Kemendikbudristek Prioritaskan Guru Penggerak Memimpin Satuan Pendidikan

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Selasa, 22 November 2022 | 07:30 WIB
Kemendikbudristek Prioritaskan Guru Penggerak Memimpin Satuan Pendidikan
Program Guru Penggerak Dorong Kemandirian dalam Bertransformasi. (Dok: Kemendikbudristek)

Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mendorong lulusan Program Guru Penggerak (PGP) mendapatkan prioritas untuk menempati posisi strategis di satuan pendidikan. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa pihaknya telah merancang regulasi yang mendukung dan memastikan alumni Guru Penggerak benar-benar mendapatkan prioritas dan kesempatan pertama di posisi kepemimpinan

“Dari awal saya ingin memastikan bahwa Guru Penggerak adalah talenta pemimpin masa depan, seperti kepala sekolah, pengawas, dan lain-lain,” ujar Mendikbudristek.

Dalam Peraturan Mendikbudristek (Permendikbudristek) Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, pemerintah menegaskan bahwa jalur kepemimpinan pendidikan ke depan adalah dari jalur Guru Penggerak. Dalam peraturan dijelaskan bahwa syarat jadi kepala sekolah harus memiliki sertifikat Guru Penggerak. Sementara itu, berdasarkan Permendikbudristek Nomor 26 Tahun 2022, sertifikat Guru Penggerak juga digunakan untuk pemenuhan syarat sebagai pengawas sekolah atau penugasan lain di bidang pendidikan.

Guna mewujudkan hal tersebut, Menteri Nadiem mengatakan, para calon Guru Penggerak akan diberi kesempatan untuk mengikuti Program Guru Penggerak (PGP). Di sana, mereka difasilitasi pelatihan yang mendukung kompetensi tenaga pendidik agar memiliki pola pikir yang berorientasi pada peserta didik. Dengan kata lain, kata Nadiem, PGP bukanlah pelatihan dan pelatihan (diklat) biasa melainkan upaya peningkatan kapasitas yang bertujuan agar guru dapat memberikan dampak nyata dalam pembelajaran di kelas yang lebih menyenangkan dan sesuai kebutuhan peserta didik.

“Guru bukan sekadar dilatih cara mengajarnya saja, tetapi dibuka pemikirannya agar secara mandiri dapat bereksperimen dan percaya diri mengikuti instingnya dalam menciptakan format pembelajaran yang menyenangkan sehingga murid pun merasakan perbedaannya di kelas,” lanjut Mendikbudristek.

Salah satu platform teknologi yang disediakan untuk mendukung para guru agar dapat mengajar lebih baik, meningkatkan kompetensinya, dan berkembang secara karier, adalah Platform Merdeka Mengajar (PMM). Platform ini akan terus berkembang dengan fitur-fitur yg dapat membantu guru menjadi pendidik yang lebih baik ke depan.

Melalui produk perangkat ajar tersebut, para guru dapat memperoleh inspirasi materi pengajaran sesuai dengan mata pelajaran dan fase tertentu yang menjadi bagiannya. Setiap perangkat ajar juga dilengkapi dengan alur dan capaian pembelajaran agar guru dapat menavigasi proses pembelajaran sesuai kebutuhannya.

PMM, berisikan kumpulan materi pengajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam mencari materi pengajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan fase belajar yang diinginkan. Semua guru dan kepala sekolah di satuan pendidikan yang berada dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Program Keunggulan berhak mengakses platform ini. Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui https://guru.kemdikbud.go.id.

Merujuk data capaian program prioritas Kemendikbudristek hingga tahun 2022, guru dan kepsek yang mendapatkan peningkatan kompetensi sudah mencapai 15.383 orang. Lalu, guru yang mengikuti sertifikasi guru sebanyak 116.656 orang. Adapun jumlah guru dan tenaga kependidikan yang difasilitasi dalam pengembangan kariernya sebanyak 176.792 orang. Sementara itu, fasilitator dan pendamping PGP yang mendapatkan peningkatan kompetensi sudah mencapai angka 15.510 orang.

baca juga

Pelaksana tugas Direktur Jenderal (Plt. Dirjen GTK), Nunuk Suryani menyampaikan apresiasi atas komitmen, perjuangan, semangat, dan daya juang seluruh tenaga pendidikan yang telah menjalani pendidikan PGP. “Kita semua sangat bangga dengan terlihatnya perubahan pola pikir dan pembelajaran guru-guru kita terutama dalam melihat dan memosisikan murid. Saya harap, semangat egaliter, terbuka, terus belajar dan berbagi serta budaya refleksi terus mengakar dan menjadi inspirasi bagi guru-guru kita,” tutur Nunuk Suryani.

Program Guru Penggerak Dorong Kemandirian dalam Bertransformasi

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengungkapkan bahwa PGP menunjukkan perhatian dan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. “Menurut saya, program ini menukik pada hal pokok dalam proses belajar mengajar. Guru diberikan modul pembelajaran tentang bagaimana strategi mendidik yang baik berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara yang berfokus pada kebutuhan anak. Pemimpin pembelajaran adalah guru yang diarahkan dengan benar,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad juga menilai bahwa program PGP ini sangat luar biasa, karena dapat membangun peradaban Indonesia ke depan. “Kami siap mendukung program ini karena memberikan ruang kepada guru untuk melakukan diferensiasi pembelajaran kepada peserta didik,” tegasnya.  

Salah satu Guru Pengerak Angkatan I dari SMP PGRI 2 Kota Denpasar, Bali yang juga seorang Guru IPA dan Plt. Kepala Sekolah, Ayu mengemukakan pendapatnya bahwa keikutsertaannya dalam PGP membuatnya menjadi lebih disiplin, mandiri, dan kreatif, karena terbiasa mengerjakan tugas modul PGP dengan waktu yang telah disediakan.

Menurutnya, para peserta dilatih untuk mencari sendiri materi-materi sebagai bentuk persiapan mengajar. Para guru didorong untuk menciptakan strategi belajar yang inovatif, menyenangkan, dan lebih demokratis agar peserta didik terpacu untuk berani berpendapat dan saling menghargai antarsesamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Guru 2022 Sekolah Libur atau Tidak? Cek Update Aturan SKB 3 Menteri

Hari Guru 2022 Sekolah Libur atau Tidak? Cek Update Aturan SKB 3 Menteri

News | Senin, 21 November 2022 | 19:56 WIB

Kota Bekasi Krisis Guru, Predator Anak Menyelinap Intai Korban

Kota Bekasi Krisis Guru, Predator Anak Menyelinap Intai Korban

Bekaci | Senin, 21 November 2022 | 18:40 WIB

Logo Hari Guru Nasional 2022 Ada Banyak Versi, Ini Link Download dan Maknanya

Logo Hari Guru Nasional 2022 Ada Banyak Versi, Ini Link Download dan Maknanya

News | Senin, 21 November 2022 | 17:56 WIB

5 Contoh Puisi Hari Guru Penuh Makna dan Menyentuh Hati

5 Contoh Puisi Hari Guru Penuh Makna dan Menyentuh Hati

News | Senin, 21 November 2022 | 17:18 WIB

Hari Guru Nasional Tanggal Berapa? Sejarah hingga Logo Peringatannya Tahun 2022

Hari Guru Nasional Tanggal Berapa? Sejarah hingga Logo Peringatannya Tahun 2022

News | Senin, 21 November 2022 | 17:20 WIB

Sudah Cair! Rp17 Miliar Uang Sertifikasi Guru Langsung Ditransfer ke Rekening

Sudah Cair! Rp17 Miliar Uang Sertifikasi Guru Langsung Ditransfer ke Rekening

Sulsel | Senin, 21 November 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:58 WIB

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53 WIB

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Blunder Anak John Herdman Berujung Kekalahan Bali United, Johnny Jansen Pasang Badan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Ha Young Main Drama Apa Saja? Disorot gara-gara Kontroversi Buyut Pro-Jepang

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Aroma Rokok Kretek Membekas di Ingatan Maarten Paes Saat Pertama Tiba di Jakarta

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:45 WIB

×