Bunga Bangkai Mekar di San Fransisco, Bikin Warga AS Takjub: Seperti Bau Keringat Kaki

Chandra Iswinarno

Senin, 04 Maret 2024 | 16:55 WIB
Bunga Bangkai Mekar di San Fransisco, Bikin Warga AS Takjub: Seperti Bau Keringat Kaki
Ilustrasi Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) yang mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/1). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Suara.com - Warga Amerika Serikat, yang berada di Kota San Fransisco dibuat terperangah dengan mekarnya bungai bangkai raksasa di California Academy of Science (CAS), San Fransisco.

Bunga bernama latin Amorphophallus titanum tersebut menjadi daya tarik tersendiri hingga membuat warga mengantre melihat dari dekat bunga yang nyaris punah itu.

Bagi sebagian warga yang mencium bau bunga bangkai tersebut, aromanya digambarkan seperti daging busuk, makanan busuk, kaus kaku berkeringat hingga bawang putih.

Seorang warga setempat, Monica Becker mengajak anaknya untuk melihat bunga bangkai secara langsung setelah menontonnya di siaran langsung akademi.

"Saat kami mendengarnya mekar, kami seperti… kami harus pergi, pagi-pagi sekali saat bunga tersebut mekar. Jadi inilah kami," katanya mengutip Sky.com pada Rabu lalu.

Becker menggambarkan, aroma bunga bangkai terbesar di dunia itu seperti bau kaki yang berkeringat.

"Aku mencium bau kaki yang berkeringat, manis, menyengat… seperti pelindung tulang keringmu setelah sepak bola," candanya sambil menoleh ke arah anaknya.

Sementara itu, ahli hortikultura dari CAS Lauren Greig mengatakan bahwa baunya yang tidak enak merupakan tiruan aroma bangkai.

"Ini seperti meniru bau bangkai untuk membuat semua lalat datang dan berinteraksi dengannya, mengambil serbuk sari, dan kemudian membawa serbuk sari itu ke bunga lain yang mungkin diselidiki karena baunya," katanya.

baca juga

Mirage, begitu nama bunga bangkai itu dinamakan, menjadi kali pertama yang mekar sejak disumbangkan ke CAS pada tahun 2017. Bunga tersebut disimpan di pameran hutan hujan museum sejak tahun 2020.

Bunga bangkai tersebut diketahui hanya mekar satu hingga tiga hari meski membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk mekar.

Amorphophallus titanum berasal dari pulau Sumatra di Indonesia. Tanaman ini terdaftar sebagai tanaman terancam punah oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, dengan hanya kurang dari 1.000 tanaman yang tersisa di alam liar.

Untuk diketahui, bunga bangkai kali pertama ditemukan di Sibolangit pada tahun 1920-an. Penemu pertamanya, yakni Odoardo Beccari yang merupakan pakar botani berkebangsaan Italia.

Ketika itu, tahun 1878, dalam perjalanannya di Kepahiang – Rejang Lebong (Bengkulu) ia menemukan tumbuhan bunga bangkai.

Kemudian oleh rekannya Prof. Giovanni Arcaneli dari Turki, diberi nama ilmiah Amorphophallus Titanum terhadap hasil temuan Beccari tersebut. Sejak itu dunia botani mengenal bunga bangkai dengan nama Amorpophallus Titanum Beccari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Kembangan Jakbar Dihebohkan Penemuan Bunga Bangkai di Kebun Kosong

Warga Kembangan Jakbar Dihebohkan Penemuan Bunga Bangkai di Kebun Kosong

News | Rabu, 29 November 2023 | 00:05 WIB

Bukit Asam Nursery Park Selamatkan Berbagai Jenis Anggrek dan Bunga Bangkai dari Kepunahan

Bukit Asam Nursery Park Selamatkan Berbagai Jenis Anggrek dan Bunga Bangkai dari Kepunahan

Lifestyle | Sabtu, 21 Oktober 2023 | 11:50 WIB

Coba Naik Taksi di San Fransisco, Wanita Ini Syok Mobilnya Jalan Sendiri Tanpa Supir

Coba Naik Taksi di San Fransisco, Wanita Ini Syok Mobilnya Jalan Sendiri Tanpa Supir

Lifestyle | Senin, 29 Mei 2023 | 11:58 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×