Berisi Masa Lalu Prabowo, Poster Besar 'Mereka Semua Diculik Tim Mawar' Bikin Geger

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Selasa, 06 Februari 2024 | 19:55 WIB
Berisi Masa Lalu Prabowo, Poster Besar 'Mereka Semua Diculik Tim Mawar' Bikin Geger
Sejumlah poster 'mereka diculik tim mawar' dikaitkan dengan masa lalu Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Sejumlah poster berisi masa lalu Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. Hal ini sempat viral di media sosial usai diunggah oleh akun Instagram Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) @kontras_update.

Dalam foto slide yang diunggahannya terlihat beberapa arsip dan dokumentasi yang dicetak berukuran besar ditempel dibeberapa tempat. Seperti di tiang pondasi MRT, kawasan Jakarta Selatan.

“Menunggu Prabowo diadili rakyat. Pangab: Prabowo, Muchdi dan Chairawan bisa ke Mahmil, mereka semua diculik Tim Mawar,” tulis arsip dalam poster tersebut, dikutip Selasa (6/2/2024).

Proses penuntasan kasus penghilangan paksa yang tidak kunjung usai disebut masih menjadi pekerjaan rumah.

“Dasar Negara berupa kemanusiaan dan keadilan sosial kini kembali mendapat ujian besar dalam momen Pemilihan Presiden,” tulis caption dalam akun instagram Kontras_update.

Kontras mengajak untuk tetap berdiri tegak dalam melawan penjahat HAM, meski banyak tantangan yang dihadapi.

“Meski ujian terhadap nilai-nilai itu selalu kita hadapi setiap hari, tapi mari berdiri lebih tegak melawan penjahat HAM,” tandasnya.

Sejarah Tim Mawar

Tim Mawar merupakan tim kecil yang dibuat oleh kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, 1998. Tim Mawar adalah dalang dari operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi tahun 1998.

baca juga

Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Inf. Bambang Kristiono pada Juli 1997. Dengan Bambang sebagai komandan, Tim Mawar mempunyai 11 anggota. Mereka adalah Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto, Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi.

Sejumlah poster 'mereka diculik tim mawar' dikaitkan dengan masa lalu Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. (Suara.com/Faqih)
Sejumlah poster 'mereka diculik tim mawar' dikaitkan dengan masa lalu Prabowo Subianto terpasang di beberapa tempat seputaran Jakarta. (Suara.com/Faqih)

Tim Mawar mempunyai target untuk memburu dan menangkapi aktivis yang mereka anggap radikal. Sebanyak 22 aktivis diculik, 9 orang kembali dalam keadaan hidup, sedangkan 13 lainnya hilang hingga saat ini.

Namun Tim Mawar dituduh bersalah dalam menculik dan menghilangkan sejumlah aktivis pada tahun 1998. Kasus penculikan itu pun telah diadili oleh Mahkamah Militer.

Dalam kasus tersebut, Mahkamah Militer Tinggi menghukum Mayor Bambang selama 22 bulan penjara dan dipecat dari anggota TNI. Pengadilan juga memvonis Multhazar sebagai Wakil Komandan Tim Mawar, Nugroho, Julius Stefanus dan Untung Budi masing-masing selama 20 bulan penjara. Mereka juga dipecat sebagai anggota TNI.

Tim Mawar Berkaitan dengan Prabowo?

Mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal pernah mengatakan bahwa Tim Mawar mengakui telah menculik sejumlah aktivis karena diperintah oleh Prabowo yang kala itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Namun pernyataan berbeda diungkap oleh mantan Danpuspom TNI pengganti Syamsu Djalal, Mayjen (Purn) Djasri Marin. Dia menyebut Prabowo tidak terlibat dalam penculikan aktivis 98.

Dijelaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan pihaknya saat itu hanya menemukan kesalahan Tim Mawar bergerak sendiri atau dengan kata lain tidak diperintahkan Prabowo.

Keterlibatan Prabowo dalam aksi penculikan aktivis yang dilakukan Tim Mawar kembali terangkat pada tahun 2018. Arsip Keamanan Nasional (NSA) merilis 34 dokumen rahasia Amerika Serikat terkait situasi sekitar reformasi di Indonesia.

Salah satunya arsip tanggal 7 Mei 1998 yang mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis yang menghilang.

"Penghilangan itu diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," demikian tulisan dalam dokumen itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disambut Olok-olokan dan Spanduk Paslon Lain, Ganjar Malah Ajak Pendukung Prabowo Makan dan Selfie Bareng

Disambut Olok-olokan dan Spanduk Paslon Lain, Ganjar Malah Ajak Pendukung Prabowo Makan dan Selfie Bareng

Your Say | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:44 WIB

Jadi Idola Emak-emak, Ini Momen Mayor Teddy Hampir Tertidur Saat Mengawal Prabowo Subianto

Jadi Idola Emak-emak, Ini Momen Mayor Teddy Hampir Tertidur Saat Mengawal Prabowo Subianto

News | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:41 WIB

Beredar Video Surat Suara Ganjar-Mahfud Tercoblos di Malaysia, TKN Lapor Bawaslu

Beredar Video Surat Suara Ganjar-Mahfud Tercoblos di Malaysia, TKN Lapor Bawaslu

News | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:38 WIB

Reaksi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat Diroasting Kiky Saputri Tentang Pencucian Uang

Reaksi Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat Diroasting Kiky Saputri Tentang Pencucian Uang

Entertainment | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:02 WIB

Adu Sumber Kekayaan Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya, Sesama Pebulu Tangkis Punya Adab Beda Saat Dukung Capres

Adu Sumber Kekayaan Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya, Sesama Pebulu Tangkis Punya Adab Beda Saat Dukung Capres

Lifestyle | Selasa, 06 Februari 2024 | 19:01 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×