Naik Pesawat Khusus, 10 Anggota Polri Ikut Kawal Ekstradisi Buronan Kakap Chaowalit ke Thailand

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 04 Juni 2024 | 16:46 WIB
Naik Pesawat Khusus, 10 Anggota Polri Ikut Kawal Ekstradisi Buronan Kakap Chaowalit ke Thailand
Tim Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) melakukan proses ekstradisi atau pemulangan terhadap buronan interpol Chaowalit Thongduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman ke Thailand melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang. (Antara)

Suara.com - Setelah tertangkap di lokasi persembunyiannya di Bali, Chaowalit Thongduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman, buronan nomor satu di Thailand akhirnya dipulangkan ke negara asalnya. Dalam proses ekstradisi, Polri ikut mengutus 10 anggota Polri untuk mengawal ketat pemulangan Chaowalit ke Thailand. 

Proses ekstradisi terhadap Chaowalit itu dilakukan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten pada Selasa (4/6/2024) pukul 15.00 WIB.

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Irjen Pol. Krishna Murti, mengatakan bahwa tim Polri saat ini turun langsung mengawal proses ekstradisi kepada Chaowalit Thongduang untuk dikembalikan ke asal negaranya.

"Dilakukan proses pengulangan melalui mekanisme pintu operation, yaitu menggunakan instrumen pelanggaran Keimigrasian, sehingga yang bersangkutan dideportasi sebagai gambaran sangka masuk ke Indonesia tidak melalui jalur pintu masuk Indonesia," ucap Krishna dalam konferensi pers di Tangerang.

Tampang Chaowalit Thongduan, buronan nomor satu di Thailand yang ditangkap di Indonesia. (suara.com/fakhri)
Tampang Chaowalit Thongduan, buronan nomor satu di Thailand yang ditangkap di Indonesia. (suara.com/fakhri)

Dalam proses pemulangan ini, katanya, tim Bareskrim mengerahkan 10 anggota untuk mengawal proses ekstradisi tersebut. Anggota gabungan tersebut berasal dari Bareskrim Polri dan Hubinter, karena pihaknya bersama buron interpol tersebut akan dijemput oleh pihak keamanan negara Thailand dengan menggunakan pesawat khusus.

"Nanti akan dikawal dengan 10 anggota Polri dari Bareskrim Polri dari Polda Sumut dan divisi internasional. pesawatnya didatangkan langsung dari Thailand dikenal dengan pihak Kehakiman Thailand dan di dalamnya satu ada Polisi Thailand serta sisanya 10 anggota Polri dari Indonesia," ujarnya.

Krishna menambahkan, dalam penangkapan terhadap Sia Pang Nanode alias Sulaiman ini merupakan rangkaian dari target penangkapan kepada buron nomor 1 di Indonesia yang berada di Thailand, sehingga Polri melakukan hubungan ketat bersama pihak keamanan negara Thailand untuk melakukan operasi besar-besaran sebagai upaya menangkap pelaku kejahatan narkoba.

"Thailand juga akan melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap buron nomor satu di Indonesia yang berada di Thailand, mudah-mudahan kerjasama ini bisa membawakan hasil. Nanti, ada 10 anggota kami yang berangkat ke Thailand juga untuk mengomunikasikan dalam mengupayakan penangkapan buronan besar tersebut," ungkapnya.

Pelarian Chaowalit Buronan No 1 Thailand di Indonesia

baca juga

Diketahui, Chaowalit yang menjadi buron nomor satu di Tahiland ditangkap tim gabungan Polri di Bali pada tanggal 30 Mei 2024. Buronan nomor 1 Thailand tersebut masuk ke Indonesia sejak 8 Desember 2023.

Chaowalit Thongduang, buron yang paling dicari di Thailand, ditangkap di Bali [Istimewa]
Chaowalit Thongduang, buron yang paling dicari di Thailand, ditangkap di Bali [Istimewa]

Buronan paling dicari itu melarikan diri dari penjara Thailand pada 22 Oktober 2022 saat izin berobat gigi di rumah sakit.

Pelarian Chaowalit dibantu rekan-rekanya yang merupakan gembong narkoba. Sebelum melarikan diri, Chaowalit sempat menempang anggota polisi Thailand. Chaowalit melarikan diri ke India, lalu ke Indonesia melalui perairan Aceh pada 8 Desember 2023.

Polri menerima permintaan red notice Chaowalit dari Royal Thai Police pada 16 Februari 2024. Lalu memburu keberadaannya yang terendus berada di Sumatera Utara. Setelah diselidiki pada 20 Mei 2024, Chaowalit sudah berpindah tempat ke Bali untuk berlibur.

Selama masa pelarian-nya, Chaowalit berpura-pura bisu karena tidak bisa berbahasa Indonesia maupun Inggris. Dalam berkomunikasi dengan pihak-pihak yang menemaninya menggunakan bantuan aplikasi google translate.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diangkut Pesawat Khusus, Chaowalit Buronan Sadis Pembunuh Polisi Thailand Diekstradisi Selasa Depan

Diangkut Pesawat Khusus, Chaowalit Buronan Sadis Pembunuh Polisi Thailand Diekstradisi Selasa Depan

News | Minggu, 02 Juni 2024 | 20:40 WIB

Chaowalit Buronan Kakap Thailand Dibantu 8 WNI Selama Kabur di Indonesia: Dari Cewek Teman Kencan hingga Sopir Taksol

Chaowalit Buronan Kakap Thailand Dibantu 8 WNI Selama Kabur di Indonesia: Dari Cewek Teman Kencan hingga Sopir Taksol

News | Minggu, 02 Juni 2024 | 20:24 WIB

Buronan Nomor Satu Thailand Nyamar jadi Sulaiman, Chaowalit Selama Ngumpet di Indonesia Manfaatkan Google Translate

Buronan Nomor Satu Thailand Nyamar jadi Sulaiman, Chaowalit Selama Ngumpet di Indonesia Manfaatkan Google Translate

News | Minggu, 02 Juni 2024 | 19:10 WIB

Pentolan Gangster, Rentetan Kasus 'Ngeri' Chaowalit di Thailand: Bunuh Polisi hingga Tembak Anggota Kehakiman

Pentolan Gangster, Rentetan Kasus 'Ngeri' Chaowalit di Thailand: Bunuh Polisi hingga Tembak Anggota Kehakiman

News | Minggu, 02 Juni 2024 | 18:22 WIB

Terkini

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:35 WIB

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:30 WIB

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:29 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

PDB Per Kapita Vietnam Diproyeksi Salip Indonesia, Bukti Ekonomi RI Tertinggal?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:15 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

Frans Magnis-Suseno: Indonesia Emas 2045 Tak Akan Terwujud Jika Korupsi Tak Diatasi

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB

×