Ditangkap Penyidik KPK, Lukas Enembe Dikawal Ketat Brimob di Bandara Papua

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 10 Januari 2023 | 13:19 WIB
Ditangkap Penyidik KPK, Lukas Enembe Dikawal Ketat Brimob di Bandara Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe. [Kabarpapua.co]

Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Papua, Selasa (10/1/2023).

Di kalangan wartawan beredar video berdurasi 15 detik yang menampakan pria yang diduga Lukas Enembe berada di sebuah Bandara. Lukas terlihat mengenakan baju batik berwarna merah dengan dikawal sejumlah aparat kepolisian.

Dia berjalan lambat dengan didampingi sejumlah orang yang membantunya untuk berjalan. Di sisi lain terlihat juga sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap berjaga di sekitar Bandara.

Suara.com mengkonfirmasi video tersebut kepada Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo. Dia membenarkan penangkapan Lukas Enembe.

"Sementara informasi yang saya dapatkan dari Polda Papua membenarkan telah dilakukan upaya hukum penangkapan oleh KPK terhadap Gubernur Lukas Enembe yang saat ini diamankan di Mako Brimob Kotaraja, Jayapura," kata Ignatius.

Gubernur Papua Lukas Enembe dijaga ketat Brimob usai ditangkap penyidik KPK di Papua, Selasa (10/1/2023). [Bidik layar]
Gubernur Papua Lukas Enembe dijaga ketat Brimob usai ditangkap penyidik KPK di Papua, Selasa (10/1/2023). [Bidik layar]

Hingga saat ini KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi soal penangkapan Lukas Enembe. Namun Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengungkap adanya seorang saksi yang dipanggil untuk Lukas Enembe.

"Hari ini (10/1) tindak pidana korupsu suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua, untuk tersangka LE (Lukas)," kata Ali.

Saksi yang diperiksa atas nama Mieke karyawan PT PT Tabi Bangun Papua. Ali bilang pemeriksaan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Diketahui KPK telah mengungkap kontruksi kasus suap yang menjerat Lukas Enembe soal dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian hadiah atau janji terkait proyek pembangunan infrastruktur di provinsi Papua. Temuan sementara KPK, Rijatono Lakka selaku Direktur PT TBP menyuap Lukas Enembe seniliai Rp1 miliar. Hal itu untuk mendapatkan tiga proyek pembangunan di Papua senilai Rp41 miliar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbongkar, Ini Motif Pencuri Bobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta

Terbongkar, Ini Motif Pencuri Bobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta

Jogja | Selasa, 10 Januari 2023 | 13:11 WIB

Masih Hangat! Gubernur Papua Lukas Enembe Ditangkap

Masih Hangat! Gubernur Papua Lukas Enembe Ditangkap

Sumatera | Selasa, 10 Januari 2023 | 12:58 WIB

Gubernur Papua Lukas Enembe Akhirnya Ditangkap, KPK Agendakan Pemeriksaan Saksi

Gubernur Papua Lukas Enembe Akhirnya Ditangkap, KPK Agendakan Pemeriksaan Saksi

News | Selasa, 10 Januari 2023 | 12:48 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×