Dua dari empat perkara itu adalah kasus tingkat nasional atau federal, sedangkan dua lainnya tingkat negara bagian.
Vonis di Colorado

Kasus pertama adalah dakwaan bersekongkol membatalkan hasil Pilpres 2020. Menurut laman The Atlantic, kasus ini akan disidangkan awal Maret tahun depan.
Kemudian, pada 25 Maret 2024, Trump akan disidangkan di Pengadilan Distrik Manhataan di Negara Bagian New York dalam kasus pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film porno menjelang Pilpres 2016.
Lalu, pada 20 Mei 2024, Trump akan disidangkan di Florida dalam kasus menyimpan secara ilegal dokumen-dokumen rahasia negara setelah tak lagi menjadi presiden. Dia juga didakwa menyembunyikan dokumen-dokumen itu dari penyidik negara.
Kasus keempat adalah dakwaan berusaha membatalkan hasil Pilpres 2020 di Georgia yang menjadi satu-satunya negara bagian yang menggelar pemilu susulan akibat ketatnya perolehan suara Pemilu 2020 di negara bagian itu.
Dalam kasus Georgia, Trump didakwa memerintahkan Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger agar "mencari" 11.000 suara. Ini menjadi indikasi adanya campur tangan politis guna menentukan hasil pemilu di Georgia.
Selain kasus-kasus itu, beberapa negara bagian menggelar sendiri persidangan terkait persekongkolan membatalkan hasil Pemilu 2020, salah satunya negara bagian Colorado.
Pada 19 Desember 2023, Mahkamah Agung Colorado mengeluarkan putusan yang menyatakan Trump didiskualifikasi dari pemilu 2024 yang diadakan di negara bagian Coloroda.
Baca Juga: Sering Joget Meski Waktunya Tak Tepat, Prabowo Terinspirasi Donald Trump?
Mahkamah Agung Colorado menyimpulkan Trump terlibat dalam serangan ke gedung wakil rakyat, Capitol, pada 6 Januari 2021 untuk membatalkan hasil Pemilu 2020. Serangan ini dilakukan oleh para pendukung Trump.