Parlemen Bikin Rezim Makin Otoriter, Formappi: Salah DPR Beri Waktu Jokowi Anggap Dirinya Dewa!

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 15 Januari 2024 | 19:02 WIB
Parlemen Bikin Rezim Makin Otoriter, Formappi: Salah DPR Beri Waktu Jokowi Anggap Dirinya Dewa!
Parlemen Bikin Rezim Makin Otoriter, Formappi: Salah DPR Beri Waktu Jokowi Anggap Dirinya Dewa! (tangkap layar)

Suara.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai semakin buruknya kinerja DPR RI akan membuat Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi bertindak sewenang-wenang.

Diketahui pada Masa Sidang II 2023-2024 ini DPR RI dianggap Formappi menunjukan kinerja yang buruk. Hal itu ditenggarai karena para anggota DPR RI sibuk berkampanye untuk pencalonannya kembali di Pemilu 2024.

Lucius mengatakan, DPR RI sebagai wakil rakyat harusnya bisa memastikan kebijakan pemerintah itu dijalankan lewat fungsi pengawasannnya.

"Jadi kalau DPR-nya melempem dan pemerintah dibiarkan bekerja, ya jangan bingung kemudian melihat Jokowi cenderung sewenang-wenang. Kalau DPR-nya lemah memang tidak pihak yang kemudian kita andalkan untuk memastikan Jokowi tidak semakin sombong," kata Lucius di Kantor Formappi, Jakarta Timur, Senin (15/1/2024).

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. (Suara.com)
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. (Suara.com)

Untuk itu, kata dia, jika ada penilaian saat ini Jokowi semakin otoriter dan sebagainya hal itu disebabkan juga oleh kinerja buruk DPR RI.

"Jadi, kalau melihat Jokowi semakin ke sini terlihat arogan dan semakin otoriter, itu bukan salahnya Jokowi semata-mata, itu juga salah DPR yang memberikan waktu sekian lama kepada Joko Widodo untuk menganggap dirinya seolah-olah dewa," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Formappi sudah sejak lama mengkritisi kinerja DPR RI dalam fungsi pengawasannya terhadap pemerintah. DPR menurutnya selama ini cenderung mengabaikan kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah.

"Kritik kami waktu itu lebih diarahkan ke DPR yang tidak berbuat apa-apa di hadapan kecenderungan itu. Sekarang ketika koalisi, peta koalisi mulai berbeda, baru mulai bersuara ikut kita yang sejak awal sudah kritik Jokowi," ujarnya.

"Jadi, partai- partai ini sadar akan kesalahannya tapi tidak melakukan sesuatu, kalau kepentingannya berbeda baru mulai merasa dizalimi oleh kekuasaan. Padahal dia punya kuasa utk menghentikan kezaliman itu sejak awal. Yang terjadi selama ini kan DPR membiarkan kezaliman itu, membiarkan Jokowi bahwa dirinya raja, apa yang dikatakan Jokowi itu adalah kebenaran, sekarang baru mereka sadar wah ini nggak benar, tapi terlambat," sambungnya.

baca juga

Kinerja DPR Buruk

Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti buruknya kinerja DPR RI di masa sidang II tahun 2023-2024. Hal itu ditenggarai karena sibuknya para anggota DPR RI berkampanye mempersiapkan pencalonannya kembali di Pemilu 2024.

Sejumlah mahasiswa mendatangi Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/6/2022) untuk melakukan aksi demontrasi menuntut draf RKUHP dibuka. Mereka membentangkan spanduk besar menandakan Gedung DPR RI disita hingga ada perbaikan reformasi. (Suara.com/Bagaskara)
Sejumlah mahasiswa mendatangi Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/6/2022) untuk melakukan aksi demontrasi menuntut draf RKUHP dibuka. Mereka membentangkan spanduk besar menandakan Gedung DPR RI disita hingga ada perbaikan reformasi. (Suara.com/Bagaskara)

"Dampak kesibukan anggota DPR berkampanye langsung terasa pada pelaksanaan fungsi legislasi," kata Peneliti Formappi, Taryono dalam paparanya, Senin.

Menurutnya, dari Masa Sidang I DPR RI memang berhasil mengesahkan 2 RUU prioritas, namun pada Masa Sidang II ini hanya 1 RUU prioritas yang berhasil disahkan yakni revisi UU ITE.

"DPR gagal memelihara momentum dari masa sidang sebelumnya untuk meningkatkan jumlah RUU yang berhasil disahkan," tuturnya.

Padahal, kata dia, dari sisi proses, Masa Sidant II 2023-2024 merupakan masa sidang penutup untuk tahun 2023. Itu artinya telah 5 masa sidang digunakan oleh DPR untuk membahas Daftar RUU Prioritas 2023.

Menurutnya, jika DPR benar- benar patuh pada target seperti yang tercantum dalam daftar RUU Prioritas, maka seharusnya pada Masa Sidang II DPR bisa menorehkan hasil yang lebih banyak.

"Capaian minim dalam satu masa sidang memang bukan hal baru bagi DPR periode ini sehingga pengesahan 1 RUU Prioritas pada MS II nampak tak mengagetkan. Sayangnya dengan hasil 1 RUU pada MS II, DPR akhirnya harus mengakui bahwa mereka cuma bisa menghasilkan 5 dari 37 RUU yang ditargetkan pada tahun 2023."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Koalisi Pemerintah Anggap Isu Pemakzulan Jokowi Mengada-ada

Partai Koalisi Pemerintah Anggap Isu Pemakzulan Jokowi Mengada-ada

Kotak Suara | Senin, 15 Januari 2024 | 17:23 WIB

Melesat dari Rp180 Ribu jadi Rp24 M, Dana Fantastis Kampanye PSI Disorot Formappi: Tak akan Ada Parpol Jujur!

Melesat dari Rp180 Ribu jadi Rp24 M, Dana Fantastis Kampanye PSI Disorot Formappi: Tak akan Ada Parpol Jujur!

Kotak Suara | Senin, 15 Januari 2024 | 16:23 WIB

Dear Pak Jokowi! Utang Luar Negeri RI Kian Bengkak Kini Tembus Rp6.231 Triliun

Dear Pak Jokowi! Utang Luar Negeri RI Kian Bengkak Kini Tembus Rp6.231 Triliun

Bisnis | Senin, 15 Januari 2024 | 12:54 WIB

Emang Iya Debat Capres Ketiga Serang Personal?

Emang Iya Debat Capres Ketiga Serang Personal?

Kotak Suara | Senin, 15 Januari 2024 | 12:31 WIB

Terkini

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

×