Bakar Al Quran, Pemilik Sekolah Swasta Dikepung Warga dan Dijerat Kasus Penistaan Agama

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 14 Agustus 2024 | 13:06 WIB
Bakar Al Quran, Pemilik Sekolah Swasta Dikepung Warga dan Dijerat Kasus Penistaan Agama
Ilustrasi al quran (Pixabay/Essam5)

Suara.com - Polisi mendaftarkan kasus penistaan agama terhadap seorang pemilik sekolah swasta dan pembantunya di desa Rai Kalan di distrik Kasur, Punjab, setelah muncul tuduhan bahwa mereka telah menodai halaman-halaman Al-Quran, Dawn News melaporkan pada hari Selasa.

Insiden yang terjadi pada hari Jumat itu terekam dalam sebuah video yang dengan cepat menjadi viral di media sosial keesokan harinya.

Akibatnya, kerumunan besar dari desa-desa tetangga berkumpul di luar sekolah dan polisi datang dalam jumlah yang cukup besar.

Menurut FIR, pengemudi dan tukang kebun sekolah merekam video halaman-halaman yang dibakar dan melaporkannya kepada pengadu. Tuduhan tersebut menunjukkan bahwa pembantu tersebut membakar halaman-halaman tersebut di bawah arahan pemilik sekolah. Polisi telah menyatakan bahwa situasi terkendali dan penangkapan akan segera dilakukan.

Ilustrasi Al Quran (Unsplash)
Ilustrasi Al Quran (Unsplash)

Penistaan agama adalah masalah yang sangat sensitif dan kontroversial di Pakistan, di mana tuduhan penghinaan terhadap agama atau teks-teks agama dapat mengakibatkan akibat hukum yang berat dan reaksi keras dari masyarakat.

Di Pakistan, tuduhan palsu tentang penistaan agama telah mengakibatkan konsekuensi yang berat bagi banyak orang, yang sering kali didorong oleh keluhan pribadi atau ketegangan sosial.

Salah satu kasus yang menonjol adalah kasus Asia Bibi, seorang wanita Kristen yang dituduh melakukan penistaan agama secara palsu pada tahun 2009. Meskipun akhirnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung pada tahun 2018, kasusnya menarik perhatian internasional yang signifikan dan menyoroti bahaya tuduhan palsu, seperti yang dilaporkan Dawn News.

Serupa dengan itu, Mashal Khan, seorang mahasiswa, dihukum mati secara brutal pada tahun 2017 setelah dituduh melakukan penistaan agama secara salah, situasi yang diperburuk oleh dendam pribadi.

Kasus Sawan Masih, seorang pria Kristen yang dituduh pada tahun 2013, mengakibatkan serangan kekerasan terhadap komunitas Kristen dan dikritik karena kurangnya bukti yang kredibel.

Selain itu, Rimsha Masih, seorang gadis muda Kristen dengan disabilitas belajar, menghadapi tuduhan pada tahun 2012 yang kemudian terbukti dibuat-buat, yang menggarisbawahi kerentanan mereka yang menjadi sasaran klaim palsu. Kasus-kasus ini menggambarkan dampak dan risiko yang parah yang terkait dengan tuduhan penistaan agama palsu di Pakistan, demikian dilaporkan Dawn News.

Peta dan Bendera Pakistan. (Unsplash.com/MarkRubens)
Peta dan Bendera Pakistan. (Unsplash.com/MarkRubens)

Undang-undang penistaan agama di Pakistan telah dikritik karena sering disalahgunakan untuk menyelesaikan masalah pribadi, menargetkan komunitas minoritas, atau memicu kekerasan. Tuduhan palsu dapat mengakibatkan dampak sosial dan hukum yang parah, termasuk kekerasan massa dan pembunuhan di luar hukum.

Penegakan hukum penistaan agama telah menghadapi kritik karena kurangnya proses hukum, dengan banyak kasus mengakibatkan pertempuran hukum yang panjang dan keresahan sosial yang signifikan.

Selain itu, proses peradilan sering dipengaruhi oleh opini publik dan tekanan dari kelompok-kelompok ekstremis. Organisasi hak asasi manusia dan badan-badan internasional telah mengutuk undang-undang penistaan agama karena potensinya untuk melanggar hak-hak dasar dan kebebasan.

Para kritikus berpendapat bahwa undang-undang tersebut melanggar prinsip-prinsip kebebasan berbicara dan digunakan untuk menganiaya kaum minoritas agama dan para pembangkang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merinding, Kisah Mualaf Sensei Sugimoto dari Buddha Jadi Islam: Dipicu Kata-kata Al Quran Ini

Merinding, Kisah Mualaf Sensei Sugimoto dari Buddha Jadi Islam: Dipicu Kata-kata Al Quran Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:56 WIB

Penjelasan Ustaz Syam tentang Lirik Lagu Gala Bunga Matahari yang Diambil dari Ayat Al-Qur'an

Penjelasan Ustaz Syam tentang Lirik Lagu Gala Bunga Matahari yang Diambil dari Ayat Al-Qur'an

Your Say | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 12:10 WIB

Mudah Dihafal! Ini Teks Surat Pendek Latin Lengkap

Mudah Dihafal! Ini Teks Surat Pendek Latin Lengkap

Lifestyle | Senin, 05 Agustus 2024 | 06:55 WIB

Cara Ngaji Aaliyah Massaid Ramai Dikritik, Beda dari Reza Artamevia yang Selalu Khatam Al-Qur'an Tiap Hamil

Cara Ngaji Aaliyah Massaid Ramai Dikritik, Beda dari Reza Artamevia yang Selalu Khatam Al-Qur'an Tiap Hamil

Lifestyle | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 16:57 WIB

Baru Berusia 9 Tahun, Bacaan Ngaji Anak Alyssa Soebandono Tuai Sorotan Publik: Haji Thariq Harus Lihat Ini

Baru Berusia 9 Tahun, Bacaan Ngaji Anak Alyssa Soebandono Tuai Sorotan Publik: Haji Thariq Harus Lihat Ini

Lifestyle | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 11:47 WIB

Dibanding-bandingkan soal Baca Quran, Ini Latar Belakang Pendidikan Aaliyah Massaid dan Nikita Willy

Dibanding-bandingkan soal Baca Quran, Ini Latar Belakang Pendidikan Aaliyah Massaid dan Nikita Willy

Entertainment | Kamis, 01 Agustus 2024 | 16:59 WIB

Terkini

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB