Prabowo Sebut yang Masuk Kabinetnya Wajib Dukung Program Makan Siang Gratis, Anies dan Ganjar Langsung Tereliminasi?

Galih Priatmojo

Minggu, 11 Februari 2024 | 14:06 WIB
Prabowo Sebut yang Masuk Kabinetnya Wajib Dukung Program Makan Siang Gratis, Anies dan Ganjar Langsung Tereliminasi?
Calon Presiden (Capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya saat kampanye akbar di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Saat menghadiri gelaran kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Prabowo Subianto sempat menyerukan mengenai program makan siang gratis yang bakal diwujudkan bila terpilih sebagai presiden. 

Lebih jauh, Prabowo kemudian menyentil mengenai sosok menteri-menterinya kelak yang wajib setuju dengan program makan siang gratis bila masuk kabinet.

"Siapa yang mau masuk kabinet yang mau jadi menteri saya harus setuju anak-anak diberi makan siang gratis. Kalau tidak setuju tidak usah gabung kabinet," ucapnya, Sabtu (10/2/2024) kemarin. 

Bila mendengar pernyataan tersebut bisa jadi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tak memenuhi syarat sebagai menteri bila Prabowo terpilih sebagai presiden.

Hal itu mengingat kedua capres tersebut kompak menolak program makan siang gratis.

Dari Anies misalnya, saat kampanye di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyentil program makan siang gratis yang digaungkan Prabowo. 

Menurutnya yang dibutuhkan rakyat saat ini pendidikan gratis hingga kesehatan gratis.

"Saya baca lagi. Kami butuh pendidikan gratis, kesehatan gratis bukan makan siang gratis," ucapnya.

Senada, Ganjar Pranowo juga tak sepakat dengan adanya program makan siang gratis apalagi disebut tim Prabowo sebagai upaya untuk menanggulangi stunting.

baca juga

Hal itu diungkapkan Ganjar ketika melakoni debat capres 2024 episode terakhir pekan lalu. 

Sebab menurutnya makan siang gratis bukan solusi menangani stunting bila diberikan ketika anak sudah lahir.

"Maaf saya tidak setuju, kenapa? Itu keliru. Stunting itu ditangani sejak ibu hamil, 1000 hari pertama dan anak harus dikasih ASI Eksklusif. Kalau 1000 hari pertama mau diintervensi silakan tapi yang lain maaf," terangnya.

Padahal bila diingat, Prabowo sempat mengemukakan sebuah rekonsiliasi bila kelak dipilih sebagai presiden.

Ia mengaku ingin mengikuti jejak Jokowi dengan merangkul lawan politik untuk masuk ke dalam pemerintahan.

"Manakala Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menerima mandat dari rakyat kami akan mengulurkan tangan kami dan merangkul semua kekuatan. Pak Jokowi memberi contoh di tahun 2019 ketika ia menang mengajak saya bergabung. Dan saya siap dan rela bergabung walau saya dikalahkan untuk mengabdi dan berbakti kepada Indonesia," terangnya saat kampanye di Makasar awal Februari lalu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putuskan Dukung Ganjar Mahfud, Ustadz Ahong Sentil Jokowi: Hempaskan Politik Dinasti

Putuskan Dukung Ganjar Mahfud, Ustadz Ahong Sentil Jokowi: Hempaskan Politik Dinasti

News | Minggu, 11 Februari 2024 | 13:28 WIB

Ibu-ibu dan Petugas Ribut di Pasar Bukittinggi Saat Bagi Kalender Anies: Kalau Prabowo Boleh?

Ibu-ibu dan Petugas Ribut di Pasar Bukittinggi Saat Bagi Kalender Anies: Kalau Prabowo Boleh?

News | Minggu, 11 Februari 2024 | 13:20 WIB

Tidak Takut Oligarki, Cak Imin Lantukan Salawat Saat Kampanye Akbar di JIS

Tidak Takut Oligarki, Cak Imin Lantukan Salawat Saat Kampanye Akbar di JIS

Kotak Suara | Minggu, 11 Februari 2024 | 12:54 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×