Rekam Jejak Mbah Slamet: Eks Napi Uang Palsu Jadi Dukun Pengganda Uang

Ruth Meliana | Suara.com

Rabu, 05 April 2023 | 09:59 WIB
Rekam Jejak Mbah Slamet: Eks Napi Uang Palsu Jadi Dukun Pengganda Uang
Tersangka Dukun Slamet Tohari atau ST saat ditanya nama korban yang dikubur usai diracun. [Suara.com/Citra Ningsih]

Suara.com - Sosok Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet sukses membuat gempar masyarakat karena telah membunuh 12 korbannya dengan kedok dukun pengganda uang.

Para korban serial killer itu kemudian dikubur oleh Mbah Slamet di sebuah kebun di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Belasan mayat berhasil ditemukan pada Senin (3/4/2023) lalu.

Sehari kemudian, polisi menemukan 2 mayat lainnya sehingga total korban menjadi 12 orang. Kali ini terungkap rekam jejak Mbah Slamet yang dulunya ternyata merupakan mantan napi. Simak penjelasan berikut ini.

Residivis uang palsu

Mbah Slamet terungkap sebagai seorang mantan narapidana yang melakukan aksi kriminal pada tahun 2019 lalu. Polres Pekalongan mengungkap sosok Mbah Slamet pernah ditangkap dan ditahan atas kasus peredaran uang palsu.

Ketika itu Polres Pekalongan menyita 1.491 lembar uang palsu. Ribuan uang pecahan Rp 100 ribu itu disita dari 3 pelaku, asal Kabupaten Wonosobo, Banyumas dan Banjarnegara.

Mbah Slamet saat itu ditangkap bersama dua pelaku lainnya yakni Aziz (32) dan Ahmad Murtadi (49). Ketiganya berhasil terciduk kepolisian saat melakukan transaksi uang palsu di sebuah minimarket yang terletak di Gumawang, Kabupaten Pekalongan.

Kasus pembunuhan berantai Mbah Slamet

Kekinian, Mbah Slamet kembali melakukan tindak pidana. Kasus yang menyeretnya tidak main-main yakni pembunuhan berantai. 

Dengan modus dukun penggandaan uang, Mbah Slamet telah menghabisi nyawa 12 korbannya. Kabibdhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan jasad korban ditemukan di tempat yang ditunjukkan oleh Mbah Slamet sendiri.

Belasan mayat pembunuhan berantai itu ditemukan dalam sudah tinggal tulang dan tengkorak. Para korban itu diperkirakan sudah 6 bulan lalu dikubur. Tim Disaster Victim Identification (DVI) pun diterjunkan untuk mengetahui pasti umur jasad para korban.

Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti mengungkap bahwa 9 dari 12 jasad korban telah diperiksa tim forensik Bidokkes Polda Jawa Tengah. Dari 9 korban itu, 6 di antaranya laki-laki dan 3 lainnya perempuan. 

Para korban meninggal sekitar 6 bulan hingga 24 bulan yang lalu menurut dugaan sementara. Sementara itu mereka berusia antara 25 tahun sampai 50 tahun.

Kepolisian juga menambahkan bahwa para korban meninggal karena racun. Namun untuk jenis racun yang digunakan Mbah Slamet untuk menghabisi nyawa para korban, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Serial Killer Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Jadi 12 Orang, Terakhir Pasutri Asal Lampung

Korban Serial Killer Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Jadi 12 Orang, Terakhir Pasutri Asal Lampung

News | Rabu, 05 April 2023 | 09:43 WIB

CEK FAKTA: Pesulap Merah Kuliti Kesaktian Ibu Ida Dayak, Ternyata Main Trik Dukun

CEK FAKTA: Pesulap Merah Kuliti Kesaktian Ibu Ida Dayak, Ternyata Main Trik Dukun

| Rabu, 05 April 2023 | 09:39 WIB

Cerita Panjang Kasus Si Pembunuh Berantai 'Mbah Slamet' Dukun Palsu Pengganda Uang

Cerita Panjang Kasus Si Pembunuh Berantai 'Mbah Slamet' Dukun Palsu Pengganda Uang

Jawa Tengah | Rabu, 05 April 2023 | 08:56 WIB

Pengakuan Dukun Slamet, Tega Bunuh Korbannya di Ladang: Saya Tunggu Sampai Mati, Baru Saya Kubur

Pengakuan Dukun Slamet, Tega Bunuh Korbannya di Ladang: Saya Tunggu Sampai Mati, Baru Saya Kubur

Jawa Tengah | Selasa, 04 April 2023 | 22:15 WIB

Modus Gandakan Uang Rp 40 Juta Jadi Rp 5 Miliar, Ini Sosok Mbah Slamet Dukun Serial Killer

Modus Gandakan Uang Rp 40 Juta Jadi Rp 5 Miliar, Ini Sosok Mbah Slamet Dukun Serial Killer

Video | Rabu, 05 April 2023 | 09:00 WIB

Fakta Sosok Dukun Slamet yang Dibongkar Orang Dekat: Tertutup, Setahun Tak Pulang ke Rumah

Fakta Sosok Dukun Slamet yang Dibongkar Orang Dekat: Tertutup, Setahun Tak Pulang ke Rumah

News | Selasa, 04 April 2023 | 20:14 WIB

Terkini

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:31 WIB

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:28 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:20 WIB

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan

News | Kamis, 30 April 2026 | 05:55 WIB

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB