Siap-siap Pilpres cuma Hadirkan Dua Paslon, Jika Koalisi Besar KIB dan Gerindra-PKB Terbentuk

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:39 WIB
Siap-siap Pilpres cuma Hadirkan Dua Paslon, Jika Koalisi Besar KIB dan Gerindra-PKB Terbentuk
Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) tetap solid bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Tetapi di sisi lain, PAN terbuka apabila KIB melebur bersama koalisi lain, semisal koalisi Gerindra-PKB menjadi satu koalisi besar.

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto berpandangan, koalisi besar bisa terbentuk apabila Pilpres 2024 hanya menghendaki dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Kalau mau dibuat koalisi besar dan dua calon kembali, itu juga terbuka. Jadi semuanya masih dinamis. Artinya, PAN terus melakukan komunikasi dengan semua parpol," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Terkait meleburkan beberapa koalisi menjadi satu, Yandri menilai jangan sampai ada koalisi yang mendominasi. Semisal saat ini antara KIB dan Koalisi Gerindra-PKB jika berpeluang menjadi satu koalisi.

"Ya pada akhirnya bukan masalah melebur atau tidak melebur, itu kan sebuah kesepakatan saja nanti pada akhirnya. Tidak ada inferior atau superior karena kesepakatan dibangun atas duduk sama rendah bediri sama tinggi," kata Yandri.

Tetapi saat ini, ditegaskan Yandri, bahwa PAN solid berada di KIB. Mereka yang ada di KIB justru berharap ada partai lain yang bergabung.

Walaupun nantinya KIB hanya tiga partai, hal itu bukan masalah. Sebab dengan begitu ada peluang partai lain membentuk koalisinya sendiri yang dapat memberikan dampak positif, yakni menghadirkan paslon lebih dari dua.

"Artinya, pasangan calon berarti kan lebih banyak. Itu juga buat rakyat buat demokrasi kita juga baik. Sehingga pilihan-pilihan kita lebih banyak dan mungkin konstraksi atau gesekan itu bisa ditekan sedemikian rupa. Jadi kalau banyak pilihan bagus," ujar Yandri.

KIB Merger Gerindra-PKB

baca juga

PAN menilai memang masih ada kemungkinan koalisi menuju 2024 yang ada saat ini melebur menjadi satu koalisi. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan partai-partai yang saat ini berkoalisi di Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin kembali berkoalisi untuk Pilpres mendatang.

Adapun koalisi partai pendukung pemerintah saat ini adalah Koalisi Indonesia Maju. Sementara itu, Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menyatakan politik saat ini masih sangat cair.

Ia mengatakan politik itu sendiri merupakan seni mencari kemungkinan atau the art of possible sehingga kalau kemungkinannya ada, bukan hal mustahil terjadi.

"Ya kan kalau politiknya saya katakan cair kan tidak tertutup kemungkinan hal itu ada," kata Saleh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menurut Saleh, kemungkinan ke arah tersebut bisa terjadi. Sebabnya dikatakan Saleh, semua koalisi yang ada saat ini belum final.

PAN yang bersama Partai Golkar dan PPP di KIB tentu akan senang bila anggota koalisi bertambah. Begitu pula, kata Saleh, dengan koalisi lainnya.

"Begitu juga, misalnya dengan koalisi partai lain, katakanlah seperti Gerindra dan PKB. Pasti dia akan senang kalau misalkan ada partai lain yang ikut bergabung karena semakin banyak teman berserikat ya tentu itu akan semakin banyak peluang untuk memenangkan pertarungan pada 2024," kata Saleh.

Sementara itu, Saleh memastikan belum ada pembicaraan di KIB ihwal peluang menggabungkan koalisi yang ada menjadi satu koaliai besar.

"Nggak ada. Jadi ya ini kita biarkan saja begitu. Yang penting kan komunikasinya jalan, komunikasi lintas partai itu tetap berjalan, nggak ada yang tertutup," ujar Saleh.

Potensi Koalisi Besar

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menilai memang masih ada kemungkinan partai-partai bersatu di dalam satu koalisi besar.

Pernyataan Arsul menyusul penilaian Sandiaga Uno yang menganggap ada potensi partai-partai bersatu di satu koaliai. Termasuk bersatu ke koalisi Gerindra dan PKB.

Arsul menegaskan saat ini PPP sudah berkoalisi bersama Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tetapi ia mengakui bahwa semua kemungkinam masih terbuka.

"Tentu dalam konteks dinamika politik maka ada kemungkinan-kemungkinan yang terbuka seperti bersatunya koalisi-koalisi atau parpol-parpol dalam koalisi yang lebih besar," ujar Arsul dihubungi, Selasa (24/1/2023).

Termasuk bergabungnya dua koalisi, yakni KIB dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau koalisi Gerindra-PKB.

"Tetapi masih terlalu dini untuk berspekulasi bahwa KIB akan 'merge' dengan Koalisi KIR. Meski tidak ada yang tertutup. Kita akan sama-sama tunggu dinamika ke depan," kata Arsul.

Apabila dua koalisi itu bersatu, hal tersebut menandakan adanya kemungkinan reuni partai-partai pendukung pemerintah Jokowi-Maruf Amin, yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju.

Reuni koalisi pemerintahan bisa saja terjadi pada Pilpres 2024. Mengingat partai-partai yang tergabung di dalamnya sudah memiliki pengalaman bersama.

"Kalau bicara faktor pendorong maka sejumlah hal bisa menjadi faktor pendorong, termasuk kebersamaan yang sudah terbangun dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Kiai Maruf Amin," kata Arsul.

Diketahui dari semua partai di koalisi pemerintah saat ini, hanya ada NasDem dan PDI Perjuangan yang belum menentukan berkoalisi.

NasDem Belum Deklarasi

NasDem kendati sedang penjajakan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, tetapi hingga kini belum mendeklarasikan koalisi.

Sedangkan PDIP yang memiliki tiket mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri juga belum memutuskam akan berkoalisi atau memilih sendirian.

Lantas apakah nantinya NasDem, termasuk PDIP akan diajak jika KIB dan Gerindra-PKB bergabung di satu koalisi besar? Arsul menilai makin banyak makin bagus.

"Kebersamaan itu kalau terulang buat saya akan lebih baik," ujar Arsul.

Tetapi sebelum masuk ke peluang bersatunya koalisi-koalisi, Arsul mengatakan perlu ada pembicaraan tentang kesamaan pandang. Belum lagi terkait permasalaham kandidat calon presiden dan calon wakil presiden yang hendak diusung.

"Salah satu yang paling krusial dalam koalisi selain menentukan platform maka siapa-siapa yang akan menjadi kandidat paslon Pilpres juga akan turut menentukan komposisi koalisi finalnya nanti," ujar Arsul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemungkinan Prabowo Duet dengan Khofifah di Pilpres, Fadli Zon: Waktu Masih Panjang, Too Early To Tell

Kemungkinan Prabowo Duet dengan Khofifah di Pilpres, Fadli Zon: Waktu Masih Panjang, Too Early To Tell

News | Selasa, 24 Januari 2023 | 16:27 WIB

Bikin Buntu Diskusi, NasDem Ungkit Sikap Demokrat Kunci Nama AHY jadi Cawapres

Bikin Buntu Diskusi, NasDem Ungkit Sikap Demokrat Kunci Nama AHY jadi Cawapres

News | Selasa, 24 Januari 2023 | 15:27 WIB

Tak Tertutup Kemungkinan KIB dan Gerindra-PKB Merger jadi Satu Koalisi Besar, Seperti Koalisi Pendukung Jokowi-Maruf

Tak Tertutup Kemungkinan KIB dan Gerindra-PKB Merger jadi Satu Koalisi Besar, Seperti Koalisi Pendukung Jokowi-Maruf

News | Selasa, 24 Januari 2023 | 14:53 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×