4 Fakta Atlet Futsal Ditendang Lawan saat Selebrasi Sujud: Pelaku Cuma Minta Maaf Lewat WA

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 20 September 2023 | 13:31 WIB
4 Fakta Atlet Futsal Ditendang Lawan saat Selebrasi Sujud: Pelaku Cuma Minta Maaf Lewat WA
Momen ngeri pemain futsal asal Malang tendang kepala lawannya saat selebrasi sujud syukur. (Instagram)

Suara.com - Atlet futsal Kabupaten Blitar bernama Hanafi ditendang lawan mainnya ketika melakukan selebrasi sujud syukur dalam pertandingan futsal Porprov Jatim pada Rabu (13/9/2023) lalu. Atlet dengan nomor punggung 8 itu ditendang oleh atlet futsal Kota Malang pada bagian kepala. Namun, pelaku mengaku menendang bahu.

Video Hanafi ditendang hingga memar oleh lawannya dari Kota Malang itu viral di media sosial. Namun ternyata tim futsal Kota Malang hanya minta maaf lewat WhatsApp pada tim futsal Blitar atas insiden tersebut. Simak fakta-fakta pemain futsal ditendang lawan saat sujud berikut ini.

1. Kronologi Kejadian

Insiden Hanafi ditendang oleh pemain futsal Kota Malang itu terjadi dalam pertandingan babak penyisihan 8 besar Porprov Jatim 2023 di Lapangan FFC Randegan, Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam pertandingan itu, tim futsal Kabupaten Blitar melawan Kota Malang.

"Itu sebenarnya kejadiannya sudah babak 8 besar. Itu hari Rabu minggu lalu saat Porprov 8 besar kan lawan Kota Malang," ujar Pelatih Futsal Putra Kabupaten Blitar, Febry Wahyu Wiyono pada Selasa (19/9/2023).

Febry menjelaskan pertandingan awalnya berjalan lancar. Tim Kabupaten Blitar unggul dengan skor 2-0 pada babak pertama. Kemudian masuk babak kedua, timnya terus menambah angka hingga 4-0. Namun permainan kasar dari tim lawan mulai terlihat saat babak kedua hingga membuat mereka mendapat tiga kartu merah.

"Tendangan penalti itu sampai 5 kali. Di menit 39 itu ditendang oleh Niko dan jadi gol kelima kita. Saat itu Hanafi langsung sujud syukur," cerita Febry.

Saat sujud syukur, Hanafi tiba-tiba ditendang oleh atlet futsal dari Kota Malang. Febry mengatakan tendangan itu bukan yang pertama. Beberapa atlet Kabupaten Blitar sempat ada yang mendapat tendangan dari tim lawan di bagian kaki.

"Anak-anak memang tidak terpancing emosi dan provokasi karena dari awal kami tekankan untuk main secara fairplay. Jadi tidak ada balasan dari kami dan Alhamdulillah kami malah dapat masuk final," ujar Febry.

2. Pelaku Minta Maaf Lewat WA

Hanafi mengalami memar pada bagian bahu kanannya gara-gara insiden itu. Dia pun langsung ditangani dan dirawat oleh tim medis pertandingan. Beruntung Hanafi tidak sampai mengalami luka cukup serius sehingga dia tetap bisa bermain di laga selanjutnya.

Malam hari setelah pertandingan, tim Kota Malang meminta maaf melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke tim Kabupaten Blitar atas insiden itu. Tim Kabupaten Blitar  mengaku telah memaafkan insiden itu.

"Itu malamnya sama besoknya ngirim permintaan maaf tapi lewat WA ke salah satu staf kita terus kita juga ya sebagai manusia ya sudah kita maafkan," ucap Febry.

Walau demikian, Febry tetap berharap pelaku dihukum. Dia mengatakan pihak pengawas dan wasit telah melaporkan insiden itu pada komisi disiplin Asosiasi Futsal Jatim. 

"Kami sudah ditanyai, siapa yang kena (tendang). Selain itu karena video-videonya sudah menyebar, tidak ada bola tapi mereka (pemain Malang) menendang pemain. Itu sudah masuk berita acara," ungkap Febry.

Walau begitu Febry menyebut belum ada hasil keputusan sampai saat ini, termasuk hukuman bagi atlet yang menendang Hanafi. "Tapi sampai saat ini belum ada keputusan/hasil, apakah si pemain itu (penendang) dihukum berapa bulan, atau didenda," ucap dia.

3. KONI Minta Maaf

Sementara itu, pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang meminta maaf atas insiden pemain futsalnya menendang pemain futsal asal Blitar. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kota Malang, Danny Agung Prasetyo membenarkan bahwa insiden itu melibatkan pemain futsal dari kontingen Kota Malang. 

"Saya selaku Binpres KONI Kota Malang, memohon maaf sebesar besarnya atas insiden yang dilakukan futsal Kota Malang," kata Danny pada Selasa (19/9/2023).

Dany memastikan permasalahan itu telah diselesaikan secara baik-baik antara dua belah pihak yang terlibat. "Kejadian tersebut sudah diselesaikan secara internal saat itu juga," ucap dia.

Selain itu Danny mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi agar pembinaan bagi para atlet Kota Malang menjadi lebih baik.

"Saya tetap akan bertanggungjawab melakukan pembinaan yang lebih baik khususnya untuk futsal Kota Malang," tuturnya.

4. Disebut Mario Dandy Versi Atlet

Video pemain futsal asal Kota Malang yang menendang pemain futsal asal Blitar ketika melakukan selebrasi sujud syukur viral di media sosial. Tak sedikit warganet memberi kritik keras bahkan berharap pelaku agar dipenjara. Bahkan ada yang menyebut menyamakan pelaku seperti Mario Dandy, tersangka penganiayaan yang viral belum lama ini.

"Mario Dandy versi atlet," kata netizen. "Kalo gini boleh dipenjara nggak sih.. kan itu ada potensial gegar otak atau cacat," sambung yang lain.

"Emang kalau kalah masuk nerakakah? Harus sebegitunyakah tidak bisa menerima kekalahan?" tanya warganet miris. "Kalau kondisi seperti ini, bukan dalam kondisi sedang kontak fisik olahraga, tapi sudah masuk ranah pidana penganiayaan...bisa dilaporkan dan penjara," seru lainnya.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Pemain Futsal Kota Malang Tendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur, Asosiasi: Bukan Kepala, tapi Bahu!

Heboh Pemain Futsal Kota Malang Tendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur, Asosiasi: Bukan Kepala, tapi Bahu!

Malang | Rabu, 20 September 2023 | 12:31 WIB

Sosok Hanafi: Pemain Futsal Kota Blitar yang Ditendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur

Sosok Hanafi: Pemain Futsal Kota Blitar yang Ditendang Lawan saat Selebrasi Sujud Syukur

News | Rabu, 20 September 2023 | 10:53 WIB

Viral Pemain Futsal Tendang Lawan Saat Selebrasi Sujud, AFK Kota Malang: Tak Kena Kepala

Viral Pemain Futsal Tendang Lawan Saat Selebrasi Sujud, AFK Kota Malang: Tak Kena Kepala

Jatim | Rabu, 20 September 2023 | 10:55 WIB

Viral Tendangan Saat Sujud Syukur, Asosiasi Futsal Kota Malang Jelaskan Duduk Perkaranya

Viral Tendangan Saat Sujud Syukur, Asosiasi Futsal Kota Malang Jelaskan Duduk Perkaranya

Malang | Selasa, 19 September 2023 | 21:35 WIB

Gagal Selebrasi, Kepala Pemain Futsal Ini Malah Kena Tendangan Maut Lawan

Gagal Selebrasi, Kepala Pemain Futsal Ini Malah Kena Tendangan Maut Lawan

Video | Rabu, 20 September 2023 | 08:00 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB