Anak Bunuh Ibu Kandung dan Sebabkan Ayah Kritis, Penyebabnya Ternyata Sangat Sepele

Andi Ahmad S

Selasa, 13 Agustus 2024 | 02:05 WIB
Anak Bunuh Ibu Kandung dan Sebabkan Ayah Kritis, Penyebabnya Ternyata Sangat Sepele
Ilustrasi pembunuhan (Unsplash)

Suara.com - Biadab, mungkin kata itu tepat jika ditunjukkan kepada seorang pria bernama Kenneth Mortimer (40) lantaran telah membunuh ibu kandung sendiri, hingga menyebabkan ayahnya luka parah bahkan kritis.

Peristiwa anak bunuh ibu kandung itu terjadi di wilayah Ohio Amerika Serikat (AS), kini pria 40 tahun itu ditangkap dan didakwa telah melakukan pembunuhan.

Penyebab peristiwa berdarah itu terbilang sangat sepele, ketika ibu Kenneth Mortimer memberitahunya bahwa dia tidak bisa menginap di rumah mereka.

Akibatnya, hal tersebut membuat pertengkaran hebat antara anak, ibu dan ayah yang berubah menjadi aksi fisik.

Polisi Kotapraja Hijau mengatakan serangan itu terjadi sekitar jam 4 sore. Jumat di sebuah rumah di blok 3300 Palmhill Lane, menurut Independent.

Khususnya, terdakwa bertengkar dengan ibunya yang berusia 74 tahun, Barbara Mortimer ketika ibunya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa menginap di rumah keluarga mereka.

Pertengkaran meningkat, dan Barbara mendesak suaminya, Thomas, untuk menelepon 911. Dalam kejadian yang mengerikan, Kenneth mengambil pisau dari dapur dan mendekati orang tuanya, yang sedang duduk di sofa.

Dia mulai menikam kedua orang tuanya sehingga menyebabkan mereka terluka parah. Meskipun terluka, Barbara berusaha melarikan diri, tetapi Kenneth berhasil mengalahkannya, menyeretnya kembali ke dalam rumah.

Setelah kejadian itu, Kenneth melarikan diri dari tempat kejadian tetapi ditangkap oleh petugas polisi yang merespons. Meski ibunya meninggal, ayahnya masih dalam kondisi serius di rumah sakit

baca juga

Menurut pihak berwenang, Kenneth Mortimer mengatakan kepada petugas bahwa dia menikam kedua orang tuanya. Seorang hakim di Hamilton County telah menetapkan uang jaminan bagi pria berusia 40 tahun itu sebesar $2 juta.

Bulan lalu, seorang pria berusia 20 tahun di Indiana didakwa mencekik ibunya hingga meninggal setelah ibunya memintanya membersihkan kamar dan mencari pekerjaan penuh waktu.

Connor Kobold, seorang siswa di Akademi Kelautan Pedagang Amerika Serikat, menelepon 911 lima kali pada tanggal 5 Februari, melaporkan ada orang mati di rumahnya di Valparaiso, sesuai dokumen pengadilan, menurut Fox News.

Saat polisi tiba, Kobold menyerahkan diri, meminta untuk diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil polisi. Dia diduga mengakui kejahatannya, dengan menyatakan, 'Ada orang mati di dalam rumah di sudut jalan' dan 'Saya membunuh seseorang di rumah itu,' lapor WGNTV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Relawan Indonesia di Gaza, Banyak Persoalan Utama Yang Harus Dibantu, Salah Satunya Ini

Cerita Relawan Indonesia di Gaza, Banyak Persoalan Utama Yang Harus Dibantu, Salah Satunya Ini

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 19:41 WIB

Gempa Hingga Potensi Tsunami di Jepang Wajib Diwaspadai Indonesia, Ini Penjelasannya

Gempa Hingga Potensi Tsunami di Jepang Wajib Diwaspadai Indonesia, Ini Penjelasannya

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 17:28 WIB

Sempat Diguncang Gempa 7,1 Magnitudo, Hujan Deras dan Angin Kencang Lumpuhkan Jepang Utara

Sempat Diguncang Gempa 7,1 Magnitudo, Hujan Deras dan Angin Kencang Lumpuhkan Jepang Utara

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 17:03 WIB

Terkini

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:15 WIB

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:10 WIB

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:00 WIB

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Sumut | Sabtu, 19 September 2026 | 15:50 WIB

ColorOS 16 Makin Pintar, Oppo Bikin Foto, Musik hingga Keamanan Smartphone Lebih Praktis

ColorOS 16 Makin Pintar, Oppo Bikin Foto, Musik hingga Keamanan Smartphone Lebih Praktis

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 15:50 WIB

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:36 WIB

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:26 WIB

×