Stadion JIS dan Velodrome Bakal Diambil Alih Pemprov DKI?

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 08 Agustus 2024 | 19:28 WIB
Stadion JIS dan Velodrome Bakal Diambil Alih Pemprov DKI?
Jakarta Internasional Stadium (JIS) (Instagram/jakinstadium)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta buka peluang untuk mengambil alih aset-aset besar yang dimiliki PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Aset yang dimaksud mulai dari Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome, dan aset dengan nilai tinggi lainnya.

Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, aset-aset besar yang dibangun Jakpro memberikan dampak bagi keuangan perusahaan. Sebab, seiring berjalannya waktu, terjadi penyusutan aset yang tidak bisa dipungkiri.

Sedangkan, untuk merawat berbagai aset besar itu, diperlukan biaya yang tidak sedikit.

"Dari pembangunan-pembangunan yang dilakukan Jakpro kan ada dampaknya seperti biaya penyusutan (aset) dan sebagainya. Kalau kita membangun, memang asetnya besar. tetapi penyusutannya itu juga cukup besar," ujar Djoko kepada wartawan, Kamis (8/8/2024).

"Biaya-biaya itulah yang dia harus maintenance, untuk biaya operasional dan sebagainya," lanjutnya menambahkan.

Namun, jika rencana ini terwujud, bukan berarti Jakpro akan melepas aset ini sepenuhnya. Akan dilakukan pembagian untuk pengelolaan sarana dan prasarana.

Rencananya, Jakpro bakal mengelola sarana aset-aset yang diserahkan atau bertindak sebagai operator. Sementara, Pemprov DKI mengurus prasarana, termasuk kepemilikan dan menanggung beban penyusutan aset.

"Jadi prasarananya memang sebaiknya dikelola oleh Pemprov, ini yang sekarang lagi dikaji seperti itu. Karena apa? sarananya itu kalau dikelola oleh si jakpro itu biaya penyusutannya gede," ungkapnya.

Djoko menyebut konsep pengelolaan aset ini sudah dilakukan oleh pemerintah pusat. Ia mencontohkan salah satunya adalah pembagian tugas antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk aset LRT Jabodebek.

baca juga

"Nah untuk sarananya, itu dikelola oleh contohnya KAI. Prasarananya itu oleh kementerian. Nah kita ini coba modelkan seperti itu," tuturnya.

Kendati demikian, rencana ini disebutnya masih dalam tahap pengkajian, termasuk oleh PT Jakpro sendiri. Belum bisa dipastikan pelaksanaannya nanti, termasuk apakah aset akan diserahkan atau dibeli karena menunggu hasil kajian tersebut.

"Ya nanti. Nanti kita masih kaji. hasil kajiannya itu sedang dilakukan oleh Jakpro juga. Jadi sebaiknya memang terhadap mengantisipasi penyusutan itu," katanya.

Saran untuk melepas aset-aset besar Jakpro ke Pemprov DKI sudah pernah disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Menurutnya hal ini perlu dilakukan karena keuangan Jakpro yang terus bermasalah sejak lama.

Bahkan, sudah beberapa tahun terakhir ini Jakpro tidak menyetorkan pembagian laba kepada pemilik saham alias dividen.

Aset-aset yang bisa dilepas Jakpro di antaranya seperti Jakarta International Stadium (JIS) hingga Jakarta International Velodrome dan aset lainnya yang kurang memberikan keuntungan bagi Jakpro.

Sebab, JIS hingga velodrome malah hanya akan menggerus keuangan Jakpro karena biaya perawatan dan operasional yang mahal.

"Saya kira Jakpro tidak mungkin beri dividen. Untuk menutupi operasional saja saya kira sulit. Hingga saat ini penggunaan JIS tidak ada. Sementara operasionalnya sekitar Rp80 miliar, belum lagi TIM, Velodrome dan lain-lain. Pemprov harus melakukan perbaikan kondisi ini," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Jumat (26/4/2024).

Gilbert menyarankan pelepasan aset kepada Dinas terkait. Tujuannya agar nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa menanggung biaya operasionalnya dan tak lagi menjadi tanggungan Jakpro.

"Ya (harus lepas aset). Dievaluasi kalau perlu operasional dadi pemerintah, diambil alih dinas saja. Sehingga dana APBD bisa dialokasikan. Sifatnya bumd kan revenue center, biar kasi dividen," ucapnya.

Politisi PDIP itu pun meminta agar ke depannya Pemprov melakukan evaluasi terhadap penugasan untuk Jakpro. Tak boleh ada lagi penugasan yang terlalu memberatkan demi kesehatan keuangan.

"Beban Jakpro karena penugasan yang irasional, seharusnya dievaluasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Baswedan Kembali Nribun di JIS, Ditunggu Jadi Gubernur Lagi Pak

Anies Baswedan Kembali Nribun di JIS, Ditunggu Jadi Gubernur Lagi Pak

News | Selasa, 04 Juni 2024 | 11:57 WIB

Tak Kunjung Kasih Keuntungan ke Pemprov, DPRD DKI Minta Jakpro Lepas Kepemilikan JIS hingga Velodrome

Tak Kunjung Kasih Keuntungan ke Pemprov, DPRD DKI Minta Jakpro Lepas Kepemilikan JIS hingga Velodrome

News | Jum'at, 26 April 2024 | 15:29 WIB

Pemprov DKI Kembali Tak Adakan Salat Idulfitri di JIS

Pemprov DKI Kembali Tak Adakan Salat Idulfitri di JIS

News | Selasa, 09 April 2024 | 13:25 WIB

Terkini

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB