Fahri Hamzah 'Hajar' Anies-Ganjar Lagi: Cuma Modal Gunting Pita Pakai APBN, Apa Hebatnya? Gak Fair!

Dany Garjito, Elvariza Opita

Jum'at, 06 Januari 2023 | 15:15 WIB
Fahri Hamzah 'Hajar' Anies-Ganjar Lagi: Cuma Modal Gunting Pita Pakai APBN, Apa Hebatnya? Gak Fair!
Momen akrab Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Rakernas APPSI disorot. (Instagram/@aniesbaswedan)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, blak-blakan menunjukkan ketidaksetujuannya akan pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem.

Fahri mengaku sikapnya bukan didasarkan dengan alasan personal, melainkan karena tidak sepakat dengan mekanisme yang berlaku.

"(Mereka) berasumsi bahwa massa emosi itu harus dikonsolidasi kembali, menjadi massa dari seorang calon, itu yang saya tentang," ujar Fahri, dikutip dari kanal YouTube Macan Idealis, Jumat (6/1/2023).

Namun Fahri sendiri juga menyayangkan pencapresan sosok-sosok seperti Anies maupun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya mereka adalah pejabat publik yang mudah mendapatkan popularitas tetapi tidak memahami betul masalah politik.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah di Kompeks Parlemen. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah di Kompeks Parlemen. (Suara.com/Bagaskara)

"Teman-teman ini kan populer karena jadi eksekutif, gubernur. Nggak adilnya sistem kita ini, kalau orang jadi gubernur, populer, surveinya nomor satu kalau nggak Ganjar, Anies, Ridwan Kamil, Khofifah, ini kan orang-orang manggung gunting pita sebagai gubernur," tutur Fahri.

"Tapi rute leadership bukan itu. Rute leadership itu adalah penggemblengan oleh partai politik dan kekuatan yang dibangun secara personal," sambungnya.

Fahri pun "menyalahkan" tingkat elektabilitas yang hanya didasarkan pada survei. Sebagai eksekutif, tentu nama-nama itu sangat familiar di mata masyarakat, jauh berbeda dengan pelaku politik.

"Orang dicalonkan karena dia menjadi gubernur yang kerjanya saban hari memang gunting pita, pakai uang APBN bangun taman. Ini apa hebatnya? Gunting pita, bangun jembatan, bangun taman, pakai duit APBN. Itu nggak bagus dong, nggak fair," jelasnya.

Fahri lantas membandingkan dengan dirinya, yang notabene pelaku politik praktis, yang juga pernah melakukan sederet hal lain tetapi tidak tersorot karena bukan eksekutif pemerintahan.

baca juga
Saat Presiden Joko Widodo berjalan kaki bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menuju Istana Negara untuk menghadiri pelantikan menteri dan wakil menteri. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Saat Presiden Joko Widodo berjalan kaki bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menuju Istana Negara untuk menghadiri pelantikan menteri dan wakil menteri. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kalau nominasi mengandalkan survei, terlalu gampang, nanti orang nggak akan ngurus partai lagi, nggak akan urus backbone dari demokrasi. Pilih saja provinsi-provinsi ini, saban hari kita action, gunting pita, pakai APBD untuk bangun taman bangun jembatan penyeberangan, gitu doang. Masa itu leadership?" katanya.

Karena itulah Fahri mendorong agar ada regulasi untuk mewajibkan ketua umum partai yang boleh mencalonkan diri sebagai calon presiden.

"Biar lengkap (pengalaman kepemimpinannya), jangan orang-orang nggak jelas. Pedagang bayar tiket, nyohor dia jadi calon, masukin ke dalam survei, ini kaderisasi bangsa yang bobrok," ungkap Fahri.

"Masa orang gara-gara punya duit, bayar tiket, masukin diri ke survei, lalu dia bilang calon presiden. Lha terus gue apa bos? Demo dari tahun 98, berkelahi sama rezim, nggak masuk survei," imbuhnya.

Fahri juga membandingkan dengan asam garam pengalamannya di dunia politik. "Bangun dari partai, dipecat lagi di partainya, nggak jadi apa-apa. Enak aja, kan nggak fair," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyelekit, Fahri Hamzah Kritik Manuver NasDem Calonkan Anies Baswedan: Tiba-tiba Jadi Partai Islam, Lucu!

Nyelekit, Fahri Hamzah Kritik Manuver NasDem Calonkan Anies Baswedan: Tiba-tiba Jadi Partai Islam, Lucu!

News | Jum'at, 06 Januari 2023 | 14:11 WIB

Partai Nasdem Tak Bisa Larang Anies Baswedan untuk Kampanye: Modal WA Saja Emak-Emak Datang

Partai Nasdem Tak Bisa Larang Anies Baswedan untuk Kampanye: Modal WA Saja Emak-Emak Datang

Depok | Jum'at, 06 Januari 2023 | 10:40 WIB

NasDem Jangan Kelewat PD, Reshuffle Kabinet Bukan Gegara Deklarasi Anies, KSP: Gak Ada Urusan!

NasDem Jangan Kelewat PD, Reshuffle Kabinet Bukan Gegara Deklarasi Anies, KSP: Gak Ada Urusan!

News | Jum'at, 06 Januari 2023 | 10:45 WIB

'Seolah Pahlawan Baru' Fahri Hamzah Kuliti Jejak Anies Dompleng ke Penguasa: Dari SBY, Jokowi, Prabowo hingga Paloh

'Seolah Pahlawan Baru' Fahri Hamzah Kuliti Jejak Anies Dompleng ke Penguasa: Dari SBY, Jokowi, Prabowo hingga Paloh

News | Jum'at, 06 Januari 2023 | 07:27 WIB

'Bapak Sudah Beli Tanah' Politikus PDIP Tegaskan Jokowi Enggan Nyapres Lagi

'Bapak Sudah Beli Tanah' Politikus PDIP Tegaskan Jokowi Enggan Nyapres Lagi

Video | Jum'at, 06 Januari 2023 | 05:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×