Enam Warga Badui Dalam Terserang DBD, Dua Nyawa Melayang

Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 05 Mei 2024 | 02:25 WIB
Enam Warga Badui Dalam Terserang DBD, Dua Nyawa Melayang
Sahabat Relawan Indonesia (SRI) tengah melakukan pengobatan dengan sistem jemput bola ke perkampungan masyarakat Badui untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka. (ANTARA/HO-SRI)

Suara.com - Enam orang warga Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dilaporkan terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) setelah dilakukan pengambilan sampel darah mereka.

Hal ini disampaikan Kelompok komunitas Sahabat Relawan Indonesia (SRI).

"Dari enam warga Badui Dalam yang positif kasus DBD itu dilaporkan dua orang meninggal dunia, karena faktor penyerta usia lanjut," kata Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat saat dikonfirmasi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (4/5/2024).

Keenam warga Badui Dalam itu dilakukan pengambilan sampel darah atas izin tokoh adat Cibeo dengan mendatangi kawasan pemukiman di daerah itu.

Pengambilan sampel darah itu awalnya sebanyak dua orang, namun kembali dilanjutkan empat orang.

Para relawan itu melibatkan tenaga medis perawat dan bidan dengan membawa sampel darah untuk diproses di Laboratorium Kesehatan di Kota Serang.

"Kami saat ini masih melakukan terapi pengobatan dokter ke Badui Dalam di Kampung Cibeo," katanya.

Pihaknya sebagai relawan kesehatan di pemukiman masyarakat Badui tentu selalu siaga untuk melayani pengobatan mereka selama 24 jam di Klinik SRI dengan melibatkan perawat dan bidan juga dilengkapi kendaraan ambulans.

Selain itu juga melakukan pengiriman ke rumah sakit setelah puskesmas di wilayah kerja masyarakat Badui mengeluarkan surat rujukan.

Sebagian besar masyarakat Badui kata Arif, tidak memiliki jaminan kesehatan nasional (JKN) bantuan pemerintah berupa BPJS Kesehatan, sehingga sulit diterima jika dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

"Kami membawa pasien warga Badui itu ke RSUD Banten dengan menggunakan SKTM sehingga bebas dari pembiayaan perawatan dan pengobatan," kata Arif.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Djaro Saija mengatakan pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya enam warga Badui Dalam positif terserang DBD, dan dua di antaranya meninggal seperti yang dilaporkan SRI.

Namun, pihaknya memungkinkan penyakit itu pasti ada dimana-mana.

"Kita tidak tahu penyakit itu dan serahkan pada Tuhan dan semoga mereka sembuh," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit DBD, Okky Lukman Sampai Gak Bisa BAB 5 Hari

Sakit DBD, Okky Lukman Sampai Gak Bisa BAB 5 Hari

Entertainment | Jum'at, 03 Mei 2024 | 10:15 WIB

Waspada! Kemenkes Ungkap Jumlah Kasus DBD Tembus 76 Ribu Sepanjang Tahun 2024

Waspada! Kemenkes Ungkap Jumlah Kasus DBD Tembus 76 Ribu Sepanjang Tahun 2024

Health | Sabtu, 27 April 2024 | 05:40 WIB

Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas

Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas

Health | Rabu, 24 April 2024 | 08:56 WIB

Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!

Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!

Health | Selasa, 16 April 2024 | 08:54 WIB

Terkini

Sari Yuliati: Motor Listrik Nasional Jadi Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Indonesia

Sari Yuliati: Motor Listrik Nasional Jadi Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Indonesia

DPR | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Belum Rampung, Pemeriksaan Eks Dirut BJB Terhenti karena Sakit

Belum Rampung, Pemeriksaan Eks Dirut BJB Terhenti karena Sakit

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Membaca Daya Beli dari Antrean SPBU: Potret Ekonomi di Balik Pilihan BBM

Membaca Daya Beli dari Antrean SPBU: Potret Ekonomi di Balik Pilihan BBM

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:30 WIB

DD Cream Wardah Dipakai Setelah Apa? Cek Urutan dan Cara Pakainya

DD Cream Wardah Dipakai Setelah Apa? Cek Urutan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional, Janji Beri Cicilan Ringan untuk Pembeli

Presiden Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional, Janji Beri Cicilan Ringan untuk Pembeli

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Rumah Warna Hijau Apakah Bagus dalam Feng Shui? Ini Tipsnya agar Bawa Hoki dan Rezeki

Rumah Warna Hijau Apakah Bagus dalam Feng Shui? Ini Tipsnya agar Bawa Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Komisi III DPR Restui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA, Ini Daftar Lengkapnya

Komisi III DPR Restui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA, Ini Daftar Lengkapnya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:24 WIB

wondr by BNI Permudah Nasabah Kelola Keuangan Keluarga dengan Perencanaan yang Lebih Terarah

wondr by BNI Permudah Nasabah Kelola Keuangan Keluarga dengan Perencanaan yang Lebih Terarah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM

Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×