Johnny G Plate Diperiksa Kejagung, Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, 3 Menteri NasDem Terancam Disapu Bersih Jokowi

Bangun Santoso, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 16 Februari 2023 | 12:09 WIB
Johnny G Plate Diperiksa Kejagung, Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, 3 Menteri NasDem Terancam Disapu Bersih Jokowi
Johnny G Plate Diperiksa Kejagung. [Instagram/@johnnyplate]

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate baru saja diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyediaan Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020-2022.

Ada yang menyebut Johnny G Plate berpotensi menjadi tersangka dalam kasus ini. Hal ini memantik kembali isu reshuffle kabinet yang sebelumnya sempat 'adem' usai Presiden Jokowi bertemu Ketum NasDem Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Belakangan, Kejagung buka suara soal potensi Plate jadi tersangka. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi menyebut hal itu terlalu dini dan masih terlalu jauh dengan proses penyidikan yang masih berlangsung.

Diam-diam dari informasi yang diperoleh Suara.com dari lingkungan istana, Jokowi sudah menyiapkan pengganti Plate, yakni Wishnutama Kusubandio dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebagai Ad Interim Menkominfo.

Pengamat komunikasi politik, sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berbicara lebih jauh. Menurutnya kabar pendepakan Plate dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berpeluang menyapu bersih menteri yang berasal dari Nasdem.

"Itu sangat mungkin ya (menyapu bersih menteri dari Nasdem)," kata Dedi saat dihubungi Suara.com pada Rabu (15/2/2023).

Selain Plate, terdapat terdapat dua kader Partai Nasdem yang diberikan kursi di kabinet kerja Jokowi, Syahrul Yasin Limpo yang menjabat Menteri Pertanian dan Siti Nurbaya yang menempati Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Dicopotnya kader Nasdem dari lingkaran kabinet kerja semakin berpeluang terjadi, mengingat dugaan hubungan Jokowi yang semakin renggang dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Hal itu diduga karena Nasdem yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presidennya.

Dedi menyebut, muda bagi Jokowi untuk mendepak Yasin Limpo dan Siti Nurbaya. Menurutnya karena keduanya tidak memiliki kontribusi yang besar untuk pemerintah.

baca juga

"(Yasin Limpo) Kementerian Pertanian itu justru terlebih dahulu diwacanakan diganti, karena faktor kinerjanya yang tidak produktif. Kita lihat saja bagaimana mungkin food estate dipimpin oleh Menteri Pertahanan, meskipun dalihnya termasuk ke bagian dari pertahanan pangan," kata Dedi.

"Karena tidak ada prestasi di sana. Belum lagi carut marutnya ekspor impor terkait dengan kesedian pangan yang mengalami polemik antara data di Bulog dengan data yang ada di kementerian. Ini juga menunjukkan mereka juga tidak kompeten," imbuhnya.

Sementara untuk Menteri LHK Siti Nurbaya, menurut Dedi juga tidak begitu memiliki kinerja yang signifikan bagi pemerintahan, khususnya masyarakat umum. Dedi menyebut dari survei Political Opinion (IPO), Siti Nurbaya menempati popularitas yang paling rendah dari menteri lainnya. Hal itu, karena kinerja yang hanya bisa dinilai dan dikritisi para aktivis lingkungan.

"Jadi agak sulit-lah menilai kementerian (LHK) ini. Ada dan tiadanya tidak berdampak terlalu baik kepada tata kelola pemerintahan. Meskipun publik sebetulnya terdampak, misalnya saja bagaimana berkaitan dengan penjagaan lingkungan, belum lagi konglomerasi hutan dana lain-lain, semuanya terdampak. Cuman masyarakat tidak mengetahui itu," kata Dedi.

Karenanya menurut Dedi, untuk mencopot para menteri yang berasal dari kader Nasdem, Jokowi sudah tidak perlu mencari-cari alasan.

"Artinya presiden untuk melakukan reshuffle pada menteri-menteri Nasdem itu jauh-jauh hari sudah memiliki alasan, tapi itu tak kunjung dilakukan," katanya.

Namun, jika hal itu kemudian dilakukan dengan dinamika politik antara Jokowi dengan Nasdem, Dedi mengkhawatirkan menjadi bumerang. Publik berbalik memberikan simpati ke Nasdem, karena dinilai disudutkan usai mendukung Anies.

"Nah itu yang dikhawatirkan tadi, justru yang seharusnya benar dilakukan presiden, karena momentumnya tidak tepat, atau terlambat, justru malah Nasdem bisa mendapatkan simpati publik," tandasnya.

Sebelumya, Selain Johnny G Plate, penyidik Kejagung juga memeriksa lima saksi, empat di antaranya merupakan petinggi perusahaan. Mereka adalah K selaku Direktur PT Elabram System, TSBK selaku Direktur PT Menara Cahaya Telekomunikasi, DB selaku Direktur PT Telnusa Intracom, WL selaku Direktur Penjualan PT ZTE Indonesia, dan DA dari pihak swasta.

Pada perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan, Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika, Galubang Menak (GMS) selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Yohan Suryanto (YS) selaku tenaga ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020 dan Mukti Ali tersangka dari pihak PT Huwaei Technology Investment.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Gerbong Pendukung Kian Hari Kian Panjang' Dukungan JoMan ke Prabowo Disambut Gerindra

'Gerbong Pendukung Kian Hari Kian Panjang' Dukungan JoMan ke Prabowo Disambut Gerindra

Kotak Suara | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:54 WIB

Jokowi Langsung Jajal Mobil Listrik Esemka di IIMS 2023

Jokowi Langsung Jajal Mobil Listrik Esemka di IIMS 2023

Otomotif | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:55 WIB

Jokowi: Frekuensi Bencana di Dunia Naik 5 Kali Lipat dalam 50 Tahun Terakhir

Jokowi: Frekuensi Bencana di Dunia Naik 5 Kali Lipat dalam 50 Tahun Terakhir

Cianjur | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:36 WIB

Buka IIMS 2023, Jokowi Minta Industri Otomotif Bergeser ke Mobil Listrik

Buka IIMS 2023, Jokowi Minta Industri Otomotif Bergeser ke Mobil Listrik

Otomotif | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:20 WIB

Jokowi: Hati-hati, Frekuensi Bencana di Indonesia Alami Peningkatan Drastis

Jokowi: Hati-hati, Frekuensi Bencana di Indonesia Alami Peningkatan Drastis

News | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:18 WIB

Senang Capresnya Didukung Relawan Jokowi Mania, Gerindra: Alhamdulillah, Gerbong Prabowo Makin Panjang

Senang Capresnya Didukung Relawan Jokowi Mania, Gerindra: Alhamdulillah, Gerbong Prabowo Makin Panjang

Kotak Suara | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:13 WIB

Ingin Basarnas Punya Alat Evakuasi Canggih, Jokowi: Kalau Anggarannya Tidak Ada, Segera Ajukan

Ingin Basarnas Punya Alat Evakuasi Canggih, Jokowi: Kalau Anggarannya Tidak Ada, Segera Ajukan

News | Kamis, 16 Februari 2023 | 11:07 WIB

Terkini

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:32 WIB

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:30 WIB

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 07:27 WIB

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

×