Suara.com - Putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep tengah menjadi sorotan. Sebab, diketahui dirinya bakal berkarier di bidang politik seperti sang ayah dan kakak, Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Kaesang bahkan sudah digadang-gadang maju dalam Pilkada Depok untuk mengisi posisi wali kota di salah satu wilayah di Jawa Barat tersebut. Meski usulan ini ditolak sejumlah pihak, namun beberapa partai mendukungnya.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai politik (parpol) pertama yang mendukung Kaesang maju dalam Pemilihan Wali Kota Depok. Kemudian, partai lainnya seperti Gerindra juga mengaku siap memberikan dukungan kepada anak presiden tersebut.
Sementara itu, PDIP juga menyambut baik pencalonan Kaesang, namun disertai dengan saran. Selengkapnya mengenai partai-partai yang mendukung Kaesang bisa diketahui melalui poin-poin berikut.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Dukungan terhadap Kaesang untuk maju dalam Pilkada Depok pertama kali dikumandangkan oleh PSI. Hal ini terlihat dari baliho yang mereka pasang di Jalan Margonda Raya.
Ketua Bapilu DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putra mengatakan, apa yang dilakukan itu didasari antusias warga Kota Depok setelah partainya menyampaikan usulan pencalonan tersebut pada akhir Maret 2023. Di sisi lain, ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Kaesang.
"Dua bulan terakhir kader-kader kami menyampaikan usulan ini (Kaesang maju sebagai calon wali kota) kepada masyarakat Depok dan ternyata banyak yang menyambut dengan antusias," ungkap Icuk, Senin (22/5/2023).
Mengetahui hal itu, Kaesang pun angkat bicara. Terkait kemunculan baliho bergambar dirinya di Depok, ia mengaku foto tersebut berasal darinya. Ia memberikan foto-fotonya sendiri kepada PSI hingga dibuatkan baliho di Jalan Margonda Raya dengan tulisan "PSI MENANG, WALIKOTA KAESANG".
Namun, saat ditanya apakah ia bersedia menjadi pemimpin di sana, ia menyatakan masih belum menentukan wilayah pasti atas keinginannya untuk maju berpolitik.
Sementara itu, relawan "Sang Menang" yang beberapa diantaranya merupakan pengurus dan simpatisan PSI menyatakan dukungan terhadap Kaesang untuk maju sebagai calon wali kota Depok.
Acara deklarasi tersebut digelar pada Kamis (1/6/2023) di kawasan Pancoran Mas, Depok. Adapun politisi yang hadir antara lain, caleg PSI Ade Armando, Juru Bicara PSI Bidang Hukum Francine Widjojo, serta Ketua Bapilu DPD PSI Kota Depok Icuk Pramana Putra.
Partai Gerindra
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, menyambut positif Kaesang yang didukung maju di Pilkada Depok. Partainya, kata dia, siap mendukung apabila kabar tersebut benar.
Ia kemudian menilai Kaesang merupakan sosok anak muda yang berpotensial dan tepat untuk memimpin kota itu ke depannya. Sebab menurutnya, Depok adalah wilayah yang sedang berkembang, sehingga memerlukan calon pemimpin yang inovatif serta visioner akan masa depan.
"Kabar majunya Mas Kaesang adalah sebuah kabar yang menyenangkan, bagi kegairahan kehidupan di Depok, mudah-mudahan bisa terwujud dan Gerindra bila diperlukan siap untuk mendukung. Depok sebagai kota yang sedang tumbuh berkembang, menjadi pusat ilmu, pusat kreativitas, harus dipimpin oleh orang muda yang cukup inovatif, kreatif dan memiliki visi ke depan," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/6/2023).
Tanggapan PDIP
PDIP ikut buka suara soal keinginan Kaesang yang akan terjun ke dunia politik. Dikatakan oleh Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat, partainya membuka peluang apabila Kaesang ingin bergabung. Ia menyarankan satu keluarga satu partai, namun tak melarang jika putra Jokowi itu mau masuk ke partai lain karena ini haknya. Lalu, ketika ditanya terkait isu Kaesang maju di Pilkada Depok, ia menyatakan bahwa saat ini PDIP masih fokus dengan Pilpres dan Pileg 2024.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menyebut ada aturan di PDIP yang mengharuskan tiap anggota dalam satu keluarga tidak boleh berbeda-beda partai.
Maknanya, jika ada kader PDIP, maka anggota keluarga lainnya pun harus menjadi kader PDIP. Namun, dikarenakan Kaesang yang sudah tak lagi satu kartu keluarga (KK) dengan Jokowi, partai tujuan itu, kata dia, tergantung pilihan masing-masing dan tidak perlu terpaku dengan peraturan.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti