Sejarah Kelam: Kemiripan Kecelakaan Kereta Api di Odisha India dan Tragedi Bintaro 1987

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 03 Juni 2023 | 15:57 WIB
Sejarah Kelam: Kemiripan Kecelakaan Kereta Api di Odisha India dan Tragedi Bintaro 1987
Ilustrasi Kereta Api (Unsplash/Ankush Minda)

Kecelakaan maut terjadi di India akibat tabrakan kereta api yang menewaskan setidaknya 288 orang. Kecelakaan kereta api di negara bagian Odisha, India Timur tersebut merupakan kecelakaan kereta api paling horor dalam sejarah negara tersebut dan menjadi yang terparah di dunia dalam lebih dari 20 tahun.

Direktur Jenderal Dinas Pemadam Kebakaran Odisha Sudhanshu Sarangi mengatakan bahwa jumlah korban tewas saat ini telah mencapai 288 orang. Dalam peristiwa tragis tersebut, setidaknya 850 orang juga mengalami luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (2/6/2023) malam waktu setempat tersebut.

Pejabat-pejabat perkeretaapian menyebut bahwa korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah dari total yang saat ini tersebar.

Diketahui, India menjadi negara yang kerap kali mengalami kecelakaan kereta api dan sudah mengalami beberapa bencana. Kecelakaan yang paling buruk terjadi pada tahun 1981, pada saat sebuah kereta tergelincir di Bihar dan terjatuh ke sungai saat melintasi jembatan. Kecelakaan ini setidaknya meneaskan antara 800 - 1.000 orang.

Kemiripan Peristiwa Kecelakaan Kereta Api di India dan Bintaro

Peristiwa kecelakaan kereta api yang baru terjadi hari Jumat di India tersebut mengingatkan dengan tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro pada 1987 silam.

Peristiwa tabrakan kereta api di sekitar Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan yang menewaskan ratusan orang penumpang tersebut menjadi peristiwa penting yang identik pada tanggal 19 Oktober di Indonesia.

Adapun penyebab terjadinya kecelakaan maut ini dikarenakan adanya faktor kondisi perkeretaapian Indonesia di tahun 80-an yang sudah menua dan sistem pengelolaan yang tidak baik.

Namun, masyarakat tidak mempunyai opsi lain, melihat kereta api menjadi transportasi yang mempunyai harga tiket murah dan lebih cepat.

baca juga

Tragedi kecelakaan kereta api di Bintaro ini terjadi pada 19 Oktober 1987. Kecelakaan itu termasuk kecelakaan api paling tragis di Indonesia. Hal tersebut karena kecelakaan ini melibatkan dua kereta api Indonesia, yaitu KA 225 Merak dan KA 220 Rangkas.

Meski sudah terjadi 34 tahun silam, kecelakaan ini masih meninggalkan kenangan kelam bagi industri perkeretaapian Indonesia.

Tragedi kecelakaan kereta api Bintaro menewaskan 153 orang dan 300 orang lainnya mengalami luka-luka. Adapun tragedi Bintaro ini dilatarbelakangi karena faktor human error. KA 225 yang seharusnya bersilang dengan KA 220 di Stasiun Kebayoran, tetapi diganti menjadi di Stasiun Sudimara.

Namun, disebutkan bahwa KA 225 tidak mendengar semboyan, sehingga KA 225 berangkat tanpa adanya sepengetahuan Pengaturan Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sudimara.

Saat itu, KA 225 dijadwalkan tiba di Stasiun Sudimara untuk bersilang dengan KA 220. Alhasil KA 225 yang membawa sebanyak tujuh gerbong tersebut akhirnya saling bertabrakan dengan  KA 220 di Desa Pondok Betung.

Peristiwa tabrakan duakereta api tersebut sama seperti yang terjadi pada tragedi tabrakan kereta api yang baru terjadi di India.

Kecelakaan yang baru saja terjadi di India berawal setelah satu kereta penumpang bertabrakan dengan gerbong kereta penumpang yang sebelumnya sudah tergelincir. Akibatnya tabrakan kereta pun terlempar ke jalur yang berlawanan dan ditabrak oleh kereta yang lain.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Insiden Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Termasuk di Odisha India

7 Insiden Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Termasuk di Odisha India

News | Sabtu, 03 Juni 2023 | 15:21 WIB

Bikin Tantangan Mengubur Diri Sendiri Dalam Lubang Bawah Tanah Demi Konten, Pria di India Ini Hampir Tewas

Bikin Tantangan Mengubur Diri Sendiri Dalam Lubang Bawah Tanah Demi Konten, Pria di India Ini Hampir Tewas

Lifestyle | Sabtu, 03 Juni 2023 | 15:01 WIB

5 Fakta Horor Tabrakan Kereta di India Tewaskan 233 Orang, Apa Penyebabnya?

5 Fakta Horor Tabrakan Kereta di India Tewaskan 233 Orang, Apa Penyebabnya?

News | Sabtu, 03 Juni 2023 | 12:10 WIB

Breaking News! Kecelakaan Kereta Api Tewaskan 207 Orang, 900 Orang Lainnya Luka

Breaking News! Kecelakaan Kereta Api Tewaskan 207 Orang, 900 Orang Lainnya Luka

Moots | Sabtu, 03 Juni 2023 | 09:30 WIB

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar Lebih Efisien Atasi Macet Ketimbang Bangun Jalan Baru

Reaktivasi Kereta Api di Sumbar Lebih Efisien Atasi Macet Ketimbang Bangun Jalan Baru

Sumbar | Jum'at, 02 Juni 2023 | 15:04 WIB

Terkini

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:01 WIB

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB