Cecar Menkes Budi Gegara Obat Impor Penawar Gagal Ginjal, Anggota DPR: Mau Jualan Obat Lagi?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 02 November 2022 | 15:55 WIB
Cecar Menkes Budi Gegara Obat Impor Penawar Gagal Ginjal, Anggota DPR: Mau Jualan Obat Lagi?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww].

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengkritik pembelian obat impor yang diklaim Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dapat menurunkan kasus gagal ginjal akut. Menurut Irma pembelian obat itu belum dibutuhkan.

Pertama karena penyebab utama penyakit gagal ginjal akut belum diketahui dan kedua pembelian obat menjadi tanda tanya di publik. Bukan tidak mungkin ada prasangka, pemerintah ingin jual beli obat dengan memanfaatkan momentum penyakit gagal ginjal akut.

"Ini kan menimbulkan pertanyaan dari publik, ini mau jualan obat lagi nih?" tanya Irma kepada Budi di rapat kerja Komisi IX DPR RI, Rabu (2/11/2022).

Irma meminta praduga-praduga itu bisa dihindari dengan menyikapi permasalahan dengan bijak. Tidak melulu harus disikali dengan obat impor untuk menangani gagal ginjal akut yang penyebabnya bahkan belum dipastikan.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem,  Irma Suryani Chaniago. (Tangkapan layar/ist)
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem,  Irma Suryani Chaniago. (Tangkapan layar/ist)

"Nah yang begini gini jangan lah ya. Kasihan presiden kita kalau politik sudah digunjingin di mana-mana, tapi pembantu-pembantunya enggak menjaga nama baik presiden," kata Irma.

Diminta Setop Beli Obat Impor

Sebelumnya, Menkes Budi pamer kasus gagal ginjal akut menurun drastis berkat adanya obat impor. Menanggapi itu, Irma justru meminta Menkes Budi setop membeli obat.

Ia memandang pembelian obat itu menjadi aneh lantaran penyebab utama gagal ginjal sendiri sampai dengan saat ink belum dipastikan karena apa. Ia meminta Menkes bersama Badan Pengelola Obat dan Makanan (BPOM) benar-benar mencari sebab penyakit, baru kemudian mencari obat.

"Cari dulu betul-betul apa yang menjadi sebab terjadinya kasus ginjal akut ini pada anak ini. Jangan beli obat dulu yang dikedepankan," kata Irma di rapat kerja Komisi IX dengan Menkes dan Kepala BPOM, Rabu.

baca juga
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kiri) mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).  ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kiri) mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Irma mengimbau Menkes Budi seharusnya berempati kepada para korban. Bukan justru membanggakan pembelian obat impor yang diklaim menurunkan jumlah kasus, tetapi di satu

"Jangan gitu juga kali ya. Iya dong. Orang kasusnya belum ditemukan kok penyebab yang utamanya belum ditemukan kok sudah beli obat. Terus sudah ngomong lagi dari Singapura dasi sini dari sini dari sini, aduh," kata Irma.

"Tolong pak. Kita mesti memberikan empati kepada korban. Tolong cari dulu penyebab utamanya itu apa," tandasnya.

Klaim Berkat Obat Impor

Menkes Budi sebelumnya mengklaim kasus gagal ginjal akut sudah mengalami penurunan drastis. Penurunan itu disebabkan beberapa fakor, mulai dari pelarangan obat sirup mengandung cairan etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE) hingga mendatangkan antidotum atau obat penawar berupa Fomipizole yang diimpor dari luar negeri.

"Terjadi penurunan kematian yang sangat drastis setelah adanya obat dari Tomipizole ini," kata Budi dalam paparannya di rapat kerja di Komisi IX DPR RI, Rabu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Pamer Kasus Gagal Ginjal Turun Berkat Obat Impor, DPR: Jangan Gitu Kali, Penyebab Belum Tahu Kok Sudah Beli Obat?

Menkes Pamer Kasus Gagal Ginjal Turun Berkat Obat Impor, DPR: Jangan Gitu Kali, Penyebab Belum Tahu Kok Sudah Beli Obat?

News | Rabu, 02 November 2022 | 15:15 WIB

Cari Bukti Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Polri Selidiki Proses Produksi Obat Sirup PT Afi Farma

Cari Bukti Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Polri Selidiki Proses Produksi Obat Sirup PT Afi Farma

News | Rabu, 02 November 2022 | 15:12 WIB

Bareskrim Polri Datangi PT Afi Farma Untuk Dalami Proses Produksi Obat Sirop

Bareskrim Polri Datangi PT Afi Farma Untuk Dalami Proses Produksi Obat Sirop

News | Rabu, 02 November 2022 | 14:54 WIB

Komunikasi Publik Menkes Dan Kepala BPOM Soal Kasus Gagal Ginjal Dinilai Buruk, DPR: Cuma Bikin Gaduh

Komunikasi Publik Menkes Dan Kepala BPOM Soal Kasus Gagal Ginjal Dinilai Buruk, DPR: Cuma Bikin Gaduh

News | Rabu, 02 November 2022 | 14:30 WIB

Terkini

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:48 WIB

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:45 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

×