Kukuhkan 1.007 Wisudawan, Polimedia Ciptakan Lulusan Siap Hadapi Era Society 5.0

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kukuhkan 1.007 Wisudawan, Polimedia Ciptakan Lulusan Siap Hadapi Era Society 5.0
Direktur Polimedia, Tipri Rose Kartika saat mengkukuhkan wisudawan di Wisuda XII Program Diploma Tiga (D3) dan Sarjana Terapan (D4) Tahun 2022 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan. (Istimewa)

Ini mengingat industri kreatif sedang tumbuh pesat di tanah air.

Suara.com - Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) menggelar Wisuda XII Program Diploma Tiga (D3) dan Sarjana Terapan (D4) Tahun 2022 di Balai Sudirman, Tebet (10/11/2022). Tahun ini Polimedia mengukuhkan 1007.

Direktur Polimedia, Tipri Rose Kartika mengatakan, saat ini, anak muda harus terus berinovasi dan membuat sebuah ciptaan, temuan, dan karya sehingga dapat bermanfaat di masyarakat. Oleh karena itu, wisadawan yang baru saja dikukuhkan Polimedia dipastikan siap untuk menghadapi Era Society 5.0.

"Era Society 5.0 sudah di depan mata, era dimana kompetensi anak muda yang kreatif dan inovatif untuk mendorong lulusan Polimedia agar terus berkarya dan berinovasi" tutur wanita yang akrab disapa Ocha tersebut saat dijumpai wartawan.

Menurut Ocha, saat ini, industri kreatif sedang tumbuh dengan baik. Polimedia menjadi sentral disaat Indonesia membutuhkan lulusan untuk mendorong ekonomi kreatif seperti fesyen, penerapan teknologi multimedia, hingga kuliner.

Baca Juga: Ferry Salim Jadi Sarjana Hukum di Usia 56 Tahun, Buktikan Umur Bukan Hambatan untuk Menimba Ilmu

"Industri kreatif di era saat ini sangat bertumbuh, ditambah bonus demografi yang digadang-gadang menjadi kekuatan bangsa Indonesia di kancah internasional" jelas Ocha.

Pada Tahun ini, Polimedia meluluskan 58 wisudawan program D4 dan 949 wisudawan program D3 dari 14 program studi yang ada di Polimedia. Ocha berpesan agar para wisudawan dapat melaksanakan Life Long Learning, yang terdiri dari Reflektif Learning dan Critical Learning.

Reflektif learning berarti fokus untuk terus belajar pada diri, mengenali kemampuan diri dan bagaimana cara mengembangkannya. Sedangkan Critical Learning membantu untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi permasalahan ataupun untuk melakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan. Kedua hal tersebut menurut Ocha dapat memberikan output terbaik bagi setiap wisudawan yang bekerja ataupun berwirausaha.

"Kami juga berpesan untuk Life Long Learning, yakni Reflektif Learning dan Critical Learning agar setiap lulusan memiliki dasar pemahaman yang baik dan bermanfaat" jelas Ocha.

Berdasarkan hasil penelusuran lulusan, saat ini lulusan Polimedia sudah lebih dari 70% bekerja di Industri, 6% melakukan wirausaha, dan 6% lainnya melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Ini merupakan capaian agar masyarakat dapat melihat bahwa lulusan perguruan tinggi vokasi yang cepat terserap oleh industri.

Baca Juga: 8 Artis yang Baru Wisuda S1 di Usia Tak Lagi Muda, Terbaru Aktor Ferry Salim

"Hasil tracer study, tahun ini lebih dari 70% sudah bekerja diindustri, 6% melakukan wirausaha, dan lainnnya melanjutkan studinya" jelas Ocha.

Tahun 2021 ada sekitar 8,2 juta kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fesyen,dan kriya. Sementara pertumbuhan tercepat pada subsektor TV dan radio, film, animasi, seni pertunjukan dan desain komunikasi visual.

“Dan Politeknik Negeri Media Kreatif punya itu semua,” tutup Ocha.

Sebagai informasi, saat ini di Polimedia terdapat enam program studi D4 diantaranya yakni: Animasi, Desain Mode, Pengelolaan Perhotelan, Film dan TV, Teknologi Permainan (game), dan Teknologi Rekayasa Multimedia. Sedangkan untuk Program D3 terdapat sembilan program studi diantaranya yakni: Teknik Grafika, Teknik Kemasan, Teknik Pemeliharaan Mesin, Desain Grafis, Penerbitan, Periklanan, Fotografi, Penyiaran, dan Seni Kuliner. Kampus yang terletak di bilangan Srengseng Sawah ini menerapkan prinsip Project Based Learning dan Teaching Factory, sehingga dapat mendorong lulusan yang berbasis pada produksi dan wirausaha.