Eks Kapolsek Cilincing Penabrak Mahasiswa UI Ternyata 'Kaya Raya', Modal Maju Jadi Caleg

M Nurhadi
Eks Kapolsek Cilincing Penabrak Mahasiswa UI Ternyata 'Kaya Raya', Modal Maju Jadi Caleg
Sejumlah polisi melakukan rekonstruksi ulang kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Muhammad Hasya di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2023). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha].

Eks Kapolsek Cilincing penabrak mahasiswa UI ternyata berencana maju sebagai calon anggota legislatif.

Suara.com - Eks Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono yang diduga menabrak mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah Saputra hingga tewas terus menjadi sorotan. Kali ini publik mempertanyakan kekayaan mantan anggota Polri tersebut. 

Tidak ada data yang tersebar mengenai kekayaan eks Kapolsek Cilincing penabrak mahasiswa UI tersebut. Namun, profilnya yang ingin terjun ke ranah politik membuat kita bisa berasumsi bahwa Eko memiliki modal yang cukup besar. 

Diketahui, Eko bergabung dengan Partai Gerindra pada 2022. Dia dikabarkan bakal nyaleg melalui partai tersebut. Dia akan maju sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta untuk Dapil Cilincing, Koja dan Kelapa Gading. Namun, prosesnya baru mau mendaftar. 

Harta keluarga Eko juga bisa disorot dari kekayaan sang istri, Kompol Telly Bahute. Telly diketahui menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi. Dia melaporkan harta kekayaan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Elektornik (E-LHKPN) pada Februari 2021. 

Baca Juga: Throwback Crime Story: 7 Tahun Berlalu, Misteri Meninggalnya Akseyna di Danau UI Belum Juga Terungkap

Menurut laporan tersebut, total harta Telly adalah Rp172, 5 juta. Rinciannya Mobil Honda HR-V tahun 2018 yang diperoleh dari hasil sendiri Rp160 juta, kemudian kas Rp7,5 juta, dan terakhir harta bergerak lainnya senilai Rp5 juta. Bagi anggota kepolisian berpangkat, jumlah ini termasuk kecil.

Kelanjutan Kasus Kematian Hasya

Kabar terakhir Hasya ditetapkan sebagai tersangka alih-alih korban, sementara Eko masih melenggang bebas. Kabar ini disampaikan oleh tim Advokasi keluarga Hasya, Indira Rezkisari. Indira mengatakan tim kuasa hukum Hasya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP terkait perkara Kecelakaan Lalu Lintas No. B/42/I/2023/LLJS pada tanggal 16 Januari 2023.

Ayah Hasya, Adi Syaputra, sempat menjelaskan bahwa kecelakaan yang merenggut nyawa sang putra tersebut terjadi pada 6 Oktober 2022 saat dia pulang dari kegiatan kampus menuju indekos. Kecelakaan terjadi di daerah di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Saat dalam perjalanan, korban terjatuh lantaran ada orang yang menyeberang jalan secara tiba-tiba. "Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis ngerem mendadak. Nah itu terus kaya goyang gitu karena rem mendadak. Nah terus terjatuh ke kanan," ucap Adi saat dihubungi.

Baca Juga: Selidiki Motif Bunuh Diri Mahasiswi FISIP UI Jelang Wisuda, Polisi Periksa 7 Saksi

Dari arah berlawanan, mobil Pajero yang dikemudikan oleh Eko pun langsung menabrak dan melindas korban yang terjatuh di jalan.