Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Dok. Korlantas Polri)
  • Korlantas Polri membuka opsi perpanjangan rekayasa lalu lintas satu arah nasional jika kepadatan arus balik masih signifikan di jalur utama menuju Jakarta.
  • Keputusan perpanjangan ini sangat bergantung pada data volume kendaraan dari arah Trans Jawa yang dipantau secara real-time menggunakan indikator teknis dan teknologi digital.
  • Untuk mengurai kemacetan, masyarakat diimbau memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) pada tanggal 26 hingga 28 Maret 2026.

Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membuka peluang untuk memperpanjang durasi pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way secara nasional.

Langkah antisipatif ini akan diambil apabila volume kendaraan pada periode arus balik terpantau masih mengalami kepadatan yang signifikan di jalur utama menuju Jakarta.

Keputusan ini menjadi krusial mengingat pergerakan kendaraan dari arah timur menuju barat diprediksi akan mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memberikan sinyal kuat terkait kemungkinan perpanjangan tersebut saat memantau situasi di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

Menurutnya, keputusan akhir akan sangat bergantung pada data riil di lapangan mengenai pergerakan kendaraan dari arah Trans Jawa yang terpantau melalui indikator teknis kepolisian.

"Bisa juga besok pagi apabila traffic counting atau bangkitan arus yang dari arah Trans Jawa, baik itu dari Semarang menuju ke Jakarta itu masih tinggi, kemungkinan untuk one way akan kami perpanjang,” kata Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Proses pengambilan keputusan untuk memperpanjang masa one way nasional ini tidak dilakukan secara sembarangan. Korlantas Polri mengedepankan pendekatan berbasis data dan teknologi terkini untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Tim di lapangan akan memantau terlebih dahulu volume kendaraan dengan menggunakan teknologi digital dari udara untuk mendapatkan gambaran menyeluruh sebelum menentukan perpanjangan masa one way nasional.

Penggunaan drone dan pemantauan udara ini memungkinkan polisi melihat titik-titik sumbatan yang tidak terjangkau oleh kamera CCTV statis di sepanjang jalan tol.

Selain rekayasa lalu lintas di jalur tol, pihak kepolisian juga memberikan solusi alternatif bagi para pemudik untuk menghindari puncak kemacetan yang melelahkan.

Jenderal polisi bintang dua tersebut mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal kepulangan mereka dengan lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang memiliki fasilitas bekerja jarak jauh atau tidak terikat kantor secara fisik.

Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang telah dikoordinasikan sebelumnya sebagai strategi mengurai kepadatan.

Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan beban jalan raya agar tidak menumpuk pada satu waktu yang bersamaan.

"Tanggal 26, 27, 28 Maret itu adalah work from anywhere. Kami menyarankan agar bisa mengatur keberangkatannya," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Hingga Selasa ini, Korlantas Polri telah resmi memberlakukan skema one way nasional yang membentang dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, hingga KM 70 Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Andalkan Google Maps, Pemudik Arus Balik Malah Nyasar ke Jalan Sawah Menuju Tol Jogja-Solo

Andalkan Google Maps, Pemudik Arus Balik Malah Nyasar ke Jalan Sawah Menuju Tol Jogja-Solo

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:16 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:54 WIB

Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:42 WIB

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:28 WIB

Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan

Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB