR Tim Kecil Bareng Demokrat Dan NasDem

Tak Mau Tergesa-gesa Deklarasikan Koalisi, PKS Ingin Fokus PR Tim Kecil Bareng Demokrat Dan NasDem

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:07 WIB

Ogah Berandai-andai Anies Bakal Pilih Pendamping dari Luar Koalisi, AHY Yakin jadi Cawapres?

Ogah Berandai-andai Anies Bakal Pilih Pendamping dari Luar Koalisi, AHY Yakin jadi Cawapres?

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:01 WIB

Sama-sama Punya Kepentingan, Analis Nilai NasDem, Demokrat dan PKS Akan Sulit Menemukan Titik Temu

Sama-sama Punya Kepentingan, Analis Nilai NasDem, Demokrat dan PKS Akan Sulit Menemukan Titik Temu

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:53 WIB

Gantikan Anies Baswedan, Kini Gubernur Kaltim Isran Noor Jadi Ketua Umum APPSI

Gantikan Anies Baswedan, Kini Gubernur Kaltim Isran Noor Jadi Ketua Umum APPSI

Kaltim | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:50 WIB

Nasdem Disebut Masih Bisa Rusak KIB hingga Menarik PKB dengan Iming-iming Cak Imin Jadi Cawapres Anies

Nasdem Disebut Masih Bisa Rusak KIB hingga Menarik PKB dengan Iming-iming Cak Imin Jadi Cawapres Anies

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Gegara Pernyataan Siap Nyapres, Ganjar Pranowo Kena Sanksi PDIP

Gegara Pernyataan Siap Nyapres, Ganjar Pranowo Kena Sanksi PDIP

Video | Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×