Biaya Pengadaan Senilai Rp5,5 M Dihapus Kemenag, Ini Fungsi Gelang Haji yang Dipakai Jemaah

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 15 Februari 2023 | 10:05 WIB
Biaya Pengadaan Senilai Rp5,5 M Dihapus Kemenag, Ini Fungsi Gelang Haji yang Dipakai Jemaah
Para jemaah menggunakan gelang haji. (Dok. MCH 2022)

Suara.com - Biaya pengadaan gelang haji senilai Rp 5,5 miliar telah dihapus oleh Kementerian Agama (Kemenag). Penghapusan anggaran gelang haji itu tercantum dalam paparan yang dibahas Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI terkait komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023.

Sebelumnya, anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menduga adanya mark up (pembengkakan biaya) gelang haji yang kini dibanderol dengan harga Rp35 ribu padahal bisa diperoleh dengan harga Rp5 ribu saja. Lantas sebenarnya apa fungsi gelang haji yang dipakai jemaah? Simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Fungsi Gelang Haji

Gelang haji biasa digunakan oleh para jemaah asal Indonesia ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Disebutkan bahwa gelang haji itu merupakan ciri unik jemaah haji asal Indonesia. Gelang dengan bahan dasar logam itu menyimpan banyak informasi terkait identitas jemaah haji.

Gelang haji dibuat oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) di Indonesia. Dalam gelang haji itu terdapat lambang bendera merah putih dan tulisan arab yang artinya Jemaah Haji Indonesia.

Selain itu gelang haji juga memuat keterangan sebagai jemaah kloter atau pun nonkloter. Nomor paspor dan nama jemaah yang ditulis langsung di logam dengan cara digrafir atau diukir pun terdapat dalam gelang haji.

Gelang Haji Sudah Ada Sejak Lama

Gelang haji yang dipakai jemaah haji Indonesia sudah ada sejak lama. Hal ini diungkap oleh Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi M Noer Alya Fitra. Ia mengatakan gelang haji berfungsi sebagai identitas para jemaah haji.

"Gelang yang dipakai jamaah itu berisi identitasnya. Karena kita ketahui kebanyakan jemaah kita dari daerah dan pelosok, sehingga untuk memegang dokumen selain yang menempel didirinya itu bisa jadi hilang, lupa, atau terselip," ujar pria yang akrab disapa Nafit ini.

baca juga

Ada alasan tertentu gelang jemaah haji terbuat dari logam yakni agar tetap awet walaupun terkena air, cahaya dan kepanasan. Dengan demikian gelang haji tetap dapat dipakai sehingga jemaah lebih mudah dikenali.

"Contah jemaah meninggal karena mungkin suatu hal, kita gampang menganalisisnya dengan melihat gelangs. Di gelang itu ada nama, nomor paspor, nomor kloter dan bendera Indonesia," ungkap Nafit.

Dibuat Dengan Sistem Mengunci

Manfaat lain gelang haji adalah mempermudah pemerintah Arab Saudi untuk mengenali jemaah hanya dengan melihat nomor paspor yang ada di gelang. Nomor itu bisa langsung dicek dalam sistem mereka yang akan langsung keluar nama jemaah bersangkutan.

Nafit mengatakan gelang haji dibuat dengan sistem bisa mengunci agar tidak bisa lepas dari tangan jemaah saat terjadi hal-hal darurat. Hal itu belajar dari kejadian di Mina pada 2015 ketika banyak korban yang gelangnya terlepas dan sulit diidentifikasi.

"Setelah tahun 2016 dibuat gelang yang lebih baik, ada kuncinya. Diberi pengait untuk lebih menjamin gelang itu tidak lepas ketika ada guncangan dan sebagainya," pungkas Nafit.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Optimistis Capai Titik Temu Terkait Biaya Haji

DPR Optimistis Capai Titik Temu Terkait Biaya Haji

DPR | Rabu, 15 Februari 2023 | 10:02 WIB

Berlangsung Alot, Pemerintah dan DPR RI Belum Sepakat Soal Biaya Haji 2023 Hingga Malam Ini : Rapat di Skors ?

Berlangsung Alot, Pemerintah dan DPR RI Belum Sepakat Soal Biaya Haji 2023 Hingga Malam Ini : Rapat di Skors ?

Purwokerto | Selasa, 14 Februari 2023 | 22:41 WIB

Alhamdulillah! Sudah Bayar Lunas, 84 Ribu Jemaah Haji Tunda Tak Dikenakan Biaya Tambahan

Alhamdulillah! Sudah Bayar Lunas, 84 Ribu Jemaah Haji Tunda Tak Dikenakan Biaya Tambahan

News | Selasa, 14 Februari 2023 | 22:03 WIB

DPR Desak Pemerintah Nego ke Saudi; Turunkan Harga Sewa Hotel, Katering, dan Masyair Jemaah Haji

DPR Desak Pemerintah Nego ke Saudi; Turunkan Harga Sewa Hotel, Katering, dan Masyair Jemaah Haji

News | Selasa, 14 Februari 2023 | 21:22 WIB

Sudah Paling Mentok, Panja Haji Komisi VIII: BPIH Turun jadi Rp90,2 Juta dan Bipih jadi Rp49 Juta

Sudah Paling Mentok, Panja Haji Komisi VIII: BPIH Turun jadi Rp90,2 Juta dan Bipih jadi Rp49 Juta

News | Selasa, 14 Februari 2023 | 21:08 WIB

Terkini

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×