Neanderthal Musnah karena Perang atau Kawin Silang dengan Homo Sapiens?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 14 November 2022 | 03:05 WIB
Neanderthal Musnah karena Perang atau Kawin Silang dengan Homo Sapiens?
BBC

Suara.com - Kawin silang dengan manusia modern (Homo sapiens) kemungkinan telah memainkan peran kunci dalam kepunahan manusia purba Neanderthal, menurut sebuah penelitian terbaru.

Hal ini telah menekan populasi spesies Neanderthal yang berkembang biak satu sama lain, yang mengarah pada kepunahan mereka, menurut penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Palaeo Anthropology.

"Untuk waktu yang lama, teori utama kepunahan ini karena ada banyak kompetisi antara Homo sapiens dan Neanderthal untuk mendapatkan sumber daya," kata Dr Lucile Crete kepada BBC.

Tapi, dalam penelitian terbaru yang ditulis oleh Dr Crete dan profesor Chris Stringer — peneliti utama di Museum Natural History di London — menunjukkan bahwa kepunahan tersebut bukan karena pertarungan, tapi percampuran populasi yang melemahkan kumpulan gen Neanderthal.

"Kami menilai bahwa perilaku ini bisa membawa Neanderthal pada kepunahan, apakah mereka secara teratur kawin silang dengan Homo sapiens, yang bisa mengikis populasi mereka, sampai akhirnya keberadaan mereka menghilang," kata profesor Stringer setelah penelitiannya dipublikasi.

DNA Neanderthal bisa ditemukan di setiap orang yang hidup hari ini — termasuk Anda, dan orang-orang keturunan Afrika yang nenek moyangnya diperkirakan tidak bersentuhan langsung dengan spesies ini.

Neanderthal dan Homo sapiens berevoluasi di wilayah berbeda di seluruh dunia setelah mereka saling hidup di waktu bersamaan sekitar 600.000 tahun lalu.

Homo sapiens berevolusi di Afrika, sementara Neanderthal hidup di Eropa dan Asia.

"Penemuan terbaru menunjukkan Homo sapiens berada di Eropa sekitar 60.000 atau 50.000 tahun lalu, yang berarti mereka berada di Eropa di waktu bersamaan dengan Neanderthal, lebih lama dari yang kita kira sebelumnya," jelas Dr Crete.

Bagaimana kita mengetahui Homo sapiens dan Neanderthal kawin silang

Genom Neanderthal ditemukan dalam Homo sapiens, tapi tidak sebaliknya, menurut penelitian ini.

"Sepertinya ada pertukaran gen, tapi hanya satu arah," jelas Dr Crete.

Kita sudah tahu bahwa dua spesies ini kawin silang — jika Anda lahir di luar Afrika, sekitar 2% gen Anda berasal dari Neanderthal.

Tapi, Dr Crete dan Dr Stringer melihat lebih dalam masalah ini dengan menganalisa apa yang diketahu tentang 32 gen Neanderthal yang telah ditemukan, dan diurutkan hingga sekarang.

Kedua ilmuan ini menilai kesuksesan kawin silang ini tergantung pada pasangan yang tepat untuk saling kawin.

"Tapi kami tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Mungkin karena ketersediaan data yang kami miliki, atau cara kerja hibridasi (proses pencampuran dua spesies)," kata Dr Crete.

"Untuk sejumlah spesies burung dan mamalia, hibridasi terkadang tidak berhasil secara dua arah: ini mungkin sulit bagi satu spesies untuk menghasilkan keturunan yang subur."

Dia berharap lebih banyak fosil Neanderthal yang bisa ditemukan, dan bisa dikaji lebih lanjut di masa mendatang.

"Semakin kita bisa mengurutkan DNA dan menganalisa, semakin kita bisa untuk menguji teori-teori ini," katanya.

Pertemuan seksual

Teori lain yang dikemukakan Dr Crete dan Dr Stringer, tidak semua hubungan seksual dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Mungkin Homo sapiens berkeliaran untuk mencari betina atau sebaliknya, dan proses pemaksaan digunakan untuk menemukan anggota yang subur dari kelompok lainnya," kata Dr Crete.

Dia menjelaskan bahwa perilaku ini juga bisa diamati dari sejumlah simpanse.

"Jika si jantan tidak cukup memiliki betina yang produktif (subur dan beranak banyak) di kelompok mereka, maka mereka mungkin akan pergi ke kelompok lainnya, lalu menculiknya agar tetap bisa terus berkembang biak," katanya.

Tapi sedikit yang benar-benar diketahui tentang pertemuan seperti itu.

Para ilmuan meyakini tak mudah bagi Neanderthal dan Homo sapiens untuk berkomunikasi karena mereka benar-benar berbeda.

"Mereka mungkin tidak mampu untuk menghasilkan suara yang sama, mereka tidak punya jenis artikluasi yang sama, otak mereka terstruktur secara berbeda," jelas Dr Crete.

Bentuk fisik mereka juga berbeda.

"Tubuh Neanderthal cukup kokoh, kekar dengan lengan dan kaki yang lebih pendek, serta ciri khas tonjolan alis di atas mata mereka," jelas Dr Crete.

Namun, ini masih belum jelas seberapa berbeda antara jantan dan betina Neanderthal.

"Tulang kerangka [fosil yang ada sekarang] biasanya terpecah dan patah, dan kami tidak memiliki banyak tulang panggul untuk membandingkannya, dan menyatakan perbedaan di antara keduanya," kata Dr Crete.

Tapi, terlepas dari banyak yang masih misteri, Dr Crete optimistis tentang kemungkinan temuan-temuan terbaru di masa mendatang.

"Metode baru memungkinkan beberapa hal yang tak bisa kami bayangkan sebelumnya," kata Crete.

"Ini seperti teka-teki raksasa. Terkadang semakin besar dan besar dengan penemuan terbaru yang bisa mengubah cara kita berpikir."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB

HS dan Slank Guncang Palembang, Haji Suryo Singgung Rokoknya Orang Sumatera

HS dan Slank Guncang Palembang, Haji Suryo Singgung Rokoknya Orang Sumatera

Lifestyle | Minggu, 24 Mei 2026 | 05:05 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A

Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:30 WIB

Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star

Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:26 WIB

Terkini

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB