'Indonesia Bisa Disatukan dalam 212' Kelakar Nover Bamukmin Klaim Adanya Bahaya Komunis Gaya Baru

Dany Garjito, Fita Nofiana

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:21 WIB
'Indonesia Bisa Disatukan dalam 212' Kelakar Nover Bamukmin Klaim Adanya Bahaya Komunis Gaya Baru
Massa Reuni 212 saat menggelar Munajat Akbar di Masjid Agung At-tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022), sebagai ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengklaim bahwa Indonesia bisa bersatu dalam 212. Pernyataan itu disampaikan oleh Novel saat diundang di acara Catatan Demokrasi TV One Selasa (20/12/2022).

Novel menyebutkan bahwa 212 sudah mengumpulkan masyarakat Indonesia dari berbagai suku dan agama. Hal ini menurut Novel terbukti dalam aksi masif 212 pada 2016 silam.

"Saya melihat sudah praktik 212, 2016 tujuh juta orang itu semua orang dikumpulkan beda suku beda agama, beda lintas dari mana pun hadir, bahkan 2018 sampai 13 juta orang dan itu belum pernah terjadi dan kami yang mimpin kebersamaan persatuan itu," kata Novel Bamukmin.

"Kami sudah bukan teori lagi, menjaga kebhinekaan menjaga toleransi itu kita sudah jaga dan alhamdulillah sampai saat ini kita baik-baik saja," imbuhnya.

Plt Wakil Ketua Umum PA 212 Novel Bamukmin. (Suara.com/Faqih)
Plt Wakil Ketua Umum PA 212 Novel Bamukmin. (Suara.com/Faqih)

Novel kemudian menyebutkan bahwa persatuan Indonesia sering kali diguncang terutama dengan adanya penodaan agama.

"Artinya sampai saat ini itu bangkit karena ada penodaan agama, senstif sekali enggak boleh Indonesia menyentuh hal berkenan agama termasuk politik identitas akan begejolak, tenggelamkan saja jargon yang mau membumi hanguskan politik identitas," ujar Novel.

"Itu adalah satu kepentingan politik yang mungkin diduga di beklakangnya ada kepentingan elit-elit politik yang memang gerah terhadap Pancasila termasuk itu adalah orang berpaham komunis gaya baru yang mau mengahabisi identitas kita," imbuhnya.

Novel mengklaim narasi tajamnya soal adanya politikus berpaham komunis tak melanggar konstitusi. Dia juga mengklaim, persatuan bangsa bisa terjadi melalui 212.

Jubir PA 212 Novel Bamukmin. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]
Jubir PA 212 Novel Bamukmin. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

"Ini narasi yang biasa narasi ketuhanan yang maha esa, narasi yang saya sampaikan enggak menyimpang," ujar Novel.

baca juga

"Saya yakin dengan apa yang kita bawa menjadi gambaran menbuat pendidikan edukasi negara Indonesia bahkan dunia, Indonesia hanya bisa menyatukan semuanya jika disatukan dalam 212," tutunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Komunis Gaya Baru' Kejamnya Tudingan Novel Bamukmin ke PDIP, Mau Ubah Pancasila Jadi Trisila

'Komunis Gaya Baru' Kejamnya Tudingan Novel Bamukmin ke PDIP, Mau Ubah Pancasila Jadi Trisila

News | Rabu, 21 Desember 2022 | 17:13 WIB

Tidak Cuma Laptop, Ini 4 Alat yang Bisa Digunakan untuk Menulis Novel

Tidak Cuma Laptop, Ini 4 Alat yang Bisa Digunakan untuk Menulis Novel

Your Say | Rabu, 21 Desember 2022 | 14:57 WIB

Luhut Bilang OTT Melulu Tidak Baik, Novel Baswedan: Justru Pelemahan Pemberantasan Korupsi yang Tidak Baik!

Luhut Bilang OTT Melulu Tidak Baik, Novel Baswedan: Justru Pelemahan Pemberantasan Korupsi yang Tidak Baik!

News | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:27 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×