Jurus Heru Turunkan Angka Stunting di Jakarta

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 23 Juli 2024 | 16:49 WIB
Jurus Heru Turunkan Angka Stunting di Jakarta
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mirdiyanti berbincang dengan warga saat meninjau kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (15/3). (Dok: Diskominfotik DKI Jakarta)

Suara.com - Gangguan pertumbuhan anak atau stunting masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan di Jakarta. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SKI) pada 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5 persen. Sementara, pada 2024, angka prevalensi stunting di Jakarta mencapai 17,6 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono saat meninjau kegiatan percepatan penurunan stunting di Cilincing, pada Maret lalu, menyatakan, penanganan stunting menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Upaya penurunan angka stunting terus dilakukan melalui berbagai kegiatan, di antaranya pelaksanaan  Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), pemberian suplemen tablet tambah darah, serta pemenuhan pangan bergizi dan pola pangan yang memenuhi syarat Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). 

"Jadi, pola pangan B2SA meliputi pangan utama, lauk, sayur, buah dan protein hewani yang perlu dikenalkan kepada ibu hamil, sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk anak sampai usia dua tahun. Dengan kecukupan asupan tersebut, kita berharap, potensi stunting bisa kita tanggulangi. Karena, jangan sampai stunting terus menjadi penghambat pertumbuhan generasi penerus bangsa, dan itu yang kita targetkan," ujarnya.

Pj Gubernur Heru juga mengajak seluruh stakeholder dapat bergotong royong menangani stunting di Jakarta. Menurutnya, anak-anak Jakarta berhak untuk tumbuh dan berkembang baik, agar pada masa depan bisa menjadi pribadi yang aktif, sehat, produktif, serta berguna bagi kemajuan bangsa. Karena itu, ia mengimbau para ibu agar rutin membawa anaknya ke Posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkapkan, Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua di Indonesia. Ia menyatakan, pihaknya telah mengupayakan berbagai cara agar target tersebut bisa terpenuhi. Dinkes mengambil kebijakan intervensi stunting dengan meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan bayi di bawah lima tahun (balita).

"Ini adalah upaya untuk menemukan masalah gizi sedini mungkin dan melakukan intervensi sesegera mungkin agar tidak terjadi stunting," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes DKI melakukan pemenuhan antropometri di semua posyandu dan melakukan pemeliharaan. Keterampilan semua kader dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam memantau pertumbuhan balita juga ditingkatkan.

Dinkes DKI juga melakukan intervensi terhadap balita bermasalah gizi, seperti balita weight faltering, underweight, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting. Dalam pelaksanaannya, Dinkes DKI membutuhkan anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemulihan bagi balita weight faltering, underweight, gizi kurang, serta gizi buruk. "Serta Pangan untuk Keperluan Medik Khusus (PKMK) untuk balita stunting, dengan PMT pemulihan berbahan pangan lokal tinggi protein, lewat dua sumber protein hewani," ujar Ani.

Pelibatan rumah sakit swasta dalam pemberian PKMK untuk mempercepat akses layanan rujukan balita stunting juga menjadi penunjang penting.

baca juga

Intervensi Spesifik

Ani menjelaskan, pihaknya melakukan intervensi spesifik sesuai dengan siklus hidup, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia prasekolah.

  • Remaja Putri: Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan skrining Hb pada semua remaja putri serta tata laksana anemia di sekolah kelas 7 dan kelas 10.
  • Calon Pengantin: Skrining dan edukasi kesehatan serta tata laksana masalah kesehatan calon pengantin.
  • Ibu Hamil: Pelaksanaan Antenatal Care (ANC) 10T dengan pelayanan USG Obstetrik dasar terbatas di Puskesmas dan pemantauan ibu hamil risiko tinggi serta komplikasi.
  • Ibu Menyusui: Edukasi pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) serta layanan kontrasepsi (KB) pascapersalinan.
  • Balita: Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan oleh Dinkes DKI, pemberian imunisasi dasar lengkap sampai lanjutan, PMT, dan vitamin A.
  • Anak Usia Prasekolah: Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan lewat PAUD serta pembagian obat cacing untuk mencegah cacingan.

"Untuk intervensi sensitif, Dinas Kesehatan melakukan upaya kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS)," imbuh Ani.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Israyani mendukung berbagai langkah Pemprov DKI untuk mencegah penambahan kasus stunting. Menurutnya, salah satu upaya efektif adalah menggencarkan pemberian suplemen vitamin dan nutrisi.

Israyani pun menekankan pentingnya mengoptimalkan kinerja petugas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap kecamatan dan kelurahan. Upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya fokus pada pemenuhan gizi balita, cara pengasuhan seribu hari pertama kehidupan harus diperhatikan pula. Periode tersebut diyakini sebagai periode emas yang sangat penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak."Nah, itu jadi satu titik evaluasi kita, supaya kita semua mendapatkan hasil penurunan yang optimal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Heru Cahyono? Wasit Jadi Sorotan usai Anulir Kartu Merah Rian Miziar di Piala Presiden 2024

Siapa Heru Cahyono? Wasit Jadi Sorotan usai Anulir Kartu Merah Rian Miziar di Piala Presiden 2024

Bola | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:20 WIB

Curhat ke Mama-mama di Papua, Iriana Jokowi Ngaku Gampang Cegah Anak Stunting: Banyak Makanan Bergizi di Alam

Curhat ke Mama-mama di Papua, Iriana Jokowi Ngaku Gampang Cegah Anak Stunting: Banyak Makanan Bergizi di Alam

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 12:21 WIB

Anies Dirindukan, Warga Kecewa Kepemimpinan Heru Budi?

Anies Dirindukan, Warga Kecewa Kepemimpinan Heru Budi?

Video | Selasa, 23 Juli 2024 | 08:00 WIB

PKS: Warga Jakarta Kecewa Dengan Kepemimpinan Heru Budi, Harap Anies Kembali

PKS: Warga Jakarta Kecewa Dengan Kepemimpinan Heru Budi, Harap Anies Kembali

Kotak Suara | Senin, 22 Juli 2024 | 19:54 WIB

Sentilan PKB Ke Heru Budi Usai Dikritik Anies: Jangan Baper, Dia Warga Biasa

Sentilan PKB Ke Heru Budi Usai Dikritik Anies: Jangan Baper, Dia Warga Biasa

Kotak Suara | Senin, 22 Juli 2024 | 17:32 WIB

Heru Budi Merasa Dikambinghitamkan, Anies: Biar Rakyat yang Menilai!

Heru Budi Merasa Dikambinghitamkan, Anies: Biar Rakyat yang Menilai!

Video | Senin, 22 Juli 2024 | 16:05 WIB

Terkini

KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan

KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya

Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:31 WIB

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:18 WIB

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:10 WIB

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

×