Elektabilitas Donald Trump Teratas Jadi Kandidat Di Pilpres AS, Tapi...

Bangun Santoso

Minggu, 24 Desember 2023 | 02:45 WIB
Elektabilitas Donald Trump Teratas Jadi Kandidat Di Pilpres AS, Tapi...
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]

Kasus keempat adalah dakwaan berusaha membatalkan hasil Pilpres 2020 di Georgia yang menjadi satu-satunya negara bagian yang menggelar pemilu susulan akibat ketatnya perolehan suara Pemilu 2020 di negara bagian itu.

Dalam kasus Georgia, Trump didakwa memerintahkan Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger agar "mencari" 11.000 suara. Ini menjadi indikasi adanya campur tangan politis guna menentukan hasil pemilu di Georgia.

Selain kasus-kasus itu, beberapa negara bagian menggelar sendiri persidangan terkait persekongkolan membatalkan hasil Pemilu 2020, salah satunya negara bagian Colorado.

Pada 19 Desember 2023, Mahkamah Agung Colorado mengeluarkan putusan yang menyatakan Trump didiskualifikasi dari pemilu 2024 yang diadakan di negara bagian Coloroda.

Mahkamah Agung Colorado menyimpulkan Trump terlibat dalam serangan ke gedung wakil rakyat, Capitol, pada 6 Januari 2021 untuk membatalkan hasil Pemilu 2020. Serangan ini dilakukan oleh para pendukung Trump.

Trump telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menjadi pengadilan tertinggi negara ini.

Putusan di Colorado itu bisa melukai citra politik Trump dan sebaliknya menguntungkan pesaing-pesaingnya dalam Partai Republik, dan tentu saja bagi Joe Biden, sang petahana dari Partai Demokrat.

Namun, menurut para analis politik, baik dari kubu Demokrat maupun Republik, vonis itu justru akan semakin membakar militansi pendukung Trump yang akan menilai tokoh pilihannya telah menjadi korban proses hukum yang partisan.

Cenderung partisan

baca juga
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Saul Loeb/AFP]
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Saul Loeb/AFP]

Sistem hukum di Amerika Serikat sendiri terkesan partisan karena hakim-hakim umumnya memang dipilih dari kalangan Demokrat atau Republik, atau bisa juga karena diangkat oleh Demokrat atau Republik.

Adapun jaksa agung, baik pada tingkat negara bagian maupun federal, adalah pejabat negara yang diangkat oleh pemerintah negara bagian atau federal sehingga tak bisa disebut partisan dalam kasus-kasus bernuansa politik.

Sementara itu, pandangan pemilih Trump bahwa mantan Presiden AS itu korban sistem hukum yang partisan, bisa membuat Trump makin percaya diri dalam meraih dukungan sebesar mungkin pada proses primary dan kaukus tahun depan.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos, sebagian besar atau 70 persen pemilih Partai Republik tak memercayai dakwaan di Mahkamah Agung Colorado itu.

Trump sendiri yakin bandingnya kepada Mahkamah Agung Amerika Serikat akan dikabulkan mengingat enam dari sembilan hakim agung di sana adalah hakim konservatif yang biasanya memihak Republik. Tiga hakim agung lain adalah hakim liberal yang biasanya memihak Demokrat.

Komposisi hakim agung 6:3 ini terjadi setelah Trump memasukkan tiga hakim konservatif semasa berkuasa, termasuk seorang hakim agung konservatif pengganti seorang hakim liberal yang meninggal dunia. Secara etis, Trump seharusnya mempertahankan komposisi hakim agung 5:4 sehingga putusan Mahkamah Agung menjadi tak terkesan partisan.

Perubahan komposisi hakim agung inilah yang menjadi salah satu sumber kekhawatiran sebagian kalangan di AS bahwa Trump cenderung melawan demokrasi.

Putusan Mahkamah Agung Colorado itu sendiri mempengaruhi para pemilih yang tak terkait baik dengan Republik maupun Demokrat.

Berdasarkan jajak pendapat sama yang diadakan Reuters dan Ipsos dari 5 sampai 11 Desember 2023, 57 persen pemilih suara mengambang itu percaya Trump telah memicu serangan 6 Januari 2021 di Capitol.

Menarik Diikuti

Donald Trump. (Instagram @realdonaldtrump)
Donald Trump. (Instagram @realdonaldtrump)

Sebaliknya Ron DeSantis dan Nikki Haley, yang menjadi dua pesaing terkuat Trump, berusaha menjauhi kesan memanfaatkan vonis mahkamah Colorado itu.

"Saya akan mengalahkan Donald Trump dengan cara saya sendiri. Saya tak butuh hakim untuk membuang dia dari surat suara," kata Haley kepada Fox News seperti dilaporkan Reuters.

Seperti di Indonesia saat ini, iklim politik di Amerika Serikat tengah panas menjelang pemilu yang juga diadakan pada tahun depan.

Kubu Demokrat dan beberapa kalangan independen, serta sebagian kecil kalangan dalam tubuh Partai Republik, berusaha mencegah Trump agar tak lagi masuk Gedung Putih karena dianggap membahayakan demokrasi.

Sebagaimana dilakukan hampir seluruh politikus sipil di seluruh dunia, mereka melakukan hal itu dengan cara-cara hukum, kendati manuver itu membuat pendukung Trump menjadi beranggapan sistem hukum sudah sangat partisan.

Sayang, Trump sendiri melakukan hal sama saat mengabaikan etika dengan menambah lagi satu hakim agung konservatif saat sudah ada lima hakim agung konservatif dalam sistem sembilan hakim agung pada Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Namun, pertarungan di ranah hukum ini membuat dinamika demokrasi dan proses elektoral di Amerika Serikat justru semakin menarik untuk diikuti. Apalagi beberapa negara seperti Indonesia juga tengah memasuki proses pemilu.

Masa-masa lebih panas dalam Pemilu AS akan terjadi tahun depan ketika proses formal penjaringan bakal calon presiden dari Republik dimulai--dan saat bersamaan--proses hukum terhadap Trump berada pada fase menentukan. (Sumber: Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Investor! Asing Sebut Pasar Saham RI Bakal Terguncang Pada Pemilu 2024

Dear Investor! Asing Sebut Pasar Saham RI Bakal Terguncang Pada Pemilu 2024

Bisnis | Jum'at, 22 Desember 2023 | 15:52 WIB

Joe Biden Mau Dimakzulkan DPR AS, Ternyata Gara-gara Ini

Joe Biden Mau Dimakzulkan DPR AS, Ternyata Gara-gara Ini

News | Kamis, 14 Desember 2023 | 18:44 WIB

Sering Joget Meski Waktunya Tak Tepat, Prabowo Terinspirasi Donald Trump?

Sering Joget Meski Waktunya Tak Tepat, Prabowo Terinspirasi Donald Trump?

Kotak Suara | Rabu, 13 Desember 2023 | 14:25 WIB

Menelaah Democratic Backsliding Pemerintah Presiden Jokowi dan Donald Trump

Menelaah Democratic Backsliding Pemerintah Presiden Jokowi dan Donald Trump

News | Selasa, 12 Desember 2023 | 11:34 WIB

Waduh! Gaya Kepemimpinan Jokowi Dicap Mirip Donald Trump, Cendekiawan Ini Ungkap Kesamaannya

Waduh! Gaya Kepemimpinan Jokowi Dicap Mirip Donald Trump, Cendekiawan Ini Ungkap Kesamaannya

News | Senin, 11 Desember 2023 | 18:54 WIB

Donald Trump Serahkan Diri ke Penjara Georgia, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui dari Aksinya

Donald Trump Serahkan Diri ke Penjara Georgia, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui dari Aksinya

Video | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 19:35 WIB

Bak Kriminal, 5 Hal yang Diketahui dari Aksi Donald Trump Serahkan Diri ke Penjara Georgia

Bak Kriminal, 5 Hal yang Diketahui dari Aksi Donald Trump Serahkan Diri ke Penjara Georgia

News | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 11:34 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×