Suara.com - Dua politisi kondang yakni Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri panen kritik atas langkah mereka mendatangi lokasi Tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan, pada Kamis (10/11/2022).
Publik kini menyayangkan keduanya jauh-jauh menyambangi lokasi insiden tersebut hingga ke luar negeri padahal masyarakat masih sedang berada dalam kondisi duka usai digempur Tragedi Kanjuruhan.
Meski telah singgung Tragedi Kanjuruhan, Puan tetap panen hujatan
Kritikan tersebut datang meski Puan telah menyinggung soal Tragedi Kanjuruhan dalam unggahan lawatannya ke Negeri Ginseng itu.
Berkaca dari Insiden Itaewon, Puan memakai momentum tersebut agar para pemangku kepentingan mampu membenahi segala aspek agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak terjadi kembali.
"Kita pun harus belajar dan bebenah, terutama pasca musibah serupa di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ke depan harus ada standar operasional yang ketat untuk acara-acara yang mengundang kerumunan, memperkuat manajemen pengendalian massa juga langkah preventif mencegah kapasitas yang berlebih mengantisipasi euphoria masyarakat pasca-pandemi," tulis Puan dalam caption unggahan Instagram, Kamis (10/11/2022).
Politisi Demokrat layangkan kritik
Salah satu kritikan tersebut datang dari politisi Demokrat, Yan Harahap.
Yan sontak menyindir pemilihan prioritas Puan selaku ketua DPR terhadap kedua insiden itu.
"Apa mendatangi lokasi tragedi Kanjuruhan tak begitu penting?" cuit Yan Harahap melalui akun Twitter-nya @YanHarahap, Kamis (10/11/2022).
Ragam respon Warganet: Singgung soal Megawati yang meresmikan Stadion Kanjuruhan
Tak hanya para politisi, langkah Puan dan Megawati juga menuai kritik tajam dari warganet.
Akun resmi band rock The Panturas menyayangkan Puan sebagai ketua DPR tak memprioritaskan Tragedi Kanjuruhan yang kini genap memasuki 40 hari setelah terjadinya insiden.
"40 hari tragedi Kanjuruhan, Ketua DPR yang seharusnya berbicara paling lantang mewakili rakyat malah ke Itaewon," cuit akun Twitter resmi The Panturas.
Akun tersebut juga memberi saran agar citra Puan kembali baik di mata publik.